RSS

Assalaamu'alaikum: The Beauty of Islam


Subhanallah...
Di sebuah forum (Lang-8.com), seorang teman dari Jepang yang belajar bahasa arab bilang kalau dia suka dengan kata "Assalamu'alaikum."

Yupz, Assalamu'alaikum = Semoga salam serta keselamatan untukmu. Atau lebih lengkapnya lagi Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sebuah sunnah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam ketika beliau bertemu dengan para sahabah dan sahabiyah. Tentunya salam ini diucapkan dengan sedikit jabat tangan (sesama jenis) dan senyum yang menawan. Ah, indahnya. Apalagi kalau ala akhwat nih, ditambahi cipika-cipiki. 

Oke, balik lagi ke teman saya. Selain itu, dia suka Salam Keselamatan ini karena jawaban dari orang yang diberi salam berbeda. Nggak seperti salam pada umumnya yang dijawab sama. Contoh: Good Morning jawabannya juga Good Morning. Konnichiwa jawabannya juga Konnichiwa. Tahu dong ya, jawaban dari Assalamu'alaikum, yang tentu saja Wa'alaikumsalam. Di mana, jawaban itu menandakan si penerima salam juga ikut mendoakan orang yang mengucapkan salam padanya.

Sayangnya, dia bersikukuh bahwa salam ini bisa digunakan oleh siapa saja, termasuk non-Muslim. Ingin rasanya, bilang bahwa Assalamu'alaikum adalah salam khusus Muslim. Tapi, karena saya tak mau menyinggungnya, biarkan dia menemukan sendiri dan syukur-syukur kalau dia jadi Muallaf karena salam ini. :)

Huft... baru sadar (lebih tepatnya tersadarkan) ternyata ucapan salam yang selama ini kita singkat-singkat jadi "Salamlekum" atau "Mekuum" atau apapun itu ternyata Subhanallah sekali, Kawan!

So, semoga setelah membaca post ini, saya harap nggak lagi menyingkat-nyingkat salam keselamatan yang sengaja diturunkan Allah khusus kepada umat Islam. Kalau teman saya yang non Muslim itu saja sadar betapa dia cinta dengan Assalaamu'alaikum, kenapa kita sebagai Muslim malah menyingkat-nyingkatnya, bahkan tak mau mengucapkannya?