RSS

My First Book

Hmm.. alhamdulillah. Aku berani buat karangan dan terpilih menjadi salah satu cerita di dalam buku antologi "Kado Untuk Jepang"

 Tuh fotonya. Kemaren habis maksa Ibuk buat menjepretku dengan buku perdanaku (walaupun masih antologi). Tapi, aku tahu, jalan menuju mimpiku tak semulus yang aku bayangkan.
Hmm, Astaghfirullah hal'adziim. Kenapa istighfar? Yupz, kemarin udah melambungkan hati ini hingga terlalu tinggi. Untung kok nggak jatuh ya. Hffh :|

Selamet Deh, alhamdulillah. Jadi inget Kepseknya Andrea Hirata ngomong ke dia waktu dia nggak mau kembali ke sekolah lagi
"Kenapa Bapak kau kerasi di sekolah? Karena Bapak tidak ingin kau patah arang menggapai mimpimu, Kal! Jalan menuju mimpimu itu tidaklah semudah yang kau kira!"

Itu merupakan kalimat cambukan untukku. Aku kian menyadari, betapa beratnya perjuangan menjadi seperti apa yang kita inginkan. Meskipun kadang Allah menguji kita dengan sangat begitu berat, tapi Ia tahu, kita mampu menghadapinya. Dan semua yang terjadi dalam diri kita itu tidaklah sebagai suatu kebetulan. Namun ada yang telah menetapkannya. Ia lah Yang Maha Menetapkan Segala Sesuatu.
Wahai Allah, izinkan aku menjadi apa yang aku inginkan. Tapi, seandainya yang kuinginkan itu tidak dapat terlaksana, bimbing hatiku agar dapat mencintai takdirMu.

Suatu kata-kata bijak dari mentorku :
Kita mungkin tidak akan bisa menikahi orang yang kita cintai, tapi mencintai orang yang kita nikahi adalah suatu kewajiban.
Dan kita mungkin tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi mencintai apa yang kita dapatkan sekarang adalah suatu kewajiban.

Masya Allah. Jadi makin semangat untuk mencapai cita-cita itu : Penulis Sejati.Oh, no. bukan hanya semangat, tapi juga semakin bersyukur. Semoga. Amin.