RSS

Bersyukur Dan Positive Thinking

Perhatikan kalimat yang dikatakan padaku oleh orang - orang yang pernah kujumpai :

"Tak ada suatu kejadian pun di bumi ini--misalnya daun jatuh--yang tidak dengan seizin Allah"

Cara yang ampuh agar kita tak merasa kufur dari ni'mat dan terus bersyukur.

Aku pernah berpikir seperti ini :
Kenapa aku hanya melakukan sedikit kebaikan hari ini? Tak adakah kebaikan lain yang bisa kulakukan seperti teman - temanku yang lain? Aku pun melihat sekeliling. Aku iri dengan apa yang mereka lakukan ( DI MANA AKU BERPIKIR, aku tidak melakukan hal - hal yang bermanfaat )
Dan kemudian, aku teringat dengan kata - kata itu.
Ya, Allah telah menakdirkan semuanya berjalan seperti ini. Semuanya sudah ada dalam kitab-Nya di Lauhul Mahfuz. Jam segini, aku melakukan ini. Nanti, aku melakukan itu. 10 menit kemudian, aku pergi ke sana. Begitu seterusnya.

Kemudian, aku juga sadar. Orang - orang itu berbeda jalan nasibnya. Setelah kupikir - pikir, aku belum pernah mengalami cobaan yang sangat berat. Eh, maksudku seperti (ya jangan sampai) ditinggal ortu,kebakaran, atau ... apapun lah. pokoknya yang tragis - tragis gitu. Tapi, Astaghfirullah, kuatkah aku menghadapi semua itu?

Ternyata, aku belum cukup kuat untuk mengalami nasib seperti itu. Aku belum cukup kuat untuk menanggung beban seperti salah seorang ustadzku yang miris sekali (nggak tega nyeritain) dan beberapa orang temanku yang mungkin tragis. Dan aku tahu, semakin berat cobaan seseorang, makin tinggi pula imannya.

Aku? Bagaimana dengan aku? Aku bukan apa - apa dibanding mereka. Aku masih limbung di tengah samudera yang luas. Terseret ombak ke sana - sini. Masih ikut arus. Dan kadang aku kehilangan arah. Pernah aku hilang arah. Jalan di depanku hampa dan aku nggak tahu harus ke mana. Hingga akhirnya aku diam. Aku meraba keadaan sekitar.

Ketika itulah, tiba - tiba aku memasuki sebuah lautan yang sama sekali tenang, damai, dan tentram. Di sini, langit tiba - tiba pula bersinar cerah dan menunjukkan gemintangnya ketika malam tiba. Aku terpaku dan terpesona. Gelombang hidup sudah tentu ada. Namun setelah aku masuk ke dalam samudera berarus tenang ini, aku semakin bisa mengenal sisi lain dari kehidupan.

Allah-lah yang mengatur pertemuanku dengan keadaan yang sekarang. Adakalanya aku merasa sedih karena aku terlalu tidak berbuat kebaikan ( halah opo ae ). Tapi itu kenyataan. Dan kadang kala, aku langsung tersadar sedetik setelahnya. Bahwa apapun di dunia ini sudah digariskan oleh-Nya. Oc? Kita semua tinggal menjalani saja.
Kalo diumpamakan kita robot, ya anggap aja pedoman manualnya itu Qur'an. Toh Allah juga terus - menerus mengisi kita dengan baterai yang bermutu hingga kita benar - benar "Rusak" dan tersimpan di lemari asal kita berada. So, stay to positive thinking