RSS

Gathering Nite 2K13

Lilin-lilin menyambut kedatangan kami malam itu, Jumat, 4 Oktober 2013. Setelah turun dari truk yang selama perjalanan menimbulkan kesan suram, gelap, dan kelaparan karena gak bisa makan padahal sudah ada makanan di depan mata.

Edsa... Edsa... home for the great, home for the brave. 
Edsa... Edsa... It is a place to call a home.

Langkah kaki kami semakin mendekat. Lagu itu semakin terdengar jelas, mengisi semangat kami -maba 2013- yang tengah kelelahan dari perjalanan.

Up and down, we've been through it all
Makes us stronger than ever before

Kami melihat di sekeliling kami, para senior yang tengah membawa lilin-lilin itu menyambut kami. Ada jalan setapak yang menuntun kami di suatu tempat di bawah gemintang. Bukan di ground memang, tapi di suatu gubuk kayu dengan romantisme lilin dengan cahaya bintang. Tanpa alat komunikasi, tanpa jam, dan tanpa listrik.

Never stop to believe and share everything
We're Edsa, we're family

Lagu itu berulang,

Here we are together as one
Side by side grumbling for a glory

Bersama-sama menjalani tiga hari penuh kenangan dan tantangan. Kami akan dikenalkan dengan seluruh anggota keluarga di EDSA (English Department's Students Association). Kami akan dikenali sebagai bagian dari keluarga Sastra Inggris Universitas Airlangga, mendapatkan identitas resmi yang melekat di dalam jiwa.

Leave no brothers behind, and left no tears
We're Edsa, for eternity

Dalam sekompleks gubuk itu, kami selalu berkumpul di taman depan yang luas. Sepanjang kami memandang, Gunung Arjuno di depan, perkebunan organik di samping-samping tempat kami menginap, dan terasiring yang meliuk-liuk layaknya ular, hadir memanjakan mata. Lantas para senior mengajak kami tersenyum menghadapi kesunyian, kekalutan, dan ketakutan di masa kuliah. Mereka menunjuk diri mereka sendiri dan masing-masing teman kami, "Jangan khawatir, akan selalu ada orang di sampingmu."

Rise and rise, standing for a dream
Live our life and never giving up

Esoknya, kami menghadapi perjalanan panjang ke Sungai Kromong, Cangar. Kami melewati pemukiman-pemukiman penduduk yang jalannya menanjak dan menurun, mengikuti arus sungai itu berasal. Sesekali kami berhenti menghilangkan lelah. Mereguk teh hangat disertai canda tawa teman-teman sekelompok dan senior.

With the pride of one soul, one vision, and one hope
We're Edsa, live for victory

Setelah kami berkumpul di dekat sungai, EDSA Theme Song menyambut kami kembali. Sekali lagi, para senior lain yang telah sampai lebih dulu, menyambut kami dengan petikan gitar dan lagu EDSA. Suara-suara itu menyatu dengan alam, menghilang di sela-sela bebatuan, dan memantul di dinding tebing.

Lantas sang Kahima mengangkat tongkat saktinya. Janji EDSA pun terucap seiring suara Kahima yang memandu kami. Siraman air Sungai Kromong serta merta menyambut penobatan kami sebagai warga baru EDSA.

Because EDSA... is our home.

Pengukuhan Warga Baru EDSA-Sungai Kromong, Cangar