RSS

Sisi Lain Sepak Bola?

Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, akhirnya tadi pagi aku bisa tersenyum sepuas-puasnya. Ngakak pol malah. Alias tersimpan berjuta kebahagiaan di balik tawa itu. Mpe lupa kalo ada malaikat maut yang muncul di depanku tiap 7 menit sekali.

Melalui sepak bola.

Jadi, Bu In, guru olahragaku menyuruhku dan cewek-cewek SNIPER (XI 9) untuk bermain bola. Bayangin aja aku udah ketawa habis-habisan. Taulah, cewek awam yang gak ahli bola itu mainnya kaya apa. Di mana bolanya, maka di sanalah kaum hawa keroyokan ngambil bolanya. Saling sikut, saling injek, saling slading, dan saling-saling lainnya yang tentu saja egois (nggak mikir buat ngoper ke temen se-timnya). Satu lagi: saling berteriak-teriak ala tante girang setiap saat. Nggak ada bedanya antara bola gagal ditendang ato bola salah lewat, ato bola out, ato keinjek kaki anak lain.

Dan kaum adam yang jumlahnya nggak sampe 10 butir itu mentertawakan kami selama kami bermain sambil duduk di bawah gambar istana sebelah pendopo. Kata mereka: KONYOL!

Jadi yang setim denganku adalah Suti, Chibo, Wanda, Bena, dan Meta. Kami bagi tugas. Wanda keeper; Suti 'n Chibo jadi bek; Meta, Bena, dan aku jadi striker. Nah, susahnya lawan kami adalah para maniak bola a.k.a Fio, Disa, Nisyok, Lina, Nimed, dan Onyiip. Guila! 2 anak basket, 1 anak Smalapala, dan 2 anak PAS-Q di situ. Bayangin aja, 4 anak itu ndewo di faktor kecepatan berlari. Andalan kami cuma 1: Meta.

Suti, "Duh, lawan kita kaya gini Nis. Kayaknya bakal gagal nih." (kira-kira begitu)

Well, kali ini Pangerannya Meta (Dance) tuh yang jadi wasit. Soalnya dia expert di bidang futsal daripada kami, yang cewek.

Prrriiiiiiiiiiiitttttttttttttt............. Game is begun.

Bola dioper dari Fio ke Disa sodara-sodara. Dan... semuanya (seperti yang sudah kusebutkan di atas), ngerebutin tuh bola sepak kuning nan kecil sampe akhirnya out! Penonton kecewa... Tapi penontonnya malah ketawa kok.

Beberapa menit kemudian, gawang kami hampir saja kebobolan. Untunglah Chibo, Wanda, dan Suti bekerja cepat menghalau bola imut itu masuk gawang. Ada juga insiden Suti salah kaki pas nendang bola. Telapak kakinya gak tepat pol. Kontan, semuanya pada ketawa cekikikan.

Aku berusaha masuk daerah lawan, mencoba mencuri kesempatan yang mungkin bisa kudapatkan di daerah lawan yang hanya dijaga Lina dan Onyiip. Yahh... benar saja pemirsa, peluang-peluang emas yang diciptakan Meta dan Bena banyak berpihak padaku. Saking aku ae gak seberapa menguasai teknik sepak bola.
Sedikit mangkel juga sih, soalnya teamwork between Disa, Fio, dan Nisyok. Bencinya lagi, pas bolanya ke aku, mesti tabrakan sama Lina. Dan mesti disertai dengan teriakan-teriakan nggak penting yang sedikit memekakkan telinga. Hmm tapi justru teriakan-teriakan itu pula yang membuat permainan kami jadi seru.

Dan yeah.... GOOOL!!!! SESUATU banget!
Itu kaum adam langsung heboh masuk lapangan teriak-teriak gak jelas. Ceweknya? Tambah ngakak. Lha wong gol nya aja lucu. Jadi ceritanya, aku nendang bola dengan jarak 5 cm dari gawang. Sementara Onyip slow motion geraknya. Ya udah, lewat deh tuh bola ke gawang. Wakakakakak. :D

Tapi berikutnya, tim kami terbalas. Jadi 1-1. Yaah... Yo weslah, nggak apa-apa. Yang penting udah dapet kesempatan menang 1 kali.

At last, it was a very-very precious moment with SNIPER. Thank you ya girls atas semua kegilaan kalian pas main futsal. Thank you juga sudah mencerahkan hari-hari suramku.

#Buat yang gak ikut, ... Hem... uemaaaannnn poll. Pokoknya, jam olahraga pantang buat dilewatkan.