RSS

Cerita Cinta

A: Ngadain acara buat pengurus SSKI yang bertema cinta itu,

B: Apa ya?

A: Sawangane menjawab permasalahan dan kegalauanku sendiri

B: Untunglah kamu mengundang orang yang tepat

A: Haduh, kelihatan banget nggak ya kalo sebenernya aku yang perlu ditarbiyah?

B: Lho, bukannya kamu emang perlu ditarbiyah kalo masalah begituan?

A: Iya seh. Dan tahu nggak, tadi itu sawangane (lagi) merupakan puncaknya aku membaca ketiga cerita ter-so-sweet selama dua hari ini.

B: Apa? Ceritain seh.

A: Hari pertama, aku baca tulisannya Salim A. Fillah. Yaitu pas menceritakan tentang ada seorang ikhwan yang meminta tanda tangan beliau di buku yang dibuat kado walimahan. Lalu si penulis bertanya, apakah itu pernikahannya ikhwan itu? Oh ternyata tidak. Buku itu adalah untuk seorang akhwat yang menikah dengan ikhwan lain tetapi anehnya ketika akhwat ini beristikhoroh yang muncul adalah ikhwan peminta tanda tangan itu. Subhanallah: bisa merelakan cinta untuk orang lain, fillah.

B: Yang kedua?

A: Masih di bukunya Salim A. Fillah juga. Nggak sengaja membuka-buka halaman tengah. Kali ini tentang sahabat Rasulullah: Umar bin Abdul Aziz. Beliau juga pernah mencintai wanita selain istrinya. Namun waktu itu beliau masih dilarang istrinya. Suatu hari ketika Umar berada di dalam kondisi yang lelah, sakit, dan lemah hingga tidak ada lagi pancaran kebahagiaan, datanglah istri beliau bersama wanita yang dicintainya itu. "Silahkan engkau nikahi, Umar." Istri beliau ikhlas. Tetapi beliau menolak dan menikahkan wanita itu dengan pemuda lain. Si wanita bertanya, "Dulu kau pernah mencintai aku. Di mana cinta itu sekarang?"
Jawaban Umar, "Cinta itu masih ada hingga sekarang. Bahkan semakin dalam."

B: Waduh, kok isinya tentang perelaan cinta semua sih?

A: Ya nggak tahu. Takdir Allah kali ya? Oh iya, baru inget ding. Kemarin pas baca Qur'an, tiba-tiba nemu ayat yang artinya ".... Allah tidak pernah menjadikan dua hati dalam rongga seseorang..."

B: Apa hubungannya coba?

A: Artinya, ada sesuatu yang perlu aku ikhlaskan.

B: Hmmm.. Kalau yang ketiga?

A: Ini novelnya seseorang yang ku copas dari temenku. Judulnya Bidadari untuk Ikhwan. Aku baca sedikit di awalnya. Lalu sedikit juga di tengahnya, terus bagian akhirnya. Jadi, ceritanya itu tentang ikhwan yang shalih mendapatkan akhwat yang shalihah juga. Pasti tau deh, kisahnya kaya apa. Tapi, mereka berdua ini dipertemukan Allah dengan cewek beragama lain yang ingin belajar tentang Islam. Nah setelah si cewek itu bertransformasi menjadi akhwat (atas izin Allah), sang istri dengan niat lillahi ta'ala menyuruh suaminya untuk memperistri pula akhwat tersebut. Berat sekali tentunya bagi kedua pihak. But well, it seems good when Allah  is become a reason.

B: Ho... kasihan ya kamu baca ceritanya begitu semua.

A: Kalo yang tadi itu adalah kisah pangeran bayangan. Intinya dia adalah seseorang yang sudah menunggu kita, entah di mana dan siapa itu kita nggak tahu. Yang kita tahu adalah pokoknya dia menunggu kita. Sekarang, kualitasnya itu terserah kita. Tergantung kita, pingin dianya seperti apa, karena memang itu sudah menjadi pilihan kita. Kalau sekarang kita baik, maka dia pun akan berproses menjadi yang lebih baik. Sebaliknya, ketika kita buruk maka dia juga akan bersikap buruk.

B: Kalo nggak salah itu ada di ayat Qur'an?

A: Iya. Laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji. Dan laki-laki yang baik hanya untuk wanita-wanita yang baik. Eh, eh tau nggak aku tadi juga diceritain soal dambaan hati seorang anak punk. Katanya pematerinya, beliau pernah beli makanan di luar kota malem2. Nah waktu itu di dekat beliau ada sekumpulan anak punk yang suaranya itu emang gak bisa gak didengerin. Mereka lagi nyeritain pacarnya masing-masing. Ada salah satu dari mereka cerita soal pacarnya yang keren, gaul, dan nggak malu-maluin kalo diajak kencan. Tapi, ketika dia ditanya temen-temennya mau nggak nikah sama pacaranya yang sekarang? Dia jawab apa hayo?

B: Ya maulah. Dia sampe membela begitu.

A: Salah!

B: Kok?

A: Ya! Salah! Si anak punk itu bermimpi mempunyai istri shalihah.

B: O... bisa juga ya? Tuh, makanya kamu itu lebih baik menjaga hati dan menjaga diri.

A: Iyo-iyo wah. Yah, saling membantu dan menguatkan ya. Btw, thanks udah ditemenin cerita malam ini.

B: Sama-sama. Btw, udah malem. It's time for sleeping.

A: Okay.

*Klik.(Laptop dimatikan)