RSS

Around d' Hospital

Dr. Soetomo Hospital



Job Desk hari ini:

Cari Pak Bambang di Kantor IRNA Bedah RSUD Dr. Soetomo.

Hah... pikiranku langsung melayang.
この病院はとても大きいですよ。分からない、しゅうめんではじめました。
Beneran, olahraga singkat tuh di sana. Well, sedikit muter-muter di gedung baru dan lama. Ketemu para dokter muda dan perawat yang yaaah.... begitulah. Entah kenapa, aku merasa mulai sedikit aware dengan profesi ini. Setelah bertanya kepada kira-kira 10 orang lebih (ini gara-gara petunjuk RS yang sangat membingungkan dan gak jelas), menghabiskan waktu sekitar 25 menit, alhamdulillah. Pak Bambang kutemukan. Begitu dapet stempel, clear sudah urusan persuratan ini.

Keluar dari Kantor IRNA Bedah sebenernya bisa langsung ke parkiran sih, Tapi, entah kenapa aku memilih balik via jalan masukku tadi. Muter-muter lagi? Pasti. Tapi, kali ini langkahku lebih steady 'n slow down. Tengok kanan-kiri dan ada satu hal yang terlewatkan dari langkah cepatku di awal. Wajah-wajah kontras semburat di mana-mana. Para dokter dan perawat tentu saja mukanya secerah mentari. Tapi tidak bagi pasien dan keluarganya.

Di salah satu ruang yang biasanya masuk TV, seorang bapak menunduk ditemani saudaranya. Dia sedang berdoa khusyuk sekali. Aku bisa memastikan, dia berharap kesembuhan bagi saudaranya yang ada di balik pintu ruangan itu. Tiba-tiba, rasa lelahku hilang begitu saja. Keluhanku atas jauhnya rute awal tadi berhenti. Satu nikmat telah menyapaku pagi ini: aku sehat.

Hospital: Caring, Loving, and Understanding
Ah, aku baru ingat, tempat ini bisa menjadi batas antara dua alam yang berbeda. Tempat ini pula yang menjadikan betapa kesehatan itu sangat mahal harganya. Megahnya RSUD Dr. Soetomo dan pelayanan seakan tak berarti bagi orang-orang dan keluarganya yang menunggu batas itu. Bisa kulihat, hanyalah senyum tulus dari para dokter dan perawat yang bisa menguatkan orang-orang itu. Tapi, lagi-lagi senyum itu didapatkan dari segelintir dokter dan perawat yang memang punya tabiat alamiah tersenyum. Sisanya, kurang bisa diharapkan.

Hm, rumah sakit memang salah satu tempat belajar yang baik. Belajar tentang nikmat, tentang semangat hidup, tentang ketulusan, dan tentang kematian. Belajar, tak hanya sains bukan? Walaupun di tempat itu, sains lah basic utamanya-kedokteran. Tapi sekali lagi, human is not only about science. But human is entirely about caring, loving, and understanding.