RSS

Next: SONGGO(P)RITI!

After walking-walking @Selecta, cap cus yuk ke Songgoriti
Kali ini, bus melaju naik menuju lereng Gunung Banyak. Welcome to SONGGORITI!

Taman Songgoriti

Salah satu situs sejarah
Karena hari semakin sore, waktu itu nyampe di sana sekitar pukul 15.30 WIB. Hawa dinginnya belum keluar sih, tapi kabut sudah bermunculan. Nah, di sini rasanya beda lagi. Aku ngerasa kalo lagi di Forks, tempat syutingnya film Twilight. Persis buanget, sumpah. Pasca turun dari bus akibat gak tersedianya tempat parkir dan hiking dadakan, aku melihat sekelilingku. 

Di sebelah kiri, bebatuan bercampur lumut dan tanaman berjuntai, menjulang tinggi. Sementara di sebelah kananku ada bebukitan yang agak turun gradiennya (halah, lupakan artinya). Aku pun harus berjalan ekstra perlahan demi menuntun nenekku. Aslinya pingin lari pol. Habis, seger buanget. Masya Allah ya.... 
Karena hari sudah terlalu sore, jadinya aku nggak bisa ke mana-mana. Emang niatnya rombongan di sini mau beli oleh-oleh, renang plus seneng-senengnya udah di Selecta. Padahal, setelah review di Mbah Google, dalemnya buagus banget. Duh, sayang nggak masuk kawasan itu. Smeoga, lain kali aku diizinkan ke sana.

Pasar Songgoriti yang juga jual bunga
Ah... Karena kawasan wisata Songgoriti terletak di Gunung Banyak, beberapa wiatawan yang berduit agak banyak, bisa nyobain terjun payung juga di puncak. Banyak tuh yang melayani jasa permainan terjun payung. Hm... gimana ya, rasanya? Tapi, pasti mahal deh. Lebih mahal dari Flying Fox. Ya iyalah. (berdoa lagi) Ya Allah, aku pingin nyobain terjun payung di Gunung Banyak, izinkan aku Ya Allah.. Amiin.

Persiapan...
Fly High
 Dari paket yang paling sederhana senilai Rp. 350.000,- sampai dengan paket yang tertinggi senilai Rp. 600.000,-, anda akan mendapatkan jasa layanan tandem dengan master tandem berlisensi nasional, perlengkapan yang berstandar internasional, safety-first operation, dan crew-crew yang menyajikan pertemanan-cinta-dan rock 'n roll @Paralayangbatu.blogspot.com
Pake uang apa coba segitu. Duit udah tinggal 30.000 rupiah lagi. Ya sudah, aku lebih nikmati pemandangan ala kota Forks yang diselimuti oleh hutan berkabut tempat favoritnya Edward n Bella Cullen. Bayangkan!
Di depanmu, sebuah puncak gunung menyembul malu-malu, layaknya bercadar kabut. Bukan hanya itu, cemara-cemara yang cemburu mencoba menutupi pesona Gunung Banyak dari pandanganku. Semilir angin selalu memanggilmu. Jalanan yang menanjak, adalah permadani berkelok yang akan selalu dinaungi pepohonan tinggi, pendek, lucu, dan menyejukkan. Ia ingin mengajak kita bermain, dan bukan mempermainkannya.

Oke, sudah cukupkah deskripsiku? Cukup ya?

Di Songgoriti yang aslinya pemandian air panas ini, tapi tetep aja dingin. Aku juga mampir ke Candi Songgoriti dan pasarnya. Alhadulillah, bisa pergi ke kedua tempat terdekat dari parkir bus. Nah, kalau di sini, aku beli baju buat adikku yang paling kecil plus apel. Murah lho. Apelnya cuma Rp 6.000/kg. Trus bajunya juga Rp 20.000. Murah, kan?
Tapi bagiku tetep aja mahal. Orang cuma bawa uang Rp 50.000 tapi keukeuh megang prinsip ekonomi.

Well, semoga aku bisa berkunjung ke sana lagi. Tapi dengan target yang berbeda: Gua Jepang dan Cangar.