RSS

Anak Kos Wanna Be

Gara-gara pingin tau rasanya nge-kos sekaligus walking on my dream; aku memutuskan pergi ke kampung Tulungrejo, Pare. Salah satu daerah di Jawa Timur yang terkenal sama sebutan "KAMPOENG INGGRIS" nya. Setelah daftar sebulan sebelumnya di Mr. BOB English Club, aku pun mulai menyusun rencana supaya bisa berangkat sendiri dari Surabaya.

Ciah, gagal. Ortu pun memaksa mengantar. Ya sudah, mungkin masih belum rela kehilangan putri sulungnya yang cantik jelita, manis, baik hati, dan tidak sombong ini. #too much promotion #jitak
Tapi, ada untungnya juga sih dianter. Soalnya waktu itu, bus jurusan Surabaya-Pare lagi rame-ramenya. Nunggu di terminal sampe dua jam. Baru dapet bus #not recommended to go by bus.

Rencananya sih, di sana dua minggu. Sambil belajar bahasa Inggris buat speaking, belajar nge-kos juga, belajar tanggung jawab sama diri sendiri, nungguin hasil SNMPTN 2013, plus baca-baca dikit soal-soal SBMPTN 2013 kalo gak keterima SNMPTN. Daripada boring di rumah, nggak jelas mau ngapain.

Jadi, begitu sampai di sana, buyarlah semua bayanganku soal kampung ini. Kirain banyak bulenya. Jadi, kampung Inggris itu adalah sebuah kampung yang banyak kursusan bahasa Inggrisnya sekaligus camp/kos yang mengakomodasi kemampuan speaking gitu. Well, it's not so bad. The most important I got was, I learnt speaking fluently. That's enough for me. 

Embedded image permalink
Mbak Utiq, Auntie, Mbak Santi, Teh Khusnul, Aku, Dek Tsaltsa, Restu
(temen seangkatan)
Setelah daftar ulang, baru deh ditunjukin camp yang aturannya English for 24 hours. Not so strike, but flexible. Aku mendapat kamar nomer 5. Sesuai sama SMAku. Dan aku sekamar sama Tsaltsa. Jauh-jauh dari Solo dan dia nginep sebulan. Dia paling muda di antara penghuni camp kami. Bayangin, rata-rata yang nge-camp udah pada lulus SMA/kuliah, dia baru lulus SD =D Masih unyu-unyu banget kan? Hehehe.

Bareng orang-orang di foto itulah aku menjalani hari-hariku di Pare. Sebenernya yang satu angkatan ada lagi sih. Ada Mbak Yandri alias Mami alias Bu RT sama ada juga Mbak Sherin alias Baby Dora. Oh iya, penghuni lama ada Vania, Gina, Astrid, sama dua anak lagi #lupa namanya.

Kehidupan ngekosku emang beda sama kebanyakan anak camp. Aku bener2 ngekos. Menghemat-sehemat-hematnya sampe dikasihani sama anak-anak. Ya gimana nggak... makan sekali 3000 rupiah. Minumnya air putih pula (biar gratis dan gak nambah biaya minum). Hehehe. Bahkan aku pun sampai nggak nyewa sepeda. Jadi aku nebeng si Tsaltsa. Kayanya kebangetan banget yah aku. Demi charger laptop yang rusak nih. Tapi, akhirnya pas pulang aku jadi orang kaya. Beli oleh-oleh banyak plus charger laptop. :D

Ah iya... Hari itu tanggal 27 Mei jam 16.00, aku juga ikutan dag dig dug nungguin pengumuman SNMPTN 2013. Dan, begitu tahu kalo keterima di Sastra Inggris, masyaAllah, nggak bisa terlukiskan bahagiaanyaa. Lega karena nggak perlu ikut SBMPTN. 

Tapi, pas Sabtu, pas anak-anak lagi ke Bromo, aku pun balik ke Surabaya. Alasannya? Rahasia!