RSS

Curhatan Seorang Akhwat

Tepat pukul 21.00, curhatan itu dimulai. Basa-basi sebentar sih. Tetapi, intinya akhwat seniorku di Remas ini bercerita soal karma tentang dirinya.

"Nis, aku merasa sudah menentang Allah. Aku merasa dijauhkan jodohku olehNya." begitulah kira-kira ucapannya.

Akhwat ini telah memasuki kepala 3, tetapi Allah belum mempertemukannya dengan lelaki yang dapat membimbingnya menuju cintaNya yang agung. Mbak ini bercerita padaku setiap kali ada ikhwan yang tertarik padanya dan meminangnya, hatinya menolak.

Penyebabnya hanya satu: Mbak ini menginginkan lelaki yang sepadan dengannya. Yang lebih tua darinya agar kelak bisa menjadi imam yang baik untuknya. Tetapi dia merasa dia belum menjadi akhwat yang beryukur karena telah menolak setiap lelaki yang ditakdirkan Allah bertemu dengannya.

Pikirku, Mbak ini nggak salah jika dia menginginkan seorang lelaki yang sepadan dalam dhohir dan batinnya. Karena memang dia adalah seorang akhwat sejati. Tetapi di sisi lain, Allah telah menentukan jalan hidup yang terbaik baginya. Jadi, kuyakinkan saja agar Mbak ini lebih yakin terhadap ketentuan Allah yang mengatur bahwa wanita-wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik. Dan setiap manusia itu diciptakan berpasang-pasangan.

Namun, rupanya keraguan itu masih menjadi suatu penanda yang sulit dihilangkan. Ingin rasanya kuberikan padanya sebuah puisi Wanita Suci dari forum SSKI di sekolahku. Agar dia tak merasa berkecil hati. Agar dia merasa menjadi akhwat pilihan Allah untuk menerima hadiah spesial di surgaNya.

Mbak, menemui Allah tanpa suami di sisimu adalah suatu kemuliaan. Jangan sedih, karena ada Allah yang akan langsung membimbingmu melalui kalamNya. Ia Maha Tahu yang terbaik melebihi diri kita sendiri. Semoga Mbak nggak berkecil hati dengan segala kondisi Mbak saat ini. Dan semoga Allah mengabulkan doa apapun yang menjadi kebaikan untuk Mbak. Amin.