RSS

Smala-Is-Me

Great Essays from Mbak Mas Smalane Angkatan 2012

Ini adalah tentang harapan yang terbalut serangkaian memori yang very unforgettable tentang SMA Negeri 5 Surabaya. Mungkin, terbersit kata-kata menghujat, menghina, atau konotasi negatif lainnya di buku ini. Aneh, mengapa di sana tertera dengan jelas bahwa buku itu buruk.

Bukan sebenarnya. Bukan. Aku paham, dengan entah cara yang seperti apa; tapi, akuilah Mbak Mas. Ini adalah buku yang mengulas tentang harapan-harapan kalian ke depan terhadap kami.
Aku bisa membaca itu dari setiap huruf-kata-kalimat-paragraf-halaman-bab yang telah terjilid rapi menjadi sebuah buku yang berjudul "SMALA-IS-ME"

Pada serangkaian harapan, yang sepatutnya dilakukan -pada manusia lainnya- adalah percaya;
Berharap pada sesama manusia, pasti berujung kecewa karena ketidak-sempurnaannya.
Berharap hanya pantas dipanjatkan melalui untaian doa indah kepada Allah, Tuhan Pemilik Alam;
Karena sepenuhnya yang hanya bisa dan patut dilakukan adalah memberi kepercayaan penuh pada angkatan yang masih bertahan di Smala.

Seperti kata penutup singkat dalam buku itu:
"...Menjadi Smalane adalah semua tentang suci dalam pikiran, benar jika berkata, tepat dalam tindakan, dan dapat dipercaya..."

Simak kepercayaan beliau-beliau yang baru saja "keluar" dari pintu gerbang kuno Jalan Kusuma Bangsa No. 21 itu...

Kami semua, Mbak-Mas Smalane 2012, yakin kok para penerus ini sebenernya bisa lebih dari itu. Kami yakin bahwa adik-adik ini bukan cuma penerus biasa; tapi pendobrak, pengubah, dan pembawa energi positif buat sekitar di manapun kalian berada. Adik-adik ini pribadi yang mau positive thinking tentang keadaan, bukan menyerah ketika terhimpit. Pribadi yang mau menolong sesama, peduli, bukan saling cemooh karena teman kita "tidak sesuai" - Mbak Retno Dyah Agustina
Sekolah yang terbaik adalah sekolah yang mampu menghasilkan generasi yang dapat menjadi pembeda di tengah generasi yang kritis - seseorang berinisial R
Pernah ada suatu masa di mana ada kekhawatiran akan masa yang selanjutnya, masa setelah kami tidak lagi menjalani ini semua. Tapi lambat laun kami menyadari satu hal, janganlah meletakkan amanah di dalam hati, tapi dalam genggaman tanganmu, agar ketika tiba masa untuk ia lepas, kita ikhlas memberikannya pada pemegang tongkat estafet selanjutnya- Mbak Mitha

Well, sebenarnya masih banyak. Tapi, mungkin cukup tiga saja yang menjadi contoh dari bulir-bulir kepercayaan mereka akan angkatan di bawahnya.

Mau lebih?
Beli ya... bisa di Mas Arya atau Mas Rifqi.

Smala-is-me