RSS

Dandan yang Cantik

Harusnya aku bangun jam tiga dini hari. Dan itu artinya, jam sebelas aku harus tidur, apapun alasannya. Mengingat tubuhku ada alarm alami tiap empat jam. Ini sudah jam 0:01, aku masih setia di depan laptop.
Baiklah, ini hanya kisah seseorang yang menyuruhku berdandan dengan cantik.

Cantik untuk siapa?
Aku sedang sendirian di sini, bahkan aku merasa beberapa hari terakhir ini aku bukanlah aku. Dan tiba-tiba, orang itu datang, mengatakan padaku, "Dandan yang cantik ya, dengan mukenahmu."
Aha, sungguh. Aku tak akan pernah melupakan ajakan dandan yang seperti ini.

Mengapa?
Karena tadi pagi, majalah langgananku nyampe ke rumah dan menyuguhkan artikel yang sangat waaaaaoooow! Simak saja isinya: tetaplah memantapkan hati dan diri di sini. Tidak ada balasan yang lebih baik kecuali dariNya."

Dan, aku takut tak dapat menjawab pertanyaan selanjutnya,
Bagaimana.
Semoga tubuh dan jiwa ini dilingkupi keyakinan, dibekali kekuatan, dan diselimuti kelembutan.
Yang sekaligus mampu mengikis rasa egois dan kelelahan yang nilainya tak lebih dari seujung kuku Sang Nabi.