RSS

Choosing the Ending

The Last Meeting

Hari-hari mau UNAS ini...
dan masih ada ulangan
dan masih ada presentasi
dan masih ada tugas
tapi,
terengah-engah, ditempuh jua
langkah sejengkal-sejengkal
tapi,
lengkungan tangan saling menguatkan
sekaligus merenggut kesendirian
tapi,
senyum juga masih indah
walau langkah menjadi jengah

Hari-hari mau UNAS ini...



DEWASA

X: Apa kau?
Y: Tidak
X: Bohong!
Y: Tidak
X: Tidak ada artinya kan?
Y: Ya
X: Bagaimana kau tahu tentang mimpi!
Y: Omongan mimpi itu bualan orang-orang belaka
X: Kenapa kau tak mau mengerti?
Y: Hei! Siapa yang tak mau mengerti! Justru kau yang telah congkak dengan dirimu sendiri!
X: (memalingkan muka)
Y: Kau belum mengerti...
X: Harusnya kau yang tak berhak menga..
Y: Aku berkuasa penuh atas dirimu! Kau cuma anak kemarin sore! Huh, tahu apa kau?
X: Kalau begitu, aku tidak akan menyerah.
Y: Aku tahu, maksudmu bukan itu. Kau hanya salah mengartikan... (melembut)
X: Kau....sudah berulangkali menghapus asaku. Kau tak pernah mau tau keinginanku!
Y: Sekarang adalah waktunya menggapai cita-citamu...
X: Heh, cita-cita! Tau apa kau tentang cita-cita? Kau saja tak berani mengejar mimpimu. Mencari pembenaran dengan teori 'kesederhana'anmu. Lalu menghalangi orang lain dengan mimpi-mimpinya!?? He! Bahkan tubuh dan pikiranku bukan milikmu!
Y: Tapi,
X: Itu kan, yang ada di pikiranmu! Kau hanya mementingkan diri sendiri. Kau bilang, kau yang selalu berkorban untukku.  Kau bilang, kau tak perlu imbalan! Hh, munafik kalau kau tak membutuhkan itu semua! Dan sekarang, akukah yang harus membayar harganya?! Yang benar saja!
Y: (tersenyum) Kau, hanya perlu memahami dengan tulus, mengerti dengan benar, dan menerima dengan baik.
X: Enyah, kau!
Y: (mengangguk)

It's a Destiny

the perfect one has also the imperfection