RSS

TRAPPED!

Trapped
Tiba-tiba mbaca sesuatu yang gak ngenaki itu asline yo nggarai BM. Kaya nelan obat yang puahit banget, tapi manjur.

Well, paling nggak aku sadar kalo sudah terperangkap di sini selama dua tahun dan memang banyak yang terjadi. Larikah aku dari kenyataan? Kok kesannya nggak strong-girlie banget ya?
Mungkin, karena mindsetku seperti ini, jadinya tindakanku juga terkesan "lupa kalo aku ada dalam perangkap".

Ha, sisi positifnya adalah aku berhasil membawa mimpiku (di mana dunia-sekolahku) nggak ada "perangkapnya" dengan caraku sendiri: menulis. Yap, menulis fiksi dan fakta, kadang-kadang mencampuradukkan keduanya. Itulah kenapa aku berhasil menjadikan setahun kemarin a year of a dream. Walaupun efek perangkapnya masih sedikit terasa menjerat langkah.

Jadi, sepertinya caraku itu tak akan berhasil di tahun ketiga ini. Karena sekali lagi aku disadarkan obat itu, jalan keluarku cuma satu. Jadi, daripada aku mimpi terus-terusan, inilah waktuku untuk bangun. Inget kata-katanya Mario Teguh;

Seorang pemenang tidak akan mengeluh terus-terusan, tapi ia akan melakukan apapun yang dia bisa untuk mencapai tujuannya.
Bisa dikatakan aku memang tidak minat, tapi takdirNya adalah minat nggak minat, aku harus MAU. Ya, aku MAU dan aku melakukannya. Bangun! Bangunlah dari mimpi indah! Ada kehidupan yang lebih indah di sini. Aku pantas memperolehnya dan aku harus mendapatkannya: EXIT DOOR!

Allah akan mengubah nasib seseorang ketika ia benar-benar bisa mengkombinasikan antara niat+doa+usaha. Bukankah itu harusnya sesuatu yang mudah? Ayolah, ada dua sosok yang pantas untuk dijadikan alasan+semangat! 

Walk to Exit Door-Walk to Exit Door-Walk to Exit Door