RSS

Mbolang Ala SKI

Pada hari Minggu yang cerah tanggal 27 Maret 2011 kemarin, aku bangun pagi - pagi sekali dan langsung ngibrit ke Masjid Muhajirin buat ikutan PANJI 2011 ( Pelatihan Manajemen SKI 2011). Yang jelas beda dari biasanya dan seeeruuu buanget!
Hffh, aku nyesel nggak makan pagi. Ya maklum aku nggak tahu kalo kegiatannya hari itu bakal Mbolang ke Surabaya Selatan. GUila pokok'e... Hahaha.... Bener - bener cuci mata.
(Pelajaran : Jangan pernah lupa sarapan pagi)

Aku sekelompok sama Danissa, Intan, Aninda, Ulin, Farah, Judya, Astrid, n Pipil. Tapi sayang Astrid nggak ikut. Kita akan berpetualang ke Surabaya Selatan (iya wong rumah kami di daerah Utara n Timur semua, biar bisa tahu daerah baru mungkin ;p). Dan kami diberi hak IC (tanya - tanya info kalo nyasar). Parahnya lagi, kita harus menghemat uang yang dikasih sama Mbak-Mbaknya. Cuma SERATUS DUA PULUH EMPAT RIBU RUPIAH untuk 8 ORANG! Heh? Bekal pun kita cuma bawa Susu kotak, Roti Sobek 2 bungkus, n 10 sachet susu Indomilk. Hhh, nyeseeeel bener nggak sarapan.

Kami berangkat paling akhir gara - gara berdebat dulu soal Bemo apa yang dipilih. Ada yang usul naik bus dulu, lah. Bemo ini lah. Akhirnya sepakat kami naik Bemo V yang kebetulan kosong di depan SMALA dan mendadak bemo itu rame gara - gara kita naik.
Selesai itu langsung oper JTK. Dan tiba - tiba aja, salah satu dari kami bilang, "Eh itu kayak Mas Rian. Itu tuh, pake jaket. Kenapa ya?"
"Ada urusan kali. Mungkin aja kan?"
Dan pada akhirnya, masalah Mas - Mas ini jadi bahan guyonan di akhir perjalanan. Tapi, kami langsung tidak menggubrisnya.

Sampai di POS 1(Masjid Nurul Iman):
-Temui Mbak Almira dan Mbak Mifta. Ok ketemu setelah muter - muter Masjid dan digodain orang - orang yang menggeje. Materi pertama : Prioritas! Ya jelas, di sini kami ditanyain tentang apa itu prioritas, dan bagaimana menentukan prioritas. Dan di sini kami disuruh memilih 4 pilihan :
   > Meninggalkan semua barang, hak IC, dan peta. KEcuali uang
   > Meninggalkan uang lima puluh ribu rupiah (alias harus banyak jalan)
   > Menghapus hak IC
   > Meninggalkan seorang teman biar nggak nyusahin
Pilihan yang masuk akal memang cuma nomor 3. Yang lain jelas nggak mungkin dan sangat merugikan. Tapi nggak papa. Kan kita anggotanya banyak, jadi bisa diadakan pembagian kelompok yang lebih kecil lagi buat cari mbak - mbaknya?
 Setelah melewati satu POS, kami harus ke JS Plaza yang ternyata hanya naik JTK tapi harus nanya sana - sini sama orang banyak dan ngerepotin banyak orang. Hehehe... maklum nggak tahu. Tapi, akhirnya nemu juga kok meski kaki harus lecet - lecet dan tenaga hampir habis. Namun, dukungan teman di sini sangat diperlukan.

Sampai di POS 2 (Jemursari Plasa)
-Temui Mbak Mariatul dan Mbak Lita. Tau disuruh ngapain? Buat proposal kegiatan SKI (kegiatan baru lagi) yang harus diselesaikan selama 15 menit dengan alat seadanya. Tapi kalo nggak nutut ya harus dipresentasikan secara manual. OMG.... Tapi, kami berhasil lolos di pos ini. dan untungnya lagi, JS Plasa itu sempit.

Well, kemudian kami ngibrit lagi naik angkot apa gitu (lupa) ke sebelahnya IAIN yang ternyata lapangan. Ya Allah... tolonglah hamba-Mu yang sudah kelaparan ini.... Dan kami pun segera makan dengan lahap bekal - bekal yang kami bawa. TApi yo nggak kabeh. Kan buat persediaan ntar... Hmffh, setelah mikir - mikir mungkin Mbaknya ada di Masjid IAIN, dan tuh kan bener Mbaknya ada di sana... Huft... Alhamdulillah

Sampai di POS 3 (Masjid Ulul Albab-IAIN)
. Temui Mbak Almira dan Mbak Mifta
Setelah mbaknya minta maaf karena petanya keliru dan itu membuat kami muter - muter nggak karuan, mulailah materi. Apaan? Syuro'... Uuh, banyak banget yang harus diperhatikan dan kami pun harus mempraktekkan syuro' di depan Mbak - mbaknya yang berperan sebagai ikhwan.Nah di sini materinya puanjang banget. Sekalian kita mengisi energi yang semakin terkuras. Tapi, alhamdulillah... kita masih merasa sanggup! Ya, kita bisa! Optimis. Muslimah itu harus optimis.

Ok, udah selesai di sana, kamipun inisiatif naik bis kota untuk menuju Taman Bungkul. Wuah... Lucuu poll. Karena ada beberapa di antara kami yang tidak biasa naik bis, jadinya ya lucu. Wong di bus aja kita foto2an. Se bis jadi rame gara-gara kita cekikian menggeje. Pake seragam sekolah lagi. Yo wis, Yuk cap cuss ke Taman Bungkul.

Karena taman itu sangat luas sekali, kami membagi lagi menjadi 2 kelompok kecil buat nyebar nyariin Mbak Mariatul n Mbak Lita. Tau kenapa? Yupzz.... ternyata, di sini kita berlatih untuk dakwah. mendakwahi orang lain rupanya. Tentu saja nggak boleh ngasar2 kalo ndakwahi orang. Terus selain itu, kita juga harus mendakwahi diri sendiri dulu supaya iman kita bener dulu.

Sempat hujan, but, it's a beautiful day. Sampe2 kita disapa orang gini, "Mbak.. Mbak, Minggu-Minggu kok ya sekolah.... " Tapi, wes biasa ae. And, live must go on, biarkan orang menggonggong, Grup kami pun berlalu. Wheheheheheh...

Well, LAST PLACE!!
ROYAL PLAZA!! Alhamdulillah, sekaligus Innalillah....
Kenopo Alhamdulillah? Karena akhirnya aku bisa juga mengunjungi salah satu mall favoritku ini. Sumpah, tahun 2010 lalu aku cuma sekali ke sana. Ya wong sibuk2 ujian plus masuk SMA. Sekalian cuci mata... Hehehe.
Kenopo Innalillah? Karena kami harus mencari Mbak Mifta dan Mbak Almira di seluruh Plaza dengan 6 lantai! Terpaksa, kami pun berpencar menjadi 4 kelompok. Ya... alhamdulillah, dengan sangat sangat sangat sedikit tenaga yang tersisa (aku kelaparaaaaannn, Ya Allah, aku pingiin banget makan), kami pun ketemu dengan Mbak2 itu di lantai paling atas, di depan stan makanan. Dan kami hanya bisa melongo karena nggak bawa uang.
Tapi, Alhamdulillah, kami pun berhasil kembali ke SMALA!!!


ALLAHU AKBAR!



Glitter Text Maker

'Epek Surat Cinta'

Aku merasa, aku masih belum bisa mengungkapkan cinta sama kalian.
Tapi, aku tahu, aku telah menemukan teman - teman terbaikku di sini. Aku tahu, aku belum tentu bertemu orang - orang seperti kalian lagi saat aku sudah keluar dari Smala.

Terima kasih buat semuanya, telah menyampaikan kritik dan saran lewat surat - surat cinta kalian. Aku tahu, kalian sayang aku. Hanya saja, mungkin belum tersampaikan sepenuhnya. Semoga Allah membalas cinta kalian dengan cinta-Nya yang lebih agung dan lebih mulia.

Maaf juga ya, kawan kalau selama ini aku sering (seperti kalian bilang) nggak ramah, muka jutek, dan tertutup. Maaf juga kalau aku mungkin kurang ngumpul - ngumpul dengan kalian. Tapi ya inilah aku. Mohon kalian mengerti. Aku kurang bisa ngomong dengan orang lain, apa ya? Kekurangan topik. Nggak ada topik. Maaf banget kawan.

Aku cinta kalian.
Terima kasih buat Mbak Hanif yang sudah menyadarkan aku. Betapa Allah menciptakanku dengan istimewa. Aku terharu sekali. Aku masih perlu bimbingannya Mbak. Dan aku merasa sangat beruntung dipertemukan dengan orang - orang yang mau beerjuang di jalan-Nya. Indah sekali.

Alhamdulillah

Membina Diri dengan Islam


Bagaimana pendapatmu tentang umat Islam saat ini? Jawaban beragam pun muncul.
Ya ceritanya tentang Ghozwul Fikri. Diawali dengan cerita zaman Rasulullah. Perang di zaman itu, orang – orang kafir yang melawan umat Muslim tidak pernah mengalami kemenangan, padahal jumlah mereka lebih banyak dari kaum Muslimin. Nah, dari sinilah orang kafir itu mengutus seseorang dari golongannya untuk mempelajari Islam. Tentu saja untuk menghancurkan kaum Muslimin.
Nah, satu hal yang ternyata membuat kaum Muslimin sukses, yaitu adanya Al-Qur’an di dada mereka. Masih bergeloranya Al – Qur’an di pikiran mereka. Dan inilah yang terjadi terhadap pemuda – pemudi Islam sekarang. Jauh dari Al – Qur’an. 
Apa hubungannya dengan Ghozwul Fikri? Ghozwul fikri ini adalah media yang ampuh untuk menyerang kaum Muslimin agar melupakan Al – Qur’an. Artinya sendiri adalah penyerangan secara pemikiran dan dengan cara pelan – pelan. Jadi, otak kaum Muslimin digerogoti dengan fakta – fakta yang sebetulnya menyimpang dari Al – Qur’an ( jadi menurutku dampak globalisasi ). Contoh : ramalan bintang, baju mode yang nggak Islami, Valentine Day, dll. 
Intinya : Food, film, fun, and fantasy. Itu sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mengutamakan kesederhanaan, kebersamaan, dan keimanan serta kecintaan pada Allah.
Menurut Surat Asy – Syams ayat 2, semua manusia dikaruniai 2 potensi, yaitu fujur dan taqwa. Namun, dibalik itu kita juga punya potensi untuk melakukan kebaikan. Contohnya waktu kita mendapatkan pencerahan diri, maka sisi itu akan terbuka. Dan jika semakin diisi yang baik – baik, sering muhasabah, sering ikut tarbiyah, Insya Allah yang dominan adalah potensi yang taqwa. Amiin.

Works

Kerja ...

Mungkin, hanya satu kata itulah yang menjadi tujuanku sekarang. Bekerja bukanlah hal yang mudah. BArusan, guru BK ku bercerita bahwa, waktu kita kuliah mungkin kerja itu mengasyikkan. Karena kita udah punya uang sendiri. Pernah berpikir seperti itu juga toh? YA jadi, bayanganku sih enak - enak aja.

Eits, tunggu. Kerja tuh bukan sekedar bisa pegang uang sendiri loh. Tapi ternyata ( aku baru tahu setelah mengalaminya sendiri ) orang kerja juga butuh pertanggung jawaban yang besar. Kita harus bertanggung jawab atas pekerjaan kita. Terutama kalo waktunya menerima GAJI bulanan. Tadi barusan aja digugah sama Bu Eva. Pokoknya intinya itu gini, "Duh, apakah saya sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan gaji yang saya terima. "
Yup.. Dari situlah, kadang aku bisa berintrospeksi diri dengan apa yang telah aku lakukan plus yang telah aku dapatkan.

Bersyukur Dan Positive Thinking

Perhatikan kalimat yang dikatakan padaku oleh orang - orang yang pernah kujumpai :

"Tak ada suatu kejadian pun di bumi ini--misalnya daun jatuh--yang tidak dengan seizin Allah"

Cara yang ampuh agar kita tak merasa kufur dari ni'mat dan terus bersyukur.

Aku pernah berpikir seperti ini :
Kenapa aku hanya melakukan sedikit kebaikan hari ini? Tak adakah kebaikan lain yang bisa kulakukan seperti teman - temanku yang lain? Aku pun melihat sekeliling. Aku iri dengan apa yang mereka lakukan ( DI MANA AKU BERPIKIR, aku tidak melakukan hal - hal yang bermanfaat )
Dan kemudian, aku teringat dengan kata - kata itu.
Ya, Allah telah menakdirkan semuanya berjalan seperti ini. Semuanya sudah ada dalam kitab-Nya di Lauhul Mahfuz. Jam segini, aku melakukan ini. Nanti, aku melakukan itu. 10 menit kemudian, aku pergi ke sana. Begitu seterusnya.

Kemudian, aku juga sadar. Orang - orang itu berbeda jalan nasibnya. Setelah kupikir - pikir, aku belum pernah mengalami cobaan yang sangat berat. Eh, maksudku seperti (ya jangan sampai) ditinggal ortu,kebakaran, atau ... apapun lah. pokoknya yang tragis - tragis gitu. Tapi, Astaghfirullah, kuatkah aku menghadapi semua itu?

Ternyata, aku belum cukup kuat untuk mengalami nasib seperti itu. Aku belum cukup kuat untuk menanggung beban seperti salah seorang ustadzku yang miris sekali (nggak tega nyeritain) dan beberapa orang temanku yang mungkin tragis. Dan aku tahu, semakin berat cobaan seseorang, makin tinggi pula imannya.

Aku? Bagaimana dengan aku? Aku bukan apa - apa dibanding mereka. Aku masih limbung di tengah samudera yang luas. Terseret ombak ke sana - sini. Masih ikut arus. Dan kadang aku kehilangan arah. Pernah aku hilang arah. Jalan di depanku hampa dan aku nggak tahu harus ke mana. Hingga akhirnya aku diam. Aku meraba keadaan sekitar.

Ketika itulah, tiba - tiba aku memasuki sebuah lautan yang sama sekali tenang, damai, dan tentram. Di sini, langit tiba - tiba pula bersinar cerah dan menunjukkan gemintangnya ketika malam tiba. Aku terpaku dan terpesona. Gelombang hidup sudah tentu ada. Namun setelah aku masuk ke dalam samudera berarus tenang ini, aku semakin bisa mengenal sisi lain dari kehidupan.

Allah-lah yang mengatur pertemuanku dengan keadaan yang sekarang. Adakalanya aku merasa sedih karena aku terlalu tidak berbuat kebaikan ( halah opo ae ). Tapi itu kenyataan. Dan kadang kala, aku langsung tersadar sedetik setelahnya. Bahwa apapun di dunia ini sudah digariskan oleh-Nya. Oc? Kita semua tinggal menjalani saja.
Kalo diumpamakan kita robot, ya anggap aja pedoman manualnya itu Qur'an. Toh Allah juga terus - menerus mengisi kita dengan baterai yang bermutu hingga kita benar - benar "Rusak" dan tersimpan di lemari asal kita berada. So, stay to positive thinking

Jadi MC

Well, inilah praktek pertamaku di lingkungan masyarakat kampungku. Aku baru kali ini mempraktekkan teori - teori yang kudapatkan waktu SMP perkara menjadi MC. sebenarnya, jadi MC modalnya nggak susah - susah amat. Modalnya cuma senyum lebar, percaya diri, dan menguasai keadaan.

Aku dan Jilbabku

Ketika jilbab ini kukenakan,
Akankah aku selalu berpaling kepada-Mu, Ya Rabb
Ketika jilbab ini menjadi pelindung mahkotaku,
Ingatkah aku akan Kuasa-Mu yang mempertemukanku dengannya?

Wahai Rabb-ku,
Aku berlindung dari segala macam godaan kepada-Mu
Wahai Rabb-ku,
Jangan Kau goyahkan keyakinanku untuk selalu memakai jilbab ini

Kadang, hatiku belum siap sepenuhnya
Kadang, hatiku menolak
Saat aku mendzalimi diriku sendiri
Saat aku melakukan aib untuk diriku

Allah,
Teguhkanlah aku dalam balutan jilbab ini
Teguhkanlah imanku dalam jilbab yang kukenakan
Aku hanyalah seorang wanita biasa yang belum sepenuhnya berada di jalan-Mu
Namun, aku berusaha
Namun, aku ingin Engkau ridho dengan kehidupanku
Tunjukilah aku jalan yang lurus

Ya Allah, jadikanlah jilbab ini sebagai pengingat-Mu
Jadikanlah jilbab ini sebab agar Engkau menjagaku
Amin