RSS

Fisika Setahun

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru hari ini merasa,
"Oh, ternyata jadi orang yang gak mampu ini begini ya,"
Rasanya sakit banget. Terbersit rasa diinjak-injak sih. Walaupun ini sama sekali tidak menyangkut soal finansial. Bukan. Tapi, soal lain yang berhubungan erat dengan profesiku sebagai PELAJAR.

Well, Allah pasti mentakdirkanku mengalami hal ini pasti ada sebabnya dan Dia hanya ingin yang terbaik untukku. Hm, disyukuri sajalah ya. Apapun keadaannya, baik atau buruk, itu merupakan keputusan Allah yang terbaik untukku. Alhamdulillahirabbil'alamiin.

Tadi, guru Fisika-ku memanggilku bersama ketiga anak lain di depan teman-teman sekelas.
Pertanyaanku adalah, mengapa harus di depan anak-anak sekelas ketika proses pemanggilannya?
By the way, justru ada satu hal menarik. Yakni mengenai pemanggilan seseorang gara-gara ketidaksiapan atau kesalahan yang dilakukannya.

Beberapa minggu yang lalu, aku ditugasi menjaga adik-adik SMP yang mengikuti kegiatan try out. Kegiatan ini diprakarsai oleh Teens Club yang pesertanya mencapai 800 siswa. Waktu itu, aku teringat Omku yang berkata bahwa dengan menjadi pengawas, maka kita akan tahu mana anak yang pintar, pintar tapi lupa, kurang bisa, bahkan anak yang mengerjakan dengan pikiran kosong sama sekali. Kupandangi satu persatu wajah-wajah generasi penerus bangsaku itu.

Upps, sayang, ada beberapa dari mereka yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan kepastian jawaban yang benar. Kupandangi terus saja mereka. Sesekali pula kuingatkan. Lantas, tibalah saat pengumpulan jawaban. Ketika ini, kuingat kata murabbi-ku, jangan pernah membeberkan kesalahan seseorang di depan orang lain. Karena hal itu pasti sangat menyinggung dan menyakiti mereka.

Jadi, solusinya adalah tentu saja mereka kubilangi secara personal. Bukan dengan dipanggil satu-satu. Karena, apalagi statement yang bisa menjelaskan adanya pemanggilan tersebut kalau bukan hal yang menyatakan bahwa, "Ih, anak itu pasti melakukan suatu kesalahan."

Dan tadi siang, aku merasa tindakan guruku itu, benar-benar membuatku malu. Untuk efek jera kali yah, biar belajar Fisika-nya lebih rajin. Hehehe. Tapi, tetep aja... Malu tak tertanggungkan.

Yah, hingga akhirnya konklusiku hari ini, TANTANGAN 17-ku selanjutnya adalah

GAK REMIDI FISIKA pas UAS nanti dan SELANJUTNYA sampai UNAS!

Ah, tadi entah kenapa guruku menyinggung-nyinggung soal "demi almamater" lagi. Setelah kemarin waktu debat aku juga diingatkan perkara "jangan mengecewakan almamatermu". Hingga aku akhirnya punya alasan besar nan kuat mengapa aku harus melakukan suatu pekerjaan tertentu (epek I'm a phlegmatic girl).
Oooo berarti, ketika kamu tak lagi punya semangat, pikirkan sesuatu yang besar yang pasti akan kau kecewakan jika kau tak mau berjuang keras melakukan yang terbaik.

Jadi inget statusnya Sir Rizal, maka pada akhirnya ini adalah urusan antara kau dan Tuhanmu. Biarkanlah Ia yang menentukan yang terbaik untukmu.

Rrr.. tentu saja, ini adalah tantangan yang tingkatannya lebih sulit daripada pas debat. You know, debat hanya berlangsung selama 2 minggu. Ini? SETAHUN! Duh, Allah... berikanlah hambaMu ini kekuatan... Bismillah, bisa!