RSS

Tak Akan Pernah "SIA-SIA"

Sekali waktu, pernah pasti ya, mikir gini

"Ah, ngapain juga aku ngelakuin ini. Toh, nggak ada yang bakalan ndengerin aku."
"Halah, aku lho udah susah-susah ngerjain. Mereka nggak mau bantulah. Paling nggak, bantu apa gitu. Masa aku semua sih? Aku udah kerja berat-berat, tapi nggak dihargain..."
"Tau gitu... aku nggak bakalan mau lagi kerja di sini. Apa! Kayaknya aku dimanfaatin aja."

Intinya adalah, kita merasa sia-sia dengan apa yang kita lakukan. Well, pernah toh? Pernah pasti. Aku juga kok. Wajar, manusia...

Tapi, sebaiknya JANGAN pernah katakan hal itu jika sudah menyangkut urusan "membantu agama Allah", jangan pernah. Lho, kenapa? Bukannya sama aja? Bukannya melakukan hal yang sia-sia itu nggak boleh ya?
Mari simak ayat berikut:

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka dibunuh atau terbunuh. Itu yang menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur-an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan, dan itulah kemenangan yang besar”. (At Taubáh: 111) 



Kita memang nggak boleh melakukan hal yang sia-sia. Yang dimaksud "sia-sia" di sini itu apa? Contoh: menggunjing orang, minum khamr (bir), maksiat, ya... pokoknya akhlak mazmumah deh. Tau kan? Itu baru namanya perbuatan yang sia-sia.


Yakinlah, Allah TIDAK akan pernah menyia-nyiakan hambaNya. 


(For writer: semoga, selftalkmu ini sedikit mengurangi apa yang terasa berat di hatimu hari ini. Selalulah memohon penjagaan diri padaNya)