RSS

Melirik Sekilas INDONESIA (1)

Hari ini, pelajaran PKn berbeda. Sebuah lagu yang abadi mengalun indah mengawali pertemuan kali ini.

Diiringi permainan akustik Dance, suara-suara emas mengungkapkan cinta untuk Indonesia.

"Kulihat Ibu Pertiwi...
sedang bersusah hati.
Air matamu berlinang, mas intanmu terkenang.
Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan.
Kini Ibu sedang susah, merintih dan berdo'a.

Kulihat Ibu Pertiwi...
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu, menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta, putramu yang setia
Menjaga harta pusaka, untuk nusa dan bangsa"

Kami seakan disadarkan kembali tentang "dunia lain" dari Indonesia yang saat ini sedang sedih, purik, dan lemah. Terbayang oleh kami penderitaan yang ditanggung Indonesia saat ini. Kekerasan, kejahatan genosida, ricuh sana-sini, pemerintahan tidak becus, prestasi berkurang, dan sebagainya. Kemanakah keceriaan wajah Ibu kita, kawan?

Ibu yang telah memberikan segalanya untuk kita? Keadilan itu sudah hilang dari tangan Ibu. Dirampas siapa, entahlah. Tapi yang pasti sekarang kita tak akan pernah lagi melihat keadilan yang sama. Keadilan yang dulu pernah didapatkan anak-anaknya.

Setidaknya menyanyikan lagu itu (kembali) membuatku merinding. Semangat untuk perbaikan generasi muda. Semangat untuk reformasi dan demokrasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Semangat untuk perubahan yang nyata.

Indonesia... Kami ada untukmu.