RSS

Kenapa Aku Memilih Sastra

Sastra itu...
Sesuatu yang menyenangkan,


Sastra itu menyentuh jiwa-jiwa yang terluka,
Jiwa-jiwa yang berharap-harap cemas akan cinta

Penuh Pertimbangan

Semakin dewasa, tentu kita semakin banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Ketika hati gundah, kita akan mulai berpikir, tentang...
-Hakikat kebenaran perilaku-perilaku kita
-Kebenaran setiap rencana Allah untuk kita
-Kesabaran yang kian menipis
-Orang-orang yang kita cintai (ortu dan teman2 di sekeliling kita)
-Bahkan setiap doa, usaha, dan harapan kita
Tetapi, ada satu hal yang menarik, yang sebenarnya seringkali terlewat dari benak kita:

Sudahkah kita bersyukur?

Entah mengapa, pertanyaan bersyukur, terkembalikan lagi pada NIAT yang telah kita rajut di awal-awal. Entah mengapa pula, pertanyaan bersyukur ini, mengembalikan kita pada suatu titik di mana akhirnya kita mempertimbangkan segala sesuatunya.

Seperti misalnya,

Ya Allah, terima kasih. Alhamdulillah. Kalau saja Engkau benar-benar memberitahuku hal yang sebenarnya, aku nggak tahu apakah aku akan kuat melihat, merasakan, dan mendengarnya.
Atau
Ya Allah, maafkan aku karena aku telah melenceng dari niatku sebelumnya. Kini, akan kuperbaiki lagi niatku.

Hati ini gundah, ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan ketentuanNya. Bener kan? Akhirnya, kita memulai untuk menganalisa setiap langkah-langkah kita. Apakah ada yang kurang atau salah? Kemudian, ketika kita berhasil menemukan lubang di sudut hati yang paling dalam, kita tahu bahwa sebenarnya kitalah yang membuat semua itu rumit. Kita sendirilah yang terlalu memaksakan kehendak, hingga ada luka yang membuat gundah.

Akhirnya, pertimbangan-pertimbangan itu mulai kita buat. 
Jika aku melakukan ini, maka dampaknya akan seperti ini.
Jika aku melakukan itu, maka dampaknya akan seperti itu.
Dari sana pulalah, sedikit-demi sedikit, kita akan belajar menjadi seseorang yang dewasa. 
Penuh pertimbangan, tetapi masih optimis. 
Penuh pertimbangan, bukan berarti pesimis.
No!

Sekali lagi, hidup dengan pertimbangan adalah hidup yang baik. Toh kita mengambil pertimbangan karena ada fitrah yang telah diberikan Allah untuk berbuat fastabiqul khoiroh. Toh kita mengambil pertimbangan untuk kebaikan. Jadi, apa salahnya. 

Ya, jadi... sebenarnya rumus dari hidup ideal adalah:

Pertimbangan + Niat + Do'a + Usaha + Harapan = SUKSES

Just Do IT!

Antara Jepang dan Pemikiran Anak IPS

Hm... Subhanallah. Ini adalah suatu sensasi yang baru. Yah, baru kali ini merasakan suatu kelegaan yang luar biasa. Thanks for my god, Allah Subhanahu Wata'ala. Thanks for His love to me. Alhamdulillah wasyukurillah.

Baru kedatangan tamu dari perwakilan IMC buat presentasi EJU, sekolahku menjadi center ujian EJU (Examination for Japanese University) tahun ini. Alhamdulillah lagi, nggak perlu susah2 ke Ketintang. Di presentasi singkat itu, sekali lagi aku dibangunkan oleh budaya Jepang yang terkenal dengan kedisiplinannya, toleransinya, dan semangatnya. 

Barusan juga membuka email dari seorang teman (penduduk IPS di sekolahku). Dia merasakan kasih sayangNya yang begitu besar sebagai ganjaran dari kesungguhan dan keikhlasannya. Dan, untuk yang kedua kali lagi aku dibangunkan dari sesuatu hal. Tiba-tiba, media pembelajaran ini terasa begitu menyenangkan. Ternyata, Allah memang mengirimkan "something" melalui cara-cara yang tidak terduga. Tiba-tiba saja, kehidupan ini menjadi lebih berwarna. 

"Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?" Ar-Rahman:55

Alhamdulillah. Kejadian-kejadian minggu ini,.... kata-kata sekelas Kahlil Gibran pun tak akan sanggup menjelaskannya.

Zettai Kareshi (Absolute Boyfriend)


Komentar:

Bahwa kebahagiaan hidup sebenarnya justru tidak didapatkan dari sesuatu yang sempurna;
Karena sesuatu yang sempurna itu sendiri sebenarnya (jika boleh berkata) kebanyakan hanya akan membuat sakit hati pada akhirnya.

Sisi Lain Sepak Bola?

Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, akhirnya tadi pagi aku bisa tersenyum sepuas-puasnya. Ngakak pol malah. Alias tersimpan berjuta kebahagiaan di balik tawa itu. Mpe lupa kalo ada malaikat maut yang muncul di depanku tiap 7 menit sekali.

Melalui sepak bola.

Jadi, Bu In, guru olahragaku menyuruhku dan cewek-cewek SNIPER (XI 9) untuk bermain bola. Bayangin aja aku udah ketawa habis-habisan. Taulah, cewek awam yang gak ahli bola itu mainnya kaya apa. Di mana bolanya, maka di sanalah kaum hawa keroyokan ngambil bolanya. Saling sikut, saling injek, saling slading, dan saling-saling lainnya yang tentu saja egois (nggak mikir buat ngoper ke temen se-timnya). Satu lagi: saling berteriak-teriak ala tante girang setiap saat. Nggak ada bedanya antara bola gagal ditendang ato bola salah lewat, ato bola out, ato keinjek kaki anak lain.

Dan kaum adam yang jumlahnya nggak sampe 10 butir itu mentertawakan kami selama kami bermain sambil duduk di bawah gambar istana sebelah pendopo. Kata mereka: KONYOL!

Jadi yang setim denganku adalah Suti, Chibo, Wanda, Bena, dan Meta. Kami bagi tugas. Wanda keeper; Suti 'n Chibo jadi bek; Meta, Bena, dan aku jadi striker. Nah, susahnya lawan kami adalah para maniak bola a.k.a Fio, Disa, Nisyok, Lina, Nimed, dan Onyiip. Guila! 2 anak basket, 1 anak Smalapala, dan 2 anak PAS-Q di situ. Bayangin aja, 4 anak itu ndewo di faktor kecepatan berlari. Andalan kami cuma 1: Meta.

Suti, "Duh, lawan kita kaya gini Nis. Kayaknya bakal gagal nih." (kira-kira begitu)

Well, kali ini Pangerannya Meta (Dance) tuh yang jadi wasit. Soalnya dia expert di bidang futsal daripada kami, yang cewek.

Prrriiiiiiiiiiiitttttttttttttt............. Game is begun.

Bola dioper dari Fio ke Disa sodara-sodara. Dan... semuanya (seperti yang sudah kusebutkan di atas), ngerebutin tuh bola sepak kuning nan kecil sampe akhirnya out! Penonton kecewa... Tapi penontonnya malah ketawa kok.

Beberapa menit kemudian, gawang kami hampir saja kebobolan. Untunglah Chibo, Wanda, dan Suti bekerja cepat menghalau bola imut itu masuk gawang. Ada juga insiden Suti salah kaki pas nendang bola. Telapak kakinya gak tepat pol. Kontan, semuanya pada ketawa cekikikan.

Aku berusaha masuk daerah lawan, mencoba mencuri kesempatan yang mungkin bisa kudapatkan di daerah lawan yang hanya dijaga Lina dan Onyiip. Yahh... benar saja pemirsa, peluang-peluang emas yang diciptakan Meta dan Bena banyak berpihak padaku. Saking aku ae gak seberapa menguasai teknik sepak bola.
Sedikit mangkel juga sih, soalnya teamwork between Disa, Fio, dan Nisyok. Bencinya lagi, pas bolanya ke aku, mesti tabrakan sama Lina. Dan mesti disertai dengan teriakan-teriakan nggak penting yang sedikit memekakkan telinga. Hmm tapi justru teriakan-teriakan itu pula yang membuat permainan kami jadi seru.

Dan yeah.... GOOOL!!!! SESUATU banget!
Itu kaum adam langsung heboh masuk lapangan teriak-teriak gak jelas. Ceweknya? Tambah ngakak. Lha wong gol nya aja lucu. Jadi ceritanya, aku nendang bola dengan jarak 5 cm dari gawang. Sementara Onyip slow motion geraknya. Ya udah, lewat deh tuh bola ke gawang. Wakakakakak. :D

Tapi berikutnya, tim kami terbalas. Jadi 1-1. Yaah... Yo weslah, nggak apa-apa. Yang penting udah dapet kesempatan menang 1 kali.

At last, it was a very-very precious moment with SNIPER. Thank you ya girls atas semua kegilaan kalian pas main futsal. Thank you juga sudah mencerahkan hari-hari suramku.

#Buat yang gak ikut, ... Hem... uemaaaannnn poll. Pokoknya, jam olahraga pantang buat dilewatkan.

Sikap Seorang Muslim Kalo Valentin???



1.        Dari asal-usulnya kita ketahui bahwa perayaan hari valentine adalah suatu upacara suci orang-orang Romawi yang Animis sebagai ungkapan cinta kepada dewa mereka.
Tradisi ini adalah tradisi syirik tak ubahnya bagaikan ritual orang-orang Arab penyembah berhala mengungkapkan cinta berhala yang berada di sekeliling Ka'bah dengan cara mengelilinginya dalam keadaan telanjang tanpa memakai sehelai benangpun sambil bertepuk tangan dan bersiul, sebagaimana yang Allah jelaskan:
} وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِنْدَ البَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوْقُوْا العَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ (
"Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".(Q.S. Al Anfaal: 35).
Lalu tradisi ini dihapus Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam setelah menaklukkan kota Mekkah dan membersihkannya dari kesyirikan, dan Allah mengancam orang-orang yang melakukannya dengan siksaan yang pedih.
2.        Kemudian umat kristen Romawi mengadopsi tradisi ini dengan merayakan kematian Valentine sebagai lambang penebar cinta dan damai, akan tetapi itu cuma slogan karena prosesi perayaannya tak lebih dari kesempatan mencari pasangan haram untuk setahun kedepan bagaikan kucing yang mencari pasangannya untuk musim kawin di bulan Februari. Dan ini bertentangan dengan ajaran Kristen sehingga para pendeta melarangnya. Wahai umat islam sadarlah! perayaan valentine adalah bid'ah dalam agama Kristen dan dilarang untuk dirayakan pada awal masanya oleh para pendeta. Kenapa anda mau menghidupkannya kembali? Sungguh para pendeta tersebut lebih berakal daripada orang yang mengaku islam akan tetapi ikut merayakannya.
3.        Sebagain besar umat islam yang ikut merayakan valentine dengan saling berkirim kartu ucapan valentine atau menghadiahkan bunga mawar atau saling berkirim surat cinta atau ikut mengadakan atau hanya sekedar menghadiri acaranya. Umumnya mereka mengajukan alasan sebagai berikut:
gini nih yang bener ... :D
-         Para pemuda-pemudi beralasan bahwa mereka hanya memanfaatkan kesempatan valentine untuk mencari pasangan hidup yang setia.
-         Para pria dan wanita yang sudah berumah tangga beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk melanggengkan rumah tangga dengan saling mengungkapkan rasa cinta.
-         Orang-orang yang memiliki teman sejawat, sekantor, seprofesi yang beragama Kristen beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk mempererat hubungan.
Alasan yang mereka ajukan laksana menegakkan benang basah, sadar ataupun tidak mereka termasuk dalam ancaman sabda Nabi:
(( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ ))
 Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia dia adalah bagian dari kaum tersebut. H.R. Ahmad.
Maka orang islam yang ikut memeriahkan hari valentine sesungguhnya dia adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animis romawi kuno –na'uzubillah-.
Untuk para pemuda dan pemudi islam yang kehilangan jati diri! perayaan valentine bukanlah hari baik untuk mencari jodoh, karena ia merupakan perayaan syirik, walaupun anda mendapatkan pasangan setia saat itu di dunia sungguh dia bukan pasangan anda sejati, apalagi nanti di akhirat (mungkin juga di dunia) anda dan dia akan saling bermusuhan, karena pasangan yang sejati adalah pasangan yang bertakwa dan orang –orang bertakwa tidak akan mau menghadiri perayaan syirik semacam itu.
Allah taala berfirman:
} الأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ المُتَّقِيْنَ (
 "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa". (Q.S. Az Zukhruf :67)
Untuk Pasutri muslim yang lentera cintanya mulai redup! Memanfaatkan kesempatan syirik hanya akan memadamkan lentera cinta anda yang mulai redup dan akan menyulut api yang akan membakar rumahtangga anda.
      Untuk muslim dan muslimat yang tidak kenal lawan dan kawan! Allah tidak melarang anda untuk berteman dengan orang diluar islam, akan tetapi Allah melarang anda menaruh rasa cinta terhadap mereka dan lebih parah lagi jika anda mengungkapkannya dalam bentuk berkirim kartu atau hadiah di kesempatan syirik itu. Allah taala berfirman:
} لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَآدُّوْنَ مَنْ حَآدَّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَلَوْ كَانُوْا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيْرَتَهُمْ (
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (Q.S. Al Mujadilah : 22 ).
4.        Realita banyaknya umat islam yang ikut merayakan hari kasih- sayang ini sangat mengherankan padahal dalam agama islam telah menjelaskan secara lengkap tentang cara memelihara dan menuai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama muslim dan muslimat. Mereka bagaikan 'Bani Israel' yang menukar makanan dari langit dengan ketimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah, sungguh barter yang sia-sia.
Cinta dalam islam merupakan salah satu pilar penting dalam beribadah, ibadah yang tidak didasari rasa cinta akan terasa hampa.
Sedangkan ungkapan cinta kepada Allah dapat dipupuk dengan hal-hal berikut:
a.       Mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam :
} قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ (
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. (Q.S. Ali Imran: 31 )
b.      Melakukan amalan fardhu dan sunat, Nabi saw. bersabda:
(( وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ : فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ ))
" Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran tersebut, Aku menjadi penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bekerja  dengan tangan tersebut, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki tersebut. Andai ia minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta perlindungan-Ku, akan Kuberi”. HR. Bukhari.
c.       Sering membaca Al quran, dalam sebuah hadist Nabi:
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam mengutus seorang lelaki memimpin sebuah ekspedisi, dia selalu membaca sebuah (surat) ketika shalat mengimami para pasukannya dan menutup bacaannya dengan [قُل هو اللَّه أحد ] , tatkala mereka kembali, mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, Ia bersabda, "Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan hal tersebut? lalu mereka bertanya kepadanya, Ia berkata: “Karena surat tersebut (Al Ikhlash) menjelaskan sifat Ar Rahman, maka saya sangat cinta untuk membacanya,” lalu Rasulullah bersabda: “Beritahu dia bahwa Allah ta`ala mencintainya.” Muttafaq ’alaih.
d.      Mengucapkan assalamu'alaikum saat bertemu atau masuk rumah, sabda Nabi saw. :
“Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai, maukah aku tunjukkan kalian tentang suatu hal jika kalian melakukannya, kalian akan saling mencintai, tebarkan salam di antara kalian”. HR. Muslim.
e.       Saling mengunjungi, sabda Nabi:
“Seorang lelaki menziarahi saudaranya di kampung lain, lalu Allah mengutus seorang malaikat mengawasi perjalanannya, tatkala ia sampai di kampung tersebut, malaikat berkata : “Mau kemanakah engkau?”, ia berkata : “Aku ingin mendatangi saudaraku di kampung ini”, malaikat berkata : “Apakah engkau mengunjunginya karena ingin mendapatkan manfaat duniawi?”, ia berkata : “Tidak, hanya karena aku mencintainya karena Allah”, malaikat berkata : “Sungguh aku adalah utusan Allah kepadamu bahwasanya Allah telah mencintaimu seperti engkau mencintai si fulan karena-Nya”. HR. Muslim.
f.         Ungkapkan rasa cinta anda kepadanya dengan ucapan: " Aku mencintaimu karena Allah" dan yang diberi ucapan harus menjawab," semoga Allah mencintaimu". Sabda Nabi:
“Ada seorang lelaki di sisi Nabi shallallahu `alaihi wasallam, lalu seorang lelaki lewat maka yang di sisi Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintai orang ini”, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukannya?”, ia berkata : “Tidak”, ia bersabda : “Beritahu dia”, lalu ia menyusul orang tersebut dan berkata : “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”, lalu ia menjawab : “Semoga Zat yang engkau mencintaiku karena-Nya mencintaimu. HR Abu Daud
Bilamana tips di atas anda ikuti dan laksanakan dengan seksama niscaya anda akan terlepas dari belenggu cinta terhadap yang fana (binasa) berganti dengan cinta kepada Dzat yang Baqa' (kekal) yang menentramkan jiwa dan raga.
Semoga Allah menjadikan kita orang- orang yang saling bercinta karena-Nya yang nanti dijanjikan Allah mendapat naungan 'Arsy di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.
Akhirnya marilah kita menadahkan tangan berdoa kepada Allah dengan doa sya'ir cinta yang pernah dilantunkan oleh Nabi Daud dan Nabi Muhammad shallallahu `alaihim wasallam :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِيْ إِلىَ حُبِّكَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ
(Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk mencintai-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikan kepada cinta-Mu, ya Allah, jadikanlah mencintai-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang sejuk)”. HR. Tarmizi.

Cerita Cinta

A: Ngadain acara buat pengurus SSKI yang bertema cinta itu,

B: Apa ya?

A: Sawangane menjawab permasalahan dan kegalauanku sendiri

B: Untunglah kamu mengundang orang yang tepat

A: Haduh, kelihatan banget nggak ya kalo sebenernya aku yang perlu ditarbiyah?

B: Lho, bukannya kamu emang perlu ditarbiyah kalo masalah begituan?

A: Iya seh. Dan tahu nggak, tadi itu sawangane (lagi) merupakan puncaknya aku membaca ketiga cerita ter-so-sweet selama dua hari ini.

B: Apa? Ceritain seh.

A: Hari pertama, aku baca tulisannya Salim A. Fillah. Yaitu pas menceritakan tentang ada seorang ikhwan yang meminta tanda tangan beliau di buku yang dibuat kado walimahan. Lalu si penulis bertanya, apakah itu pernikahannya ikhwan itu? Oh ternyata tidak. Buku itu adalah untuk seorang akhwat yang menikah dengan ikhwan lain tetapi anehnya ketika akhwat ini beristikhoroh yang muncul adalah ikhwan peminta tanda tangan itu. Subhanallah: bisa merelakan cinta untuk orang lain, fillah.

B: Yang kedua?

A: Masih di bukunya Salim A. Fillah juga. Nggak sengaja membuka-buka halaman tengah. Kali ini tentang sahabat Rasulullah: Umar bin Abdul Aziz. Beliau juga pernah mencintai wanita selain istrinya. Namun waktu itu beliau masih dilarang istrinya. Suatu hari ketika Umar berada di dalam kondisi yang lelah, sakit, dan lemah hingga tidak ada lagi pancaran kebahagiaan, datanglah istri beliau bersama wanita yang dicintainya itu. "Silahkan engkau nikahi, Umar." Istri beliau ikhlas. Tetapi beliau menolak dan menikahkan wanita itu dengan pemuda lain. Si wanita bertanya, "Dulu kau pernah mencintai aku. Di mana cinta itu sekarang?"
Jawaban Umar, "Cinta itu masih ada hingga sekarang. Bahkan semakin dalam."

B: Waduh, kok isinya tentang perelaan cinta semua sih?

A: Ya nggak tahu. Takdir Allah kali ya? Oh iya, baru inget ding. Kemarin pas baca Qur'an, tiba-tiba nemu ayat yang artinya ".... Allah tidak pernah menjadikan dua hati dalam rongga seseorang..."

B: Apa hubungannya coba?

A: Artinya, ada sesuatu yang perlu aku ikhlaskan.

B: Hmmm.. Kalau yang ketiga?

A: Ini novelnya seseorang yang ku copas dari temenku. Judulnya Bidadari untuk Ikhwan. Aku baca sedikit di awalnya. Lalu sedikit juga di tengahnya, terus bagian akhirnya. Jadi, ceritanya itu tentang ikhwan yang shalih mendapatkan akhwat yang shalihah juga. Pasti tau deh, kisahnya kaya apa. Tapi, mereka berdua ini dipertemukan Allah dengan cewek beragama lain yang ingin belajar tentang Islam. Nah setelah si cewek itu bertransformasi menjadi akhwat (atas izin Allah), sang istri dengan niat lillahi ta'ala menyuruh suaminya untuk memperistri pula akhwat tersebut. Berat sekali tentunya bagi kedua pihak. But well, it seems good when Allah  is become a reason.

B: Ho... kasihan ya kamu baca ceritanya begitu semua.

A: Kalo yang tadi itu adalah kisah pangeran bayangan. Intinya dia adalah seseorang yang sudah menunggu kita, entah di mana dan siapa itu kita nggak tahu. Yang kita tahu adalah pokoknya dia menunggu kita. Sekarang, kualitasnya itu terserah kita. Tergantung kita, pingin dianya seperti apa, karena memang itu sudah menjadi pilihan kita. Kalau sekarang kita baik, maka dia pun akan berproses menjadi yang lebih baik. Sebaliknya, ketika kita buruk maka dia juga akan bersikap buruk.

B: Kalo nggak salah itu ada di ayat Qur'an?

A: Iya. Laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji. Dan laki-laki yang baik hanya untuk wanita-wanita yang baik. Eh, eh tau nggak aku tadi juga diceritain soal dambaan hati seorang anak punk. Katanya pematerinya, beliau pernah beli makanan di luar kota malem2. Nah waktu itu di dekat beliau ada sekumpulan anak punk yang suaranya itu emang gak bisa gak didengerin. Mereka lagi nyeritain pacarnya masing-masing. Ada salah satu dari mereka cerita soal pacarnya yang keren, gaul, dan nggak malu-maluin kalo diajak kencan. Tapi, ketika dia ditanya temen-temennya mau nggak nikah sama pacaranya yang sekarang? Dia jawab apa hayo?

B: Ya maulah. Dia sampe membela begitu.

A: Salah!

B: Kok?

A: Ya! Salah! Si anak punk itu bermimpi mempunyai istri shalihah.

B: O... bisa juga ya? Tuh, makanya kamu itu lebih baik menjaga hati dan menjaga diri.

A: Iyo-iyo wah. Yah, saling membantu dan menguatkan ya. Btw, thanks udah ditemenin cerita malam ini.

B: Sama-sama. Btw, udah malem. It's time for sleeping.

A: Okay.

*Klik.(Laptop dimatikan)

Siapa yang Pantas?

Pleno . . .

Start... Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Ya, jadi silakan dilihat kandidatnya. 


Ada A-B-C-D

Yang pertama,...
Yang kedua,...
Yang ketiga,...
Yang keempat,...

Kami pun berunding. Berdebat antara kualitas dan kuantitas. Kemudian, alhamdulillah kami pun sepakat memilih yang kedua. Karena orang tersebutlah yang masih terjangkau.

Tetapi timbul satu pertanyaan yang besar,

Kenapa ilmu itu tidak dibagikan secara gratis?
Kenapa untuk membagi ilmu saja harus menyediakan biaya yang begitu besar?

Siapa yang Pantas?

Pleno . . .

Start... Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Ya, jadi silakan dilihat kandidatnya. 


Ada A-B-C-D

Yang pertama,...
Yang kedua,...
Yang ketiga,...
Yang keempat,...

Kami pun berunding. Berdebat antara kualitas dan kuantitas. Kemudian, alhamdulillah kami pun sepakat memilih yang kedua. Karena orang tersebutlah yang masih terjangkau.

Tetapi timbul satu pertanyaan yang besar,

Kenapa ilmu itu tidak dibagikan secara gratis?
Kenapa untuk membagi ilmu saja harus menyediakan biaya yang begitu besar?