RSS

When I'm Being "Galau"

Saat semuanya tak sesuai harapan...

 1. Makan cokelat banyak-banyak. Terbukti, cokelat bisa menurunkan rasa marah-marah dan jengkel. Sebaliknya, cokelat itu, bisa meningkatkan rasa gembira. Gak percaya? Dicoba deh. Ng... tapi, buat yang kelebihan BB (udah tau singkatannya kan), jangan kebanyakan yah makannya.

2. Bolak-balik halaman Qur'an. Cari ayat yang bisa menghibur hati. Menguatkan hati itu ternyata jauh lebih penting daripada menguatkan menguji kekuatan gigi dengan banyak-banyak makan cokelat :)
Wudhu, shalat, istighfar juga recommended banget bagi yang muslim. Intinya, berdoa. Memohon biar gak galau lagi.

3. Nulis. Apapun yang ada di kepala, kukeluarkan dalam paragraf-paragraf singkat di laptop. Kadang, laptop juga jadi sasaran amukanku dengan menggebrak-gebrak keyboardnya. Lalu kusesali karena habis itu ternyata laptopku heng. ^_^. Yah, kalo bukan nulis, lakukanlah hobimu. Sesukamu.

4. Curhat sama sohib-sohib seperjuangan (ceileh). Tapi asli, curhat sama mereka, serasa ada embun penyegar atau mata air yang menyegarkan di tengah gurun pasir galau. Great thanks to them. You all bring me back to His path, Ukhti... Jazakillah. Btw, apa itu sohib seperjuangan ya? Yaitu mereka-mereka yang bersamaku membentuk sebuah bangunan kokoh, di mana jika salah satu bangunan itu nggak terisi, maka ia akan runtuh seketika. #DakwahSekolah

5. Represhing singkat, naik motor terus keliling Surabaya. Ngabisin bensin, entahlah mau ke Kampung Ilmu Jalan Semarang, Togamas Pucang, Togamas Diponegoro, ato cuma mampir buat beli es krim di KFC Delta.

6. Nangis dan kemudian terTidur. Adalah cara terakhir dan teraman plus ternyaman. Beningkan dulu hati, baru dihadapi esok pagi. Kita perlu kepala jernih untuk berpikir ulang menghadapi masalah-masalah yang ada.

^_^