RSS

Jadi Orang Jujur

Be Honest

Aku kok semakin merasa aneh pada Dunia Dewasa ini ya. Ada saja hal baru tiap hari yang kadang-kadang bikin roller-coaster di hati. Sumpah.

Dan, kali ini aku mendapati bahwa:
SEMAKIN ORANG BERTAMBAH USIA, TINGKAT KEJUJURAN MEREKA SEMAKIN MENURUN
*Sigh.

Dan untuk ini, aku pun menemukan berbagai alasan. Bagiku, yang paling konyol tentu saja seperti ini, aku nggak jujur demi kebaikan bersama.  Bersama opone, yang ada itu untuk kepentingan dirimu dan golonganmu, Nak. #Sarkas

Tapi well, kalo memang niatnya untuk kebaikan bersama, gunakanlah ketidakjujuran untuk sesuatu yang benar. Misal, lagi suka sama lawan jenis (kepentok VMJ ceritanya), ya jangan jujur ke orangnya. Ntar berabe jadinya. Cius nih. Jujurnya ke Allah aja. Nanti, pasti ada waktunya untuk jujur yang model seperti ini. 

Misalnya, lagi nolong temen yang butuh perlindungan dari penjahat. Ya masa tega sih nunjukin tempat temenmu sembunyi. Itu namanya sama dengan menusuk temen dari belakang. Sama saja dengan mengkhianati temen sendiri. Innalillahi. Jangan sampe ya.

Kalo gini, jadi inget soal PPKn waktu SD yang berbunyi, "Kalau mengerjakan ujian, dilarang..."
Jawabannya pasti nyontek (baca: tidak jujur). Nah, aneh aja. Ketika kecil dan menjadi 'sang pembelajar' kita diajari jujur, tetapi kenapa justru sekarang ketika kita menjadi 'sang pengajar', kita sendiri tidak jujur? 

Padahal kita pun sebenarnya sedang mengajarkan kepada mereka, adik-adik kita, tentang kejujuran itu sendiri. Tidak sadarkah kita ketika suatu saat, adik-adik kita mencoba berbohong lantas kita berkata, "Dik, jangan bohong sama Kakak ya"? Lalu, kenapa justru kita sendiri yang mengadakan kebohongan-kebohongan?

Harusnya, ketika umur kita semakin bertambah, kita memang seakan-akan mengetahui segalanya. Kita juga lebih paham implisitnya makna kehidupan ini. Tapi jangan jadikan pengetahuan ini untuk ketidakjujuran. Beda kasus. Karena implisitnya makna itu adalah tentang kerahasiaan, bukan ketidakjujuran.

Jadi, jangan salahkan negara Indonesia kalo dari dulu statusnya masih "negara berkembang" karena memang perkembangan kejujuran masyarakatnya lambat sekali. Mereka, di negara-negara maju, justru hidupnya jujur. Mereka lebih sportif, terbuka, dan lebih legowo dari kita yang bahkan lebih ngerti arti kata legowo. Kata-kata itu rasanya cuma diketahui maknanya tanpa tahu aplikasinya. Ffffuu.

Jujur itu awalnya memang pahit, tapi hasil akhirnya akan sangat manis. Lebih manis daripada madu. Seperti kata Rasulullah (diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud R.A) "Wajib atas kalian semua untuk jujur, karena jujur akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Seseorang senantiasa berbuat jujur dan memilih kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta, karena dusta akan membawa kepada keburukan. Dan keburukan akan menyeret ke neraka. Seorang hamba senantiasa berdusta dan dia memilih kedustaan, sheingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta."

HR. Al-Bukhari-Muslim

Kurang apa tuh? Jujur = Surga!

Take it, or leave it!