RSS

16, Haruskah Aku Melewatinya?

Hffh... kalau aku boleh memilih, aku tak akan mau melewati usia 16 tahun. Inilah sebabnya aku tahu buku Quantum Ikhlas yang buagus banget khusus untuk orang-orang dengan usia minimal 16 tahun! What the serious age!

Dan aku baru bisa menyadari kenapa tanteku yang pernah beli buku itu tak menjawab pertanyaanku yang memang seharusnya tidak perlu dijawab. She wanted me to feel it myself!! Zzzz..... mangkelno.

Well, di 16 tahun beberapa pilihan hidup saling bertubrukan. Didukung dengan pendidikan SMA-ku di sekolah Negeri terfavorit di Surabaya (opo ae, biasa wah), semuanya harus tabrakan. Fffh, padahal pas jaman SD aku mengira orang yang bakalan punya KTP itu bebas dan merdeka. Tapi, ternyata.... Memang jadi orang dewasa itu setengah tidak mengenakkan.
Yupz, inilah hidup. Dan, rutinitas yang sama setiap harinya itu mboseni pol. Hmm, mungkin harus ada pewarnaan. Tapi, lek warnane abu-abu, coklat semi item, plus merah tua yo podo ae, surem.

Jujur, aku bingung setengah mati menentukan pilihan antara :
SEKOLAH-KELUARGA-TEMAN.
Kalo milih salah satunya, yang dua itu jadi dilema. Secara, selama ini aku lebih prioritas ke sekolah. Lha keluargaku pasti suka komen2 iri nggak jelas gitu. Dijauhi keluarga, merupakan hal yang sangat ganjil. Soalnya, dari kecil aku kebiasaan bersama keluarga. Dan teman-teman itu belum seberapa penting.

To be continued...

Continued-nya disambung.

Yah, beso' tanggal 24 ada acara bareng remas, tour wali 5! Tapi, Uti minta ditemenin ke Jombang. Jadi, yang manakah yang harus kupilih? Antara keluarga dan remas. Ini membuatku dilema. Sebenernya, kalo aku milih nganterin Uti, ya nggak papa sih. Aku memang jarang pergi bareng keluarga gara-gara sering adanya acara dengan temen2 sekolah dan Remas. Semoga tanggal 24 besok adalah momen yang baik untuk mengembalikan hubungan harmonisku dengan keluarga.