RSS

Dunia Dewasa

Novel yang intinya berkisah tentang bagaimana cara mengalah yang benar.

A gift from my friend, yang nggak nyangka ternyata isinya sangat berbobot (emang bacanya totally mikir) dan sangat menohok untukku.

Isinya penuh dengan benturan-benturan. Tapi, dengan novel ini aku mendapatkan sedikit gambaran; gimana sih dunia dewasa  itu. Berhubung sekarang sedang memasuki fase dewasa tanggung. Belum sepenuhnya dewasa. Yang jelas, masih berkutat dengan idealisme membara dan tanpa sadar terselip keegoisan di sana-sini.

Dunia dewasa dalam Rinai (itu judul novelnya), adalah dunia yang penuh pilihan hidup beserta konsekuensinya. Dunia yang penuh dengan pengambilan sikap di luar nalar sekaligus harga yang harus dibayar. Ketika aku akhirnya tahu bahwa Rinai bisa ikut terbang ke Gaza, Palestina karena dia seorang penurut, bukan pemberontak seperti teman-temannya; aku jadi bertanya-tanya, apakah dunia dewasa penuh dengan intrik?

Jika ya, well. Aku sama sekali bukanlah orang yang suka dan cakap mengatasi intrik. Buat apa gitu meracuni hidup dengan intrik? Kalau toh masih bisa diusahakan dengan keaslian dan ketulusan, intrik sangat tidak diperlukan. Ah, mungkin konsep intrik hanya berlaku bagi manusia yang tak berTuhan. Yang bahkan tak percaya setiap tindak tanduknya akan dilihat olehNya.

Di tengah kebingunganku dengan intrik, Gaza menawarkan perilaku yang lebih manusiawi. Mereka berhasil menunjukkan tentang cara bertahan, mengalah, dan menghargai sekaligus menghormati yang benar. Mereka juga paham bagaimana menjalin persahabatan yang benar. Kurasa, di Gaza-lah ukhuwah berdasarkan keimanan benar-benar terwujud. Gambaran ideal kehidupan sebagai muslim/muslimah terajut di sana.