RSS

Ziarah

Bismillahirrahmanirrahiim.

Ini bukan tulisan dari seorang yang ahli, bukan pula tulisan dari seorang yang paham,
tapi hanya sebuah ungkapan dari hati yang terdalam seorang anak, yang ingin memohonkan ampunan kepada Allah atas keluarganya yang telah lebih dahulu menghadapNya.

Menjelang bulan Ramadhan, banyak orang di kampungku dan mungkin di berbagai belahan bumi Indonesia melakukan ziarah ke makam sanak kerabatnya; bisa orang tua, paman, bibi, kakek, nenek, dsbnya. Bahkan keluargaku dan aku. Aku mengatakan ini terlepas dari niat mereka masing-masing. Perkara niat, biarkan Allah dan mereka saja yang tahu.

Ziarah kubur menjadi sunnah ketika Rasulullah bersabda

 Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584)

Tapi kemudian, tiba-tiba mendapatkan wacana yang sangat mengganggu: Ziarah di bulan Ramadhan itu bukan syariat, melainkan adat.

Oh well, memang dibutuhkan seseorang yang ahli hadits, bahasa arab, sekaligus fiqh untuk membahas lebar hal ini. Tetapi setiap orang yang aqidah nya kuat pasti tahu bahwa ziarah itu sunnah, diperbolehkan asal niatnya tidak melenceng (contoh: mengharap berkah, memohon kepada orang mati).

Aku sendiri, paling-paling hanya ke makam dua kali setahun: menjelang Ramadhan dan di akhir Ramadhan. Bukannya apa-apa, hanya saja mencari momen yang pas untuk melakukan ziarah. Dan ya, dengan ziarah aku bisa memohonkan mereka saudara-saudariku yang telah meninggal ampunan Allah, agar Allah menempatkan mereka di tempat yang terbaik. Terlebih lagi, setiap kali ke makam, ingatanku mesti melayang kalau aku juga akan menyusul ke tempat tersebut.

Berusaha selalu meluruskan niat.

Bukankah para ahli kubur senang dengan salam dan doa-doa yang dipanjatkan untuknya?

Baiklah, mungkin sekedar itu saja unek-unekku. Semoga Allah tetap membimbingku di jalan yang benar. Semoga Allah menjaga hati ini agar selalu meluruskan niatku. Sekali lagi, ini hanya ungkapan hati yang terdalam.

Wassalam.