RSS

Tak untuk Sendirian

Status FB salah seorang pesohor alumni sekolahku, ku copas dan ku paste di statusku. Aku suka sekali dengan kata-kata berikut ini,

"... Setiap orang yang ditakdirkan menjejakkan kakinya di sana, adalah orang-orang yang harus siap menebus dirinya dengan tidak hidup untuk dirinya sendiri..."

Oke, kita hidup memang tak pernah sendiri, tetapi bukankah kita sering merasa "lebih menikmati kesendirian yang menyenangkan" (baca: egoisme)?

Ya... Sekolah itu telah memilih penghuninya sendiri. Seperti topi Hogwarts yang menyaring para murid baru yang akan masuk asrama Gryffindor, Ravenclaw, Hufflepuff, atau Slytherin; sekolahku seakan tahu mana para remaja yang siap menjadi abdi negara dan rela mengubah wajah bangsanya dengan tangannya.

Status itu sendiri seakan mengembalikan kakiku ke tanah. Dan lebih mendesak ego ini mengalah untuk kepentingan massa yang perlu disejahterakan. Menyulut bara yang sempat padam karena kelelahan. Memusnahkan perasaan benci dan amarah dibalik tantangan.

Merangkul orang lain, melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk kita bersama, dan yang paling penting adalah menciptakan Indonesia yang berwibawa dan sejati.

"Jangan minta bebannya dikurangi, tapi mintalah kekuatan tambahan pada bahumu agar kau bisa mengangkat masalah itu dan menyelesaikannya"