RSS

Penuh Pertimbangan

Semakin dewasa, tentu kita semakin banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Ketika hati gundah, kita akan mulai berpikir, tentang...
-Hakikat kebenaran perilaku-perilaku kita
-Kebenaran setiap rencana Allah untuk kita
-Kesabaran yang kian menipis
-Orang-orang yang kita cintai (ortu dan teman2 di sekeliling kita)
-Bahkan setiap doa, usaha, dan harapan kita
Tetapi, ada satu hal yang menarik, yang sebenarnya seringkali terlewat dari benak kita:

Sudahkah kita bersyukur?

Entah mengapa, pertanyaan bersyukur, terkembalikan lagi pada NIAT yang telah kita rajut di awal-awal. Entah mengapa pula, pertanyaan bersyukur ini, mengembalikan kita pada suatu titik di mana akhirnya kita mempertimbangkan segala sesuatunya.

Seperti misalnya,

Ya Allah, terima kasih. Alhamdulillah. Kalau saja Engkau benar-benar memberitahuku hal yang sebenarnya, aku nggak tahu apakah aku akan kuat melihat, merasakan, dan mendengarnya.
Atau
Ya Allah, maafkan aku karena aku telah melenceng dari niatku sebelumnya. Kini, akan kuperbaiki lagi niatku.

Hati ini gundah, ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan ketentuanNya. Bener kan? Akhirnya, kita memulai untuk menganalisa setiap langkah-langkah kita. Apakah ada yang kurang atau salah? Kemudian, ketika kita berhasil menemukan lubang di sudut hati yang paling dalam, kita tahu bahwa sebenarnya kitalah yang membuat semua itu rumit. Kita sendirilah yang terlalu memaksakan kehendak, hingga ada luka yang membuat gundah.

Akhirnya, pertimbangan-pertimbangan itu mulai kita buat. 
Jika aku melakukan ini, maka dampaknya akan seperti ini.
Jika aku melakukan itu, maka dampaknya akan seperti itu.
Dari sana pulalah, sedikit-demi sedikit, kita akan belajar menjadi seseorang yang dewasa. 
Penuh pertimbangan, tetapi masih optimis. 
Penuh pertimbangan, bukan berarti pesimis.
No!

Sekali lagi, hidup dengan pertimbangan adalah hidup yang baik. Toh kita mengambil pertimbangan karena ada fitrah yang telah diberikan Allah untuk berbuat fastabiqul khoiroh. Toh kita mengambil pertimbangan untuk kebaikan. Jadi, apa salahnya. 

Ya, jadi... sebenarnya rumus dari hidup ideal adalah:

Pertimbangan + Niat + Do'a + Usaha + Harapan = SUKSES

Just Do IT!