RSS

Penyebutan Nama Orang Jepang

Yah, teringat dengan salah satu teman saya yang memanggil-manggil penpal Nihon-jin nya dengan sebutan "Oneechan" di surat pribadinya yang pertama, jadi ketawa sendiri. Ternyata, Nihon-jin yang disebutnya Oneechan itu adalah wanita berusia 41 tahun, hanya belum menikah, desukara jadi aktif di social networking such as Twitter (buat cari jodoh kali). Hehehehehehe. Doumo sumimasen :)

Hehehe. Walaupun udah tau banget yang namanya berbagai macam panggilan, tapi tetep aja. Kalo nggak hati-hati.... Rrrrr... such a bad and an awkward thing. Jadi, inilah sedikit bagaimana caranya memanggil seseorang di Jepang. Perhatikan baik-baik ya...

(nama)-sama: peringkat paling tinggi. Dipakai untuk orang yang lebih tua/lebih tinggi derajatnya. Bisa juga sih dipake buat seseorang yang kita hormati karena kita cintai. Contoh: kaya di Mei-chan no Shitsuji. Si Lucia sampe manggil -sama ke pelayannya. Jadi gini, Rihito-sama. Padahal jelas-jelas si Rihito adalah PELAYANNYA. Epek Virus Merah Jambu nih. Hehehe...
 

(nama)-dono: setingkat dibawah -sama, tapi juga menandakan rasa hormat (lebih mengarah pada  arti “tuan..”). Ini gatau nih gimana cara makenya. Lagi nunggu Nojima Sensei njelasin. Ah, ya. Udah dapet penjelasan dari beliau. Jadi, -dono ini bentuk yang sangat regular sekali. Biasa gitu, tapi masih belum tahu maksudnya. Dan di zaman Samurai, -dono adalah panggilan khas bagi Samurai untuk memanggil seseorang.
 

(nama)-sensei: guru/dokter. Pokoknya dipake ke seseorang yang kita anggap punya ilmu lebih di bidangnya.
 

(nama)-sempai: senior. No explanation lagi ya. Udah pada pinter kalo make istilah ini. Nonton aja dorama yang temanya anak sekolahan. Pasti nemu banyak.
 

(nama)-san: untuk normal, biasanya buat yang baru ketemu/belom akrab. Paling aman dalam hal manggil-memanggil. Tapi, jangan sekali-sekali ketika memperkenalkan diri sendiri menggunakan -san. Contoh: Saya Annisa. tapi dibahasa jepangkan jadi Watashi wa Annisa-san desu. Wah, ini parah. Big no no no!
 

(nama)-chan: untuk anak kecil atau orang yang udah akrab. Rrr... hati-hati menggunakan -chan yang terkesan imut-imut ini. Panggilan ini ditujukan (lagi-lagi) kepada orang yang dicintai. Misal kepada Ibu, kakak, adik cewek, atau lainnya. You know who.
 

(nama)-kun: untuk cowok atau ke orang yang statusnya lebih rendah
 

(nama)-han: normal untuk logat kansai (kalau ga salah). Gak tau makenya nih.
 

(nama)-(kosong): untuk memanggil orang yang derajatnya dibawah kita. Ini mah, biasanya dipake kalo lagi buru-buru, mangkel sama orangnya, atau lagi gak mood pake akhiran di atas-atas.


Kata ganti orang ;
• watakushi : saya(sangat formal)
• watashi: saya(formal)
• atashi: aku(cewek), kesannya cewe kalem
• boku: aku(cowok)
• ore: gw/aku (gaul)
• bokutachi: kami
• bokura : mereka
• kimi : kamu(biasa)
• anata : kamu (penggunaan yang satu ini harus hati2!)
• omae : kau! (sangat kasar)
• watashitachi = kami
• anatatachi = kalian
• aitsu = dia
• kare = dia cowo
• kanojo = dia cewe
• aitsutachi = mereka

*tambahan semua kata subjek (watashi/ore/boku/kimi/anata dll) ditambahin tachi berarti jamak
contohnya:
• watashitachi = kami
• anatatachi = kalian


untuk  kt.tunjuk orang ketiga jamak : ano hito tachi


kt.tunjuk orang ketiga tunggal:


-kare =dia (cow)


-kanojo =dia (cew)


-ano hito = dia (bahasa yg sopan)


-ano kata = dia (bahasa yg lebih sopan)


Kalo sudah tahu, jangan sampai seperti teman saya ya.... :)
Berbahasalah yang sopan dengan siapapun di manapun dan kapanpun.

EJU Listening Comprehension

Monggo yang mau latihan buat persiapan EJU Juni nanti... :)

 Kalo mau lebih lengkap plus teksnya (tentunya tidak dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris ya), please feel free to view this page :

http://www.jlpt.jp/e/samples/forlearners.html

さおりちゃんの手紙

アンニサ ロフマ サリ さん
 
こんにちは!
メール ありがとう。
はじめまして。 私は よしなが さおり です。
 
私は だいがく 4 ねんせい です。 21さい です。
えいごの べんきょうを しています。
東京に すんでいます。
 
日本が 好きなのですね。 日本の どこが 好きですか?
私は 日本の しぜん が 好きです。
日本は いま はるです。
きれいな さくらが さきました。
 これからも きれいな はな が たくさん さきます。
日本に いけると いいですね!
 
東京は あそぶところが たくさん あります。
ショッピング が たのしいです。
きれいな たてもの も あります。
なつに スカイツリー が できます。
おすし や おそば も おいしいです。
日本の たべものは 好きですか?
 
しゃしんを みれませんでした(T_T)
インドネシアは いったことがないです。
バリ や スラバヤに いってみたいです。
 
それでは
 
よしなが さおり
 
Finally, I've received a letter from foreigners :)
So, it was from Saori-neesan; Nojima Sensei's cousin.
She's still a college student. She told me about some shopping places, Tokyo Disneyland、Spring time, and Sakura. When will I go there?
 
And, one thing that I've to thank to Allah. My task is finished.
He makes  me easy for this 日本語。
ありがとう ございます、Ya Allah... Alhamdulillah...

Hapuslah, Jika Memang Harus Dihapus!

Semakin banyak kita mengenal orang lain, maka akan semakin besar pula kita menerima berbagai respon. Pemikiran orang-orang yang kadang terlalu bertentangan dengan kita, ataupun sikap mereka yang kurang cocok dengan kita. Tetapi, satu hal yang menjadi ketentuanNya adalah: KITA TAK BISA MENGHINDAR dari orang-orang tersebut.

Atau, ada kalanya kita berjumpa dengan seseorang yang benar-benar asing bagi kita, tapi tiba-tiba saja orang itu sudah terlalu banyak "masuk" ke dalam dunia kita. Yah, mungkin kalau dia memberikan kebahagiaan dan mengubah kita menjadi lebih baik sih, nggak apa-apa. Kalau dia memberikan dampak buruk bagi kita?

Sepertinya, kita memang harus menghapus track record nya. 

Haruskah Meremove-nya?
Namun, pernahkah kita berpikir,
"Saya sudah dewasa. Dan menjadi dewasa artinya adalah tidak membesar-besarkan hal yang kecil. Tidak mengeluh ketika diberi ujian dariNya. Tidak mengungkit sesuatu yang membuat saya kesal. Berusaha menjadi sosok yang tegar. Plus menghargai dan mengerti posisi orang lain."

Jadi, hapuslah jika memang perlu dihapus. 
Jika terlalu parah, biarkan waktu yang menghapus kerak-kerak luka di hatimu melalui keagunganNya
Jika terlalu sedih, biarkan hatimu menemukan serpihan ketegaran yang dipanjatkan kepada Pemiliknya
Jika terlalu susah, biarkan Allah, dengan segala kuasaNya memberikanmu sebuah ujian kedewasaan

Yang perlu kau lakukan hanyalah,
Menerimanya, ikhlas Lillahi Ta'ala.

Assalaamu'alaikum: The Beauty of Islam


Subhanallah...
Di sebuah forum (Lang-8.com), seorang teman dari Jepang yang belajar bahasa arab bilang kalau dia suka dengan kata "Assalamu'alaikum."

Yupz, Assalamu'alaikum = Semoga salam serta keselamatan untukmu. Atau lebih lengkapnya lagi Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sebuah sunnah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam ketika beliau bertemu dengan para sahabah dan sahabiyah. Tentunya salam ini diucapkan dengan sedikit jabat tangan (sesama jenis) dan senyum yang menawan. Ah, indahnya. Apalagi kalau ala akhwat nih, ditambahi cipika-cipiki. 

Oke, balik lagi ke teman saya. Selain itu, dia suka Salam Keselamatan ini karena jawaban dari orang yang diberi salam berbeda. Nggak seperti salam pada umumnya yang dijawab sama. Contoh: Good Morning jawabannya juga Good Morning. Konnichiwa jawabannya juga Konnichiwa. Tahu dong ya, jawaban dari Assalamu'alaikum, yang tentu saja Wa'alaikumsalam. Di mana, jawaban itu menandakan si penerima salam juga ikut mendoakan orang yang mengucapkan salam padanya.

Sayangnya, dia bersikukuh bahwa salam ini bisa digunakan oleh siapa saja, termasuk non-Muslim. Ingin rasanya, bilang bahwa Assalamu'alaikum adalah salam khusus Muslim. Tapi, karena saya tak mau menyinggungnya, biarkan dia menemukan sendiri dan syukur-syukur kalau dia jadi Muallaf karena salam ini. :)

Huft... baru sadar (lebih tepatnya tersadarkan) ternyata ucapan salam yang selama ini kita singkat-singkat jadi "Salamlekum" atau "Mekuum" atau apapun itu ternyata Subhanallah sekali, Kawan!

So, semoga setelah membaca post ini, saya harap nggak lagi menyingkat-nyingkat salam keselamatan yang sengaja diturunkan Allah khusus kepada umat Islam. Kalau teman saya yang non Muslim itu saja sadar betapa dia cinta dengan Assalaamu'alaikum, kenapa kita sebagai Muslim malah menyingkat-nyingkatnya, bahkan tak mau mengucapkannya?


e-KTP: Peluang Kecil Korupsi?


e-KTP.... katanya GRATIS...

Kok, antri fotonya pake bayar MINIMAL sepuluh ribu rupiah ya?

Lucunya...

Tuh uang, cuma dibuat ANTRI GILIRAN!

Apaan kaya gitu itu. Ini masih di Kelurahan.

Hmm... tugas generasiku lah untuk meluruskan perbuatan yang seperti ini!

Menyoal Cinta

Belakangan ini suka dengan hadits dari Anas bin Malik RA dari Rasulullah S.A.W. yang artinya,

Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai.

Jangan Telat Po'o....


Terlambat.
(Artinya => tidak tepat waktu, molor, nelat yang tentu saja berkorelasi dengan suka menunda)

Kawan, terlambat, nelat, ngaret, molor, dan sebagainya ini... percayalah
sungguh sangat-sangat merugikan. Merugikan diri sendiri dan orang lain.

Tapi, herannya... budaya "LATE" ini sudah mengakar di masyarakat kita. Secara sadar atau tidak, budaya terlambat ditanamkan sejak kecil.
Contohnya waktu kita pertama kali sedang semangat '45 karena akan masuk sekolah pertama kita, TK. Walaupun kata Bu Guru bel baru bunyi jam 7, jam 6 pagi kita sudah merengek-rengek minta diantar saat itu juga. Ini adalah gara-gara saking semangatnya. Pasti orang tua kita bilangnya begini, "Nanti dulu, Nak... Ini masih jam enam. Masih satu jam lagi."

Eh, jam sudah menunjukkan angka 7 dan 12. Bukankah itu sudah waktunya masuk kelas? Ya, mungkin waktu itu kita belum tahu jam berapa itu. Tapi setidaknya, kita tahu bahwa matahari sudah tinggi dan seharusnya kita duduk manis di kelas. Saat itu juga, kita merayu Mama dan Papa untuk segera berangkat. "Haduh, paling-paling, Bu Guru datangnya lima menit lagi. Sebentar ya, Sayang."

Nah, akhirnya kita pun akan kebiasaan dengan jawaban-jawaban seperti itu. Jawaban-jawaban yang mengandung kata: NANTI dan SEBENTAR. Bukan menyalahkan orang tua. Ada baiknya, kita introspeksi diri lah.

Lucunya lagi, keterlambatan ini sudah mencapai tahap yang sangat parah. Bahkan, sidang paripurna DPR (lihat di sini) sampai diundur satu jam! Apalagi masalahnya kalau seluruh anggota sidang belum hadir. Nah lho. Padahal ya, sidang ini adalah sidang penting yang membahas kemakmuran rakyat. Lha kalau sidang para pemimpinnya saja terlambat, bagaimana dengan bawahan rakyatnya?

Bicara soal keterlambatan, artinya bicara soal pentingnya waktu. Ada sebuah rangkaian kata-kata bijak:
Untuk bisa menghargai waktu SATU TAHUN, tanyakan kepada orang yang gagal dalam ujian tahunannya
Untuk bisa menghargai waktu SATU HARI, tanyakan kepada wartawan media massa yang terbit harian
Untuk bisa menghargai waktu SATU DETIK, tanyakan kepada orang yang selamat dari kecelakaan


Tidak bisakah kita mencontoh Jepang, salah satu negara yang pernah menjajah kita dan menanamkan nilai kedisiplinan yang sangat tinggi kepada bangsa ini?
Kemanakah budaya super disiplin yang dulu pernah ditegakkan oleh mereka kita?

Indonesia memang terkenal ramah dan mudah bergaul.
Tetapi saya malu, karena ternyata Indonesia juga negara karet. Tentu bukan hanya dalam makna sebenarnya, tapi juga konotasinya: suka menunda dan akhirnya TERLAMBAT!

Baiklah, cara termudahnya adalah...
Instrospeksi diri. Mulailah dari diri sendiri dulu. Karena Allah akan selalu mengumpulkan kita dengan orang-orang yang cenderung berperilaku sama dengan kita.
Jangan terlambat lagi ya, Kawan.... :)

Cita-Cita Sampingan

Akhir-akhir ini, banyak LBB yang nawarin produk bimbelnya ke sekolahku. Hmzzz.. Mulai dari Neutron, GO, dan SSC. Dan (mungkin) aku adalah satu-satunya anak di kelas yang "merasa salah jurusan" dan "tersakiti diam-diam".

Well, tak ada yang salah memang. Toh, kita semua diciptakan berbeda-beda. Dengan minat yang berbeda pula. Entah kenapa, aku selalu minder saat perwakilan LBB atau siapapun non penduduk kelasku bertanya akan ke mana kami setelah lulus SMA.

FK UI
FK UGM
FK UNAIR
Teknik Kimia...
MIPA
SITH...
Biologi...
FKM...
Elektro
Teknik Informatika...
Begitulah jawaban sebagian besar mereka.

Hhh... aku pasti menyahut dalam hati; Ya. Hanya dalam hati. Tak perlu kukeraskan. Karena aku tahu, aku ada di jurusan IPA. Dan seperti inilah yang aku katakan:

Jurusan Bahasa Jepang.

Dan, perihal kampusnya... (yang dipilihin ortuku) aku masih terlalu ragu ke sana. Jujur, aku ingin LANGSUNG pergi ke negaranya! Biar aku bisa tahu habitat asli mereka di sana itu kaya apa.
Yupz... aku akan melakukan sesuatu saat aku telah resmi menerima ijazah SMA jurusan IPA ini. :)

Hei, kawan... Lihatlah. Aku kan berada di negara ini:



Don't be panic. It's just about passion. Do what you want to do. Reach your dream. Don't stop here. A long journey still waiting you. Let the other said A, B, or C. But you... be yourself. Start your future, now!

Ganbatte kudasai, Annisa-chan.
Anata wa nihon e iku koto ga dekimasu.
Allah will help you.
Hamazah, Ukhti....