RSS

EJU (Examination for Japanese University)

先生、EJU はとても難しいですよ!
 

Begitulah curhatku pada Nojima Sensei, salah satu pembimbingku dari Aoyama School of Japanese di Tokyo. Lumayan sih, bisa dapat tentor langsung orang Jepang. Beliau banyak ngasih aku link belajar bahasa Jepang. Ya, walaupun aku yang harus aktif sendiri mencari link-link belajar bahasa Jepang online dan gratis.

Dan, pada Minggu, 17 Juni 2012, aku mencoba peruntungan ikut EJU, semacam ujian internasional masuk universitas di Jepang. Sebelumnya, Hanif Sensei dan Nojima Sensei memang sudah pernah bilang bahwa belum seharusnya aku mengambil EJU; apalagi minatku di bahasa Jepang dan culturalnya, bukan science-nya. Karena kata beliau berdua, level nihongo haruslah setara dengan N2.Lhah, aku N4 aja baru ngambil InsyaAllah Desember tahun ini. Masih jauh ya, sawangane.

Oh ya, ketika kita apply EJU, ada beberapa mata ujian pilihan: 

-          Nihongo as a Foreign Language
-          Mathematic
-          Science (Bio-Phys/Chem-Phys/Chem-Bio)
-          Japan and The World

Nah, akhirnya aku benar-benar membuktikan, sulitnya si EJU ini. Tapi, sebenarnya selain NIhongo as a Foreign Language, aku juga ngambil Japan and The World dan sama sekali gak ngambil mapel matematika. Males. 

SISTEM UJIAN EJU

-          Hindari masuk terlambat. Tapi kemaren ada temenku yang masuknya sangat telat, karena masih di Indonesia, maka dia masih dipersilakan masuk. Di Jepang, sudah pasti dilarang masuk. Dia didiskualifikasi.

-          Patuhi apapun kata-kata dalam poster di dalam kelas dan dengarkan baik-baik peraturan dari pengawas. Super banget deh peraturannya. Kalah peraturan UNAS yang dibuat oleh Mendiknas Indonesia. Sumpah, peraturan yang dibacain bener-bener terinci sekaligus tegas, hal ini terlihat dari tebalnya regulasi pelaksanaan tes EJU yang langsung dikirim dari Jepang. Memang ya… nihon jin ini tak pernah main-main.

-          Jangan coba-coba bermain dengan HP. Akan ada pasal khusus sekaligus sangat manual yang  mengatur tentang handphone. Pertama, letakkan HP di bangku. Maka pengawas benar-benar memastikan setiap orang yang membawa HP meletakkannya di bangku (hebatnya lagi, yang melakukan ini asli orang Indonesia). Kedua, matikan alarm dan konektivitas HP, bila perlu, CABUT BATERAINYA! Disertai dengan ancaman, “Kalau Anda tidak melakukan ini, maka jawaban Anda tidak akan dinilai dan Anda dikeluarkan dari ruangan.”. Oh ya, ada tambahan: Getaran HP sudah termasuk pelanggaran. Kalau getaran HP saja masuk pelanggaran, gimana kalo dipake? 

-          Jangan mencoret-coret kartu ujian Anda. Ini juga hal yang paling tegas dalam peraturan tersebut.
-          Tapi, secara eksplisit kemarin aku gak denger untuk tidak mencontek. Hanya mendengar, dilarang ‘meramaikan’ ruangan. Bila Anda melakukannya, maka pengawas wajib mengeluarkan Anda dari ruang ujian dan ujian Anda tidak akan dinilai. 

-          Cukup tegas, bukan? Kapan Indonesia ujiannya bisa seperti itu ya…. Jujur, tegas, dan halal.

Well, karena EJU itu basisnya di Jepang, maka tak ada doa sentral untuk memulainya. Karena pada dasarnya nihon jin sendiri tak pernah menganggap agama itu penting. Jadi, bagi teman-teman yang masih sangat percaya bahwa kesuksesan itu juga anugerah Allah Subhanahu Wata’ala, jangan lupa berdoa dulu agar kita senantiasa ditolong olehNya.