RSS

Seminar POSEIDON

--Allah akan memberikan sesuatu yang kita inginkan TEPAT PADA WAKTUNYA, bukan WAKTU YANG KITA INGINKAN--

Subhanallah,aku mengalami kejadian yang seperti itu ketika ikut Seminar POSEIDON 2011 di ITS.
jam 8 lebih, Banu sudah menelpon, begitu juga Helmy. Tapi, seperti perkiraannku, seminar dimulai tepat pukul 09.00. Aku bela-belain bayar 30.000 rupiah demi ketemu dengan Mbak Asma Nadia, salah satu penulis favoritku selain Andrea Hirata.

Dari sebelum berangkat, aku terus berharap supaya aku bisa salaman dan berfoto bareng Mbak Asma Nadia. Bahkan kalau bisa juga sama Mas Boim Lebon, penulis serial Lupus. Waa seneng banget, begitu Mas Boim sudah dateng. Tapi, aku juga ngarep Mbak Asma juga dateng. Eh, ternyata, Mbak Asma Nadia baru dateng jam 12.00.

Cerita yang tragis itu dirmulai ketika dibuka sesi pertanyaan. Aku kan ya males seh, dah dateng dan duduk dopojok paling kanan terus sama Masnya nggak dilihat-lihat. Masa yang dilihat cuma yang sevelah kiri. Gila aka tuh Mas moderatornya. Aku nggak seneng banget. Jadi, selama sesi pertanyaan tanganku nggak pernah diacuhkan. Tapi nggak apa-apa, aku hanya berpikir, oh, ya udah bukan rezekiku. AKu hanya bisa tetap berharap supaya aku bisa maju ke depan dan bersalaman dengan penulis-penulis kondang itu.

O iya, sebelum sesi Boim Lebon berakhir, semua peserta disuruh mengarang cerpen dari pengalaman yang paling menarik. Ya udah, aku cerita aja waktu aku dan Wahyu kepeleset dari jok motor di sore hari yang cerah dan berawan gara-gara nggak direstui mama perkara uang. Jujur, pengalaman itu berkesan banget. Tapi alhamdulillah, aku nggak kena apa-apa.

Setelah ishoma, Mbak Asma kan udah dateng tuh. Aku minta foto-foto sama Banu. Kan di sana ada Bianda, Helmy, Hesti, Ulin, dan Sani (3 cewek terakhir itu kelas X8). Si Banu mau-mau aja, tapi anak-anak lain pada nggak mau. Akhirnya, aku pun setengah sewot dan mangkel banget. Tapi, aku berusaha mengadem-ngademkan diriku sendiri dan tetap optimis. Okay, aku bersabar saja.

Begitu pun ketika sesinya Mbak Asma Nadia, aku juga nggak dapet-dapet tuh kesempatan tanya sama Mbak Asma Nadia. Aku kan juga pingin. Dan di sinilah terbukti bahwa aku benar-benar nggak pingin dengan yang namanya jurusan IPA. tahu kan, aku sealu bermasalah dengan Kimia? Muales poll. Hh... takdir! Susah dilawan.

Tapi, aku akan membuktikan sebentar lagi aku akan membuktikan aku berhasil dengan bahasa dan karangan-karangan ku yang akan laris di pasaran. Apa salahnya bermimpi? Toh, Allah akan mengabilkan mimpi-mimpiku. Aku nggak pingin orangtuaku menjudgeku agar memilih IPA. Aku ingin membuktikan kalau orang sukses itu NGGAK MESTI MASUK jurusan IPA! Anak Bahasa dan IPS pun bisa!!

Duh, males banget mbahas ngene iki. Ck.

Ya, ok balik ke awal topik diskusi. Aku pun akhirnya menjadi salah satu peserta dengan cerita terbaik. di saat -saat terakhir aku akan berputus asa, Allah dengan lantang memperdengarkan padaku ketika namaku disebut dan disuruh maju ke depan untuk berfoto, bersalaman, dan menerima hadiah buku novel dari Mas Boim dan Mbak Asma Nadia. Subhanallah... Alhamdulillah...
Jujur, di awal-awal, aku nggak percaya. Kupikir, banyak orang yang karyanya lebih baik dariku. Tapi ya itu, aku TETAP OPTIMIS.

Dan Allah akan memberikan sesuatu yang aku inginkan dengan waktu yang tepat.
Ini membuatku yakin. Bahwa Allah selalu menyelipkan hal-hal yang indah dibalik semua perjuangan dan pengharapan kita.