RSS

Just be Patience


Terkadang, di awal kita harus menjadi orang yang sama sekali berbeda untuk mencapai apa tujuan kita. 
Sulit?
Tidak, selama kau tetap mau dan mampu membesarkan cita-citamu;
Menyertakan Allah di setiap langkahmu

The Dream

Banyak yang ngomong soal mimpi. Tapi, merealisasikan mimpi itu penuh liku-liku nggak sih ?
Iya dong. Nah, menurutku, merealisasikan mimpi sendiri itu seperti going an extra miles. Kita harus berusaha, mikir, dan berdoa ekstra supaya mimpi kita benar-benar terwujud. Dan tersadarlah aku pas mau tidur tadi malam:

Mimpi memang membawamu sukses, tapi pencapaian mimpi adalah sebuah perjalanan seorang manusia. Misalkan, sekarang inilah rumahmu. Mimpimu ada jauh di seberang sana. Dan kau ingin menggapainya. Maka, sebelum melangkah keluar, Niatkanlah untuk hal yang baik. Ketika kau keluar dari pintu pagar, jalan pertama yang kau lalui bernama Do'a. Di sini, kau bisa meminta apa saja kepada Allah -terutama untuk kekuatan hati dan keimanan-, mintalah. InsyaAllah dia akan mengabulkan.

Kini di ujung jalan pertama ada sebuah gunung yang sangat tinggi. Ia disebut gunung usaha. Merasa malas mendakinya? Please, di balik gunung itu ada mimpimu! Ada kebahagiaan yang besar di sana. Dan ingatlah, kau memiliki bekal yang tak terbatas untuk mendaki gunung itu! At least, kau punya Allah. Dengan namaNya, apapun kegiatanmu menjadi ringan, karena ada Dia yang selalu siap membantumu. Hati-hati, seimbangkan dirimu agar tak jatuh. Jurang di sebelah kirimu sangat dalam. Hati-hati. SEIMBANGKAN DIRIMU.

Medan paling terjal tentulah dijumpai di gunung itu. Tak apa, ini hanyalah rintangan kecil. Kau mampu melewatinya. Merasa tak suka dan mual? Percayalah, semua itu ada obatnya: fokuslah dengan mimpimu. Masih banyak yang harus kau pikirkan selain rasa sakit itu. Jangan coba-coba memprovokasi otak dengan hal-hal yang tak penting seperti itu. Terus motivasi hati dan perasaanmu. Sekali lagi, ketika kau kehilangan kekuatan, mintalah padaNya. Jangan putus asa. Jangan menyerah!

Merasa hilang arah dan terluka? Kembalikan dirimu dulu kepada Penciptamu. Kembalikanlah hatimu ke jalan yang benar. Lalu, bangkitlah pelan-pelan. Tidak apa-apa. Kau bukan malaikat, bukan? Mungkin kau perlu beristirahat sejenak atas perjalananmu. Allah tahu itu, kok. Ingat, tetap melangkah dengan namaNya ya. Tak perlu takut. Ada yang selalu menjaga dan mengawasimu. Kau aman.

Menemukan teman seperjalanan? Silakan diterima bila ia searah denganmu. Kalau tidak, tak perlu ragu mengatakan pada temanmu itu. Tentunya, perjalanan panjangmu tak akan membosankan. Ada ia yang mengajakmu bercanda, membagi bekal, semangat, sekaligus saling mengingatkan tentang tujuan. Mimpimu. Berbahagialah.

Lihat, di ujung itu, sebuah sinar telah menunggumu. Ia sangat indah, bukan? Jauh melebihi bayanganmu. Begitulah, doa dan usaha mu telah didengarkan olehNya. Tentunya, itu sebanding dengan kesulitan-kesulitanmu di tengah jalan tadi. Bukan begitu?

See u @mimpiku.

Dunia Dewasa

Novel yang intinya berkisah tentang bagaimana cara mengalah yang benar.

A gift from my friend, yang nggak nyangka ternyata isinya sangat berbobot (emang bacanya totally mikir) dan sangat menohok untukku.

Isinya penuh dengan benturan-benturan. Tapi, dengan novel ini aku mendapatkan sedikit gambaran; gimana sih dunia dewasa  itu. Berhubung sekarang sedang memasuki fase dewasa tanggung. Belum sepenuhnya dewasa. Yang jelas, masih berkutat dengan idealisme membara dan tanpa sadar terselip keegoisan di sana-sini.

Dunia dewasa dalam Rinai (itu judul novelnya), adalah dunia yang penuh pilihan hidup beserta konsekuensinya. Dunia yang penuh dengan pengambilan sikap di luar nalar sekaligus harga yang harus dibayar. Ketika aku akhirnya tahu bahwa Rinai bisa ikut terbang ke Gaza, Palestina karena dia seorang penurut, bukan pemberontak seperti teman-temannya; aku jadi bertanya-tanya, apakah dunia dewasa penuh dengan intrik?

Jika ya, well. Aku sama sekali bukanlah orang yang suka dan cakap mengatasi intrik. Buat apa gitu meracuni hidup dengan intrik? Kalau toh masih bisa diusahakan dengan keaslian dan ketulusan, intrik sangat tidak diperlukan. Ah, mungkin konsep intrik hanya berlaku bagi manusia yang tak berTuhan. Yang bahkan tak percaya setiap tindak tanduknya akan dilihat olehNya.

Di tengah kebingunganku dengan intrik, Gaza menawarkan perilaku yang lebih manusiawi. Mereka berhasil menunjukkan tentang cara bertahan, mengalah, dan menghargai sekaligus menghormati yang benar. Mereka juga paham bagaimana menjalin persahabatan yang benar. Kurasa, di Gaza-lah ukhuwah berdasarkan keimanan benar-benar terwujud. Gambaran ideal kehidupan sebagai muslim/muslimah terajut di sana.

SMALA!

Lambang SMAN 5 Surabaya
Sebuah keprihatinan atas sedikit-banyak hal yang berubah
Tentang Smala-ku
----------------------------------------------------------

SMA Negeri 5 Surabaya itu, setahuku adalah sekolah yang super kueren. Bahkan, walaupun ketika SD aku belum tahu bagaimana kehidupan Smala seluruhnya, tapi aku berani berkata, "Aku akan sekolah di SMAN 5 Surabaya setelah menamatkan SMP di SMPN 1 Surabaya."
Tahukah yang terjadi?

BOOM!
Tiba-tiba saja aku sudah di sana mengenakan seragam putih abu-abu dan sebuah pin lambang SMA Negeri 5 Surabaya. Segera saja kisah-kisah baru bergulir mewarnai hari-hariku di sini. Berawal dari BIRAMA (Bimbingan Rohani Lima) yang wajib dijalani siswa kelas X. Hari itu, aku dan teman-teman baruku dipertemukan dengan dua mentor yang di kemudian hari akan kupanggil master, Mbak Qomi dan Mbak Hanif yang notabene adalah para petinggi Smala. Dari mereka berdualah aku mulai sedikit-demi sedikit tahu tentang sekolah para calon pemimpin peradaban ini.

Pengalaman-pengalaman beliau-beliau itu sangat banyak; terutama tentang organisasi dan pengaderan. Hingga akupun tahu, Smala zaman dulu adalah Smala yang siswa-siswinya balance antara pelajaran dan organisasinya. Gak manja. Gak hedon. Sederhana. Merakyat.
Dan, selayaknya itu dipertahankan hingga sekarang. Dan nanti. Sampai nanti.

PERISAI
Cheerliar Gen Songo

Koridor Lagi Sepi

Ini kelas pertamaku lhoo ^_^ (X-9)

4H-3N

Aneh, ajaib, dan... indah.

Aneh, karena aku tiba-tiba bertransformasi jadi orang yang kuat dan tegar; nriman. Dan bisa merasakan perasaan orang-orang yang mencintaiku. Fakta kecil itu kudapat di malam tak berbintang, hanya terdengar suara gemerisik air, serangga, dan desau angin.
Merasakan betapa aku kehilangan mereka. Merasakan bahwa aku sangat mencintai mereka.

Ajaib, karena aku tiba-tiba mendapatkan suntikan spirit from the mother nature about going to school. Feeling the precious friendship and the real teamwork. Walopun tentu saja ada beberapa hal yang tidak mengenakkan -(tapi he, kalo gak gitu hidupku lak terus-terusan monoton warnanya)- yang wajib dihadapi.
Hm... bukankah itu tergantung dari bagaimana cara kita menghadapinya?
"Jadikan hatimu seluas telaga."

Indah, karena aku menemui orang-orang dengan pribadi yang sama sekali berbeda ketika di sekolah. Padahal aku berjumpa dengan mereka setiap hari di sekolah. Aku juga selalu menyapa beberapa dari mereka (yang benar-benar aku kenal). Tapi di sana, mereka seolah menunjukkan jati dirinya. Dan perpaduan kami benar-benar indah.

Ah, walaupun ada bonus terjemahan dalam arti indah, biarlah itu kusimpan dalam memoriku.
Biar kisah satu itu terendap di relung sana.

So much thank you to Allah...

Ayumi (Step)

だれしもぶくらおもいあぐね、いろんなしがらみをかけて
Dare shimo bokura omoi agune ironna shigarami wo kakaete
かなえたいゆめにむかうとちゅう
Kanaetai yume ni mukau tochuu
まだえないゆめをつかいたくて

Mada enai yume wo tsukamitakute
はをくいしばってかおをあげて

Ha wo kuishibatte kao wo agete
なにくそまけるか!とこころきめ

“Nani kuso! Makeru ka!” to kokoro kime
少しずつまえすすめばいい

Sukoshi zutsu mae e susumeba ii

いつかはさかすたいりんのはな
Itsuka wa sakasu tairin no hana
いまはどこでもひたすらむねに
Ima wa doro demo hitasura mune ni

てをあてがってすべてやれてるかい
Te wo ategatte “subete yareteru kai?”

さあいこうきみのいまこえていこう
Saa ikou!!! Kimi no ima koete ikou


きずけばいつかみえるあした
Kizukeba itsuka mieru ashita 
どんあいっぽもむだにはならない
Donna ippo mo muda ni wa naranai

たいせつないまひびのなかで
Taisetsu na ima hibi no naka de 

ただむねはってあゆみつずけよう
Tada mune hatte “ayumi” tsuzukeyou


そりゃだれだっておもいどおりいかずに
Sorya dare datte omoi doori ikazu ni 
つまずきひととくらべ
Tsumazuki hito to kurabe

自分だけなんだときめつけてじぶんまけたんだこころしめて
Jibun dake nan da to kimetsukete jibun maketan da kokoro shimete

ばかにされてかなしくなって
Baka ni sarete kanashiku natte

まただれかのせいにしてにげて
Mata dareka no sei ni shite nigete

そんなじぶんがゆるせなくて
Sonna jibun ga yurusenakute


いつかであえるさいこうのじぶん
Itsuka deaeru saikou no jibun 
みじめなときはわらえばいいさ
Mijime na toki wa waraeba ii sa

だいじなことはみえていますか
Daiji na koto wa miete imasu ka?

さあいこう!きみならいけるあした
Saa ikou!!! Kimi nara ikeru ashita


きずけばいつかみえるあした
Kizukeba itsuka mieru ashita 
どんあいっぽもむだにはならない
Donna ippo mo muda ni wa naranai

たいせつないまひびのなかで
Taisetsu na ima hibi no naka de 

ただむねはってあゆみつずけよう
Tada mune hatte “ayumi” tsuzukeyou


Hey yo! just keep on walking it!!!
ただそれだけでいい
Tada sore dake de ii

とくべつなんてほんとううそっぱちです
Tokubetsu nante hontou usoppachi desu 
あしですすんだひびがいまのきみえ
Ashi de susunda hibi ga ima no kimi e

まええすすんでえがいたMyselfがいてあせみずかいて
Mae e susunde egaita myself ga ite asemizu kaite

ナチ手内でマジでかいゆめつかむこころをわすれないで
Naite naide maji dekai yume tsukamu kokoro wo wasurenaide

きえないゆうきをこころきざみ
Kienai yuuki wo kokoro kizami 

みえないあすをきりひらくかぎ
Mienai asu wo kirihiraku kagi


築けばいつか見える明日
Kizukeba itsuka mieru ashita 
どんな一歩も無駄にはならない
Donna ippo mo muda ni wa naranai

大切な今日々の中で
Taisetsu na ima hibi no naka de 

ただむねはって歩みつずけよう
Tada mune hatte “ayumi” tsuzukeyou


きずけばいつかみえるはずさ
Kizukeba itsuka mieru hazu sa 
どんあいっぽもきみになってく
Donna ippo mo kimi ni natteku

たいせつないまひびのなかで
Taisetsu na ima hibi no naka de 

こぶしかかげてあゆみつずけよう
Kobushi kakagete “ayumi” tsuzukeyou