RSS

Pepi-chan

Pembaca, kenalkan! Dia adalah salah satu adik saya yang paling kecil. Namanya Pepi-chan. Dia baru saja ulang tahun. Bukan, itu nama panggilan saya kepadanya. Nama aslinya tak perlu lah, saya publish di sini :D

Nah, baiklah. Dia adalah prototype anak balita zaman sekarang yang masyaAllah... proses pendewasaannya cepat sekali. Mainannya saja dari kecil sudah HP, laptop, dan banyak disuguhi (paling tidak, mendengarkan) cerita-cerita sinetron yang hanya pantas ditonton orang dewasa.

Pepi-chan masih berumur 6 tahun saat ini. Di sini, saya tak akan membahas kelakuannya yang seperti setengah kelakuan orang dewasa di sekitarnya. Tapi, saya ingin mengungkapkan bahwa dialah yang selalu mengingatkan saya tentang keberanian, tekad yang kuat, dan ketulusan yang justru semakin langka saya dapatkan dalam Dunia Dewasa.

Pernah, suatu ketika saya takut dan nangis, dia nyeletuk "Mbak, aku di sini sama Mbak ya. Jangan nangis, Mbak..."

Pernah, saya berjanji padanya untuk hadir di acara sekolahnya di pantai. Padahal, waktu itu, saya sedang ada banyak agenda yang penting. Saya sempatkan datang, walau sebentar untuk memenuhi janji yang mungkin, sangat sepele. Tapi, begitu saya datang, Pepi-chan langsung senang sekali. Senyumnya tak henti-henti melihat saya datang. Kata Mama, sejak pagi dia cerewet bin merepotkan. Saya tahu, betapa besar arti janji kepada seorang anak kecil. Itulah, kenapa saya memaksakan diri datang sebentar.

Ya, Pepi-chan, semoga kau tahu, you're my best little sister.