RSS

Meniti Jalan-Mu

Hmm... maaf, udah lama nggak pernah berkunjung ke sini. UAS nih. Duuh, repot buanget pokoknya. Ntah ini lah, itu lah. Tapi, alhamdulillah semuanya sekarang aman terkendali. Hanya saja, ada beberapa sih yang belum terkendali. Itu tuh, masalah hati. Aku berkali-kali mangkel, nguambek, gara-gara nggak dibolehin ke Bogor tuh.
Ya memang, mereka swasta. Tapi, aku lho udah menghabiskan waktu, sampe malem-malem buat ngerjain proposal 5 lembar itu. Sedikit sih, tapi mikirnya susah minta ampun. Nah, yang tambah membuatku dongkol, perjuangan itu nggak dihargai sedikitpun dan aku disuruh membuang semua hasil kerja kerasku. urrrggghhhh.... Padahal, aku sudah berhasil masuk tahap 5 besar nasional! Sekali lagi ini hanya gara-gara alasan :

YANG NGADAIN ITU SWASTA! SERTIFIKATNYA NGGAK BERGUNA! NGABISIN UANG!

Duh, rasanya kecewaaaaa buanget! Kalo menurutku sih, mereka itu lebih bersikap seperti ini : membatasi seseorang yang bukan siapa-siapanya serta mempengaruhi orang-orang yang berpengaruh kepada orang itu. Lak yo mangkel sih.
Sekarang, aku mikir, aku nggak dibolehin kuliah di PTN yang di luar kota, kecuali di STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara) yang terjamin keamanannya, Insya Allah. Dan di STAN nggak menerima fasilitas UNDANGAN. Jadi, meskipun aku berkali-kali ikut lomba di berbagai PTN (yang biasanya menghabiskan banyak dana) dan menang (Insya aLLAH), itu ya mungkin juga nggak bakal ngefek. Orang aku nggak mau kok kuliah di mana-mana kecuali di STAN, gimana sih.

Memang cuma PTN aja yang berhak ngadain lomba, swasta juga boleh dong. Dan aku nggak pingin pengalamanku cuma di PTN favorit aja. Aku juga pingin ikutan lomba di Swasta, walaupun nggak bergengsi. Ya, namanya juga buat pengalaman. Toh kalau menang, itu juga buat bonus. ternyata bener, mereka itu hanya memandang sebelah mata dan akhirnya nular juga ke bawah-bawahnya. Aku sendiri juga kadang-kadang bersikap seperti itu sama teman-temanku 'yang lain'. Eh, nggak taunya ini bermula dari lingkunganku sendiri. Dan, inilah kekurangan yang baru kudapati sekarang. Setelah aku menjadi anggotanya.

Hh, tapi yo wes lah. Whatever! Aku cuma ngontrak 3 tahun doang, selebihnya, terserah aku mau ke mana. Nggak perlu dipengaruhin lagi.

Sok eksklusif kalo aku bilangnya. Mereka lho butuh bantuan yang lain (hello, kita ini makhluk sosial) juga. So, kenapa harus mempengaruhi orang lain sebelum memperbaiki diri sendiri?