RSS

Garam dan Telaga

Tersebutlah di suatu kerajaan, ada seorang pak tua yang bijaksana. Beliau sudah tersohor ke mana-mana dengan kebijaksanaannya. Hingga suatu hari, datanglah seorang pemuda tampan, gagah, dan sempurna fisiknya. Tapi, beban berat sedang menggelayuti dirinya. Ia susah, sedih, dan hampir bunuh diri karena saking putus asanya. Ia pun menceritakan semua masalahnya kepada Pak Tua.

"Ambillah gelas, kemudian isilah air," kata Pak Tua
"Baik, Kek," jawab pemuda
Tak lama kemudian, Pak Tua menaburkan sejumput garam ke dalam gelas itu dan menyuruh si pemuda mengaduk dan meminumnya.
"Uh, apa ini? Asin sekali. Rasanya sangat tidak enak," kata pemuda kembali. Sementara Pak Tua hanya tersenyum misterius.

Garam dalam Gelas

"Ayo ikut aku,"
"Ke?"tanya pemuda penasaran.
"Sudah, ikut saja."

Ternyata, Pak Tua membawa si pemuda ke tepi telaga. Lantas menaburkan kembali garam dengan jumlah yang sama. Kemudian, ia juga mengaduknya, hingga timbullah riak-riak gelombang di permukaan telaga.

"Minumlah, Nak."
"Nah, ini baru enak. Segar!"
"Sebenarnya, jawaban atas permasalahanmu itu sederhana saja. Layaknya garam tadi; ia begitu menjadi pahit dan tidak enak ketika aku memasukkannya ke dalam sebuah gelas kecil. Tapi rasakan, bagaimana segarnya jika garam itu dimasukkan ke dalam telaga ini."

Pak Tua terdiam sembari memandangi telaga di depannya. Ia bersyukur karena Allah mengizinkannya mengambil hikmah ini lebih dulu.

Jadikan hatimu seluas telaga

"Begitu juga dengan masalahmu. Apabila ia ditempatkan pada ruang hati yang sempit, maka ia juga akan terasa pahit. Tapi, ketika ia ditempatkan di tempat yang luas seperti telaga ini, apapun bentuknya, ia akan menjadi pewarna kehidupan yang selalu menyegarkan tiap langkahmu. Mintalah hati seluas telaga kepada Allah. Biarkan cahayaNya meluaskan hatimu, menjernihkan pandanganmu."

-Nice Story from Pak Bambang-

P.S: Tahu aja kalo murid-muridnya yang penuh konflik jiwa-raga ini perlu pencerahan sedikit