RSS

Pertanyaan "Kesebelasan"

Well, Winna Zhonniwa, akan kujawab pertanyaanmu... Aku singkat-singkat aja yah jawabnya. Gak bisa nulis banyak2, soalnya kebanyakan nulis fakta (udah agak lupa menuliskan imajinasi).

1. Apa yang kamu lakukan saat kesedihan mendalam menghampirimu?
Jawab: berusaha kembali ke "Jalan yang benar". Istighfar dalam hati sebanyak-banyaknya plus nangis biar lega. Ndengerin lagu Insha Allah-nya M.Z. Terus selanjutnya, yang jelas aku akan berusaha membeli cokelat sebanyak2nya. Kalo lagi bokek, minta ke Mama atau adikku. Haha. Resep makan cokelat ini terbukti membuat perasaan lebih tenang.

2. Bagaimana kamu membuat dirimu kembali tertawa dan membuatnya seakan tak ada masalah?
Jawab: Berusaha mati-matian berpikir positif dengan mengafirmasi diriku bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah S.W.T. Itu kulakukan tiap detik. Terus, ketemu sama temen-temen dan enjoy bareng dengan mereka. Atau kalo gak, ngegodain adik2ku tersayang.

3. Apa yang membuatmu paling bahagia?
Jawab: Yang jelas kalau urusanku dimudahkan Allah S.W.T   

4. Apa kamu punya tempat favorit untuk dikunjungi? Seperti apa itu? dan mengapa?
Jawab: Pinggir laut nyaman banget. Khususnya di pantai utara Surabaya. Apalagi kalo ditambah naik perahu. Bayangkan saja, di depanmu ada bukit karang besar sepanjang 3 km. Dibalik bebatuan itu ada laut yang bening. Dengan pancaran sinar mentari yang mengintip malu-malu dibalik mega ketika ba'da Subuh. Jadi, sinarnya itu kaya kristal pecah di tengah-tengah laut. Subhanallah banget deh. (Ini kok jadi puitis). Karena setiap kali merenung galau di pinggir laut, aku merasa semua masalahku udah ditelan sama laut itu. Dan aku sadar buanget kalo aku hanyalah makhluk yang sangat kecil (sementara laut yg kupandang luasssss sekali). 


5. Kalau tempat favorit di dunia maya, dimana?
Jawab: Facebook+Blogspot

6. Siapa idolamu? kenapa?
Jawab: Para Shahabiyah jaman Nabi. Khususnya Fatimah dan Bunda Siti Khadijah. Karena beliau2 itu perangainya indah banget. Disayang Allah, suaminya, ortunya, dan orang2 di dunia. 

7. Apa yang kamu inginkan di ulang tahun ke 17 nanti?
Jawab: Do'ain ya, supaya aku bisa beraqiqah dengan hasil keringatku sendiri. Aku pingiiiin banget aqiqah.  

8. Perubahan apa yang sudah kamu rencanakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik?
Jawab: Aku sudah dalam proses untuk menjadi muslimah sejati, yang nggak hanya pinter di "luar rumah", tapi juga di "dalam rumah".  Doa'akan semoga lancar.

9. Bagaimana masa depan yang kamu impikan?
Jawab: Masa depan yang kumimpikan adalah bisa membahagiakan ortuku, kuliah di luar negeri jurusan ilmu jurnalistik, dan bisa berhaji bareng suamiku tercinta kelak. Menjadi orang kaya yang bahagia (soale diridhoi Allah). Dan aku besok2 nggak mau kerja kantoran, tapi aku pingin jadi penulis kaya Asma Nadia biar bisa sekalian menjadi wanita sejati.

10. Lagu apa yang jadi favoritmu karena maknanya sesuai benget dengan kamu?
Jawab: Lagunya Maher Zain yang Insha Allah 'n For The Rest Of My Life.  

11. Karena aku ingin jadi arsitek, kira2 rumah seperti apa sih yang kamu impikan?
Jawab: Lho, temenan yo, mau buatin. Aku pingin rumah yg kalo dari luar itu sederhana, tapi dalemnya luas... banget. Jadi yg tampilan luar itu minimalis (kaya d perumahan), asri (banyak pohonnya), biar damai. Yg dalemnya itu ya diperluas biar lega n dibuat leyeh2 sekeluarga juga enak. Rumahnya 2 lantai, tapi terletak di perkampungan yg rame, banyak anak kecilnya. Bukan di perumahan yg biasanya sepi2 gitu. Sama deket masjid. 

Okeh semua sudah kujawab. Semoga dirimu puas ya Win. BTW, terima kasih sudah ngasih aku pertanyaan yg kaya gini. Pertanyaanmu benar-benar menyadarkanku. Syukron Katsiron, ukhti. 

Sebuah Cerita

Suatu hari, ada seorang pemuda yang ingin memberikan sekarung singkong ke rumah Pak Kiai. Niatannya ikhlas memberikan singkong tersebut kepada Kiai sebagai bentuk syukurnya kepada Allah.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumussalam, pemuda. Ada apa?" kata Pak Kiai.
"Ini Pak Kiai. Saya mempunyai singkong untuk Bapak. Alhamdulillah, singkong saya panen banyak." katanya sembari menyerahkan singkong tersebut.
"Wah, terima kasih."
"Sami-sami, Pak Kiai. Monggo, saya pulang dulu. Assalamu'alaikum..." kata si Pemuda yang bergegas pulang.

Tetapi, di luar dugaannya, Pak Kiai tadi menahannya."Sebentar toh... kamu jangan pulang dulu. Duduk sini, dulu."
"Lho, saya buru-buru."
"Sebentar! Ayo duduk lagi."
Mendapatkan paksaan seperti itu, si pemuda akhirnya duduk lagi karena sungkan dengan Pak Kiai.
Pak Kiai akhirnya pergi ke belakang dan tiba-tiba membawa seekor kambing untuk si pemuda.
"Ini untukmu."
"Lho, Pak Kiai. Saya ikhlas... Demi Allah, saya ikhlas. Nggak usah repot-repot."
"Kamu ikhlas toh tadi? Ya sudah, saya juga ikhlas menyerahkan kambing ini padamu. Ini, rawat baik-baik ya."
Si pemuda masih saja menolak, tetapi berkat kepiawaian Pak Kiai, pemuda tersebut akhirnya mau juga membawa kambing barunya.

Konon, cerita tersebut didengar seantero kampung. Ada seorang pemuda lain yang sampai berpikir aneh.
"Wah, kalau dia saja menyumbang sekarung singkong dapat kambing, berarti aku nanti menyumbang kambing pasti dapat seekor sapi. Wah, aku harus menemui Pak Kiai itu."
Berangkatlah pemuda 2 ini ke rumah Pak Kiai.

"Assalamu'alaikum, Pak Kiai."
"Wa'alaikumussalam."
"Pak Kiai, ini Pak Kiai. Saya ikhlas! Saya ikhlas memberikan kambing ini kepada Pak Kiai." katanya menggebu-gebu, sambil berharap yang tidak-tidak.
"Oh, ya sudah." kata Pak Kiai tanpa menahannya lebih lama.
"Lho. Sebentar Pak Kiai. Kan, saya ikhlas..."
"Ikhlas toh?"
"Tapi.. maksud saya... Anu... Ya... saya ikhlas. Ikhlas, ikhlas, Pak Kiai..."

Pak Kiai tersenyum, kemudian berkata, "Ya sudah, tunggu di sini sebentar."
Tak lama kemudian, Pak Kiai membawa sekarung singkong dan memberikannya kepada pemuda kedua.
"Kamu ikhlas kan, memberi saya kambing. Makanya, saya juga ikhlas memberimu sekarung singkong ini."

Si pemuda dua akhirnya pulang denganm perasaan sedih.

Bagaimana pendapat Anda semua?

It Lost

Jadi inget posting soal kehilangan.

Kemarin, tanggal 23 Desember 2011, laptopku yang sangat kucintai itu hilang. Yah, hilang begitu saja. Tanpa jejak, tanpa bilang apa-apa padaku.
Sakit? Iya!
Gak Ikhlas? Belum!
Bingung? Jelas!
Semua data-data penting waktu SMA, foto-foto kenangan, rumus-rumus pascal, HTML, PHP, hilang dan lenyap bersama raibnya laptopku. Ya Allah... aku nggak bisa membayangkan kalo seseorang yang entah di mana yang sekarang sedang mengutak-atik laptop itu menghapus semua data-dataku!

Well. butuh data sebenarnya. Laptopnya, ambil aja deh. Tapi bagaimanapun sebenarnya ini semua salahku juga, kurang pengawasan dan MUDAH PERCAYA dengan semua orang, termasuk yang masih itungan sekeluarga besar denganku. Aku nggak mau su'udzon, tapi berhubung aku sudah tahu siapa pelakunya, yang kulakukan hanyalah menerimanya saja. Belajar ikhlas dengan hilangnya laptop beserta data-dataku.

Sekarang, aku hanya berdo'a. Semoga Allah menggantikan laptop itu dengan sesuatu yang lebih baik. Terserah Dia mau menggantikan apa. Hal ini karena tadi sore, salah seorang om ku dari Mojokerto datang dan menghiburku,

"Sa... semua yang hilang, ketika kau ikhlas, akan diganti dengan yang lebih baik! Cobalah, percaya itu. Dan untuk sekarang, pasti masih ada yang bisa kau syukuri."

Merasakan nasihat Om ku, aku berpikir, ah iya. Masih banyak nikmatNya yang belum kusyukuri. Banyak banget.

"Belajarlah mengikhlaskan."

Aku termenung. Menyahut dalam hati, "Aku berusaha, Om."

Selamat jalan, laptopku....

Kalimat Mutiara

Persiapan yang terbaik adalah penyelesaian yang tuntas.

Semua kejadian baik dan besar yang kau sebut keberhasilan itu, kau capai dengan menaiki tangga yang dibangun dari penyelesaian dari rencana-rencanamu.

Jika ada dari rencanamu yang tidak selesai, maka langkah naik berikutnya akan menjadi sulit, atau bahkan tidak mungkin bagimu.

Sesungguhnya, kehidupanmu ini adalah tangga naik yang dibentuk oleh urutan penyelesaian. Semakin banyak yang kau selesaikan, dan semakin baik engkau menyelesaikannya, akan semakin baik dan berderajat hidupmu.

Maka janganlah hanya bersemangat saat bermimpi dan berencana. Lebih bersemangatlah engkau bekerja dalam ketulusan yang sederhana, tapi yang setia kepada yang kau kerjakan, sampai selesai.
Penyelesaian yang tuntas dari sebuah rencana yang sederhana, lebih baik daripada kesibukan menjelaskan mengapa kehidupan ini tidak mendukung rencana-rencana besarmu.

Maka segera laksanakan dan selesaikanlah rencana terdekatmu.

Ingatlah,

Persiapan yang terbaik adalah penyelesaian yang tuntas.
--------------------------------------------
Jagalah impianmu tetap besar,
jadikanlah hatimu lebih kuat daripada keraguanmu,
pastikanlah kesungguhan kerjamu juga sebesar impianmu,
dan ikhlaslah bekerja keras dan jujur
dalam pekerjaan yang sederhana,
tapi yang menuntunmu menuju impianmu.

Syukurilah kesederhanaan dalam diri dan pekerjaanmu,
karena rasa syukurmu adalah penghubung
antara kerja kerasmu dengan kemurahan Tuhan Yang Maha Kaya.

Jujurlah, rajinlah, dan bersabarlah.

Engkau akan sampai.
------------------------------------------



Entah... dua Quotes dari Mario Teguh itu, ajaib sekali. Let's keep spirit. Allah akan menyediakan kejutan bagi orang-orang yang berusaha, berdoa, dan bertawakkal. Serta ridho atas keputusanNya. Amiin.

See.. The Right Path Way

~Jika amanah seseorang makin banyak, seharusnya ia mampu untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan porsi yang lebih pula~

Menganalisis kalimat tersebut, kini aku sadar bahwa tak terasa Ia memberiku kepercayaan lebih. Tetapi, kenapa aku tak bisa beranjak dari tipe "orang kedua" yang selalu berada di tengah-tengah?

Ya Allah... kembalikan aku menjadi orang yang bersegera dalam kebaikan. Kembalikan aku dalam orang-orang yang ingat akan Engkau. Kembalikan aku menjadi orang yang selalu bersyukur atas semua nikmatMu. Amin.

Curhatan Seorang Akhwat

Tepat pukul 21.00, curhatan itu dimulai. Basa-basi sebentar sih. Tetapi, intinya akhwat seniorku di Remas ini bercerita soal karma tentang dirinya.

"Nis, aku merasa sudah menentang Allah. Aku merasa dijauhkan jodohku olehNya." begitulah kira-kira ucapannya.

Akhwat ini telah memasuki kepala 3, tetapi Allah belum mempertemukannya dengan lelaki yang dapat membimbingnya menuju cintaNya yang agung. Mbak ini bercerita padaku setiap kali ada ikhwan yang tertarik padanya dan meminangnya, hatinya menolak.

Penyebabnya hanya satu: Mbak ini menginginkan lelaki yang sepadan dengannya. Yang lebih tua darinya agar kelak bisa menjadi imam yang baik untuknya. Tetapi dia merasa dia belum menjadi akhwat yang beryukur karena telah menolak setiap lelaki yang ditakdirkan Allah bertemu dengannya.

Pikirku, Mbak ini nggak salah jika dia menginginkan seorang lelaki yang sepadan dalam dhohir dan batinnya. Karena memang dia adalah seorang akhwat sejati. Tetapi di sisi lain, Allah telah menentukan jalan hidup yang terbaik baginya. Jadi, kuyakinkan saja agar Mbak ini lebih yakin terhadap ketentuan Allah yang mengatur bahwa wanita-wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik. Dan setiap manusia itu diciptakan berpasang-pasangan.

Namun, rupanya keraguan itu masih menjadi suatu penanda yang sulit dihilangkan. Ingin rasanya kuberikan padanya sebuah puisi Wanita Suci dari forum SSKI di sekolahku. Agar dia tak merasa berkecil hati. Agar dia merasa menjadi akhwat pilihan Allah untuk menerima hadiah spesial di surgaNya.

Mbak, menemui Allah tanpa suami di sisimu adalah suatu kemuliaan. Jangan sedih, karena ada Allah yang akan langsung membimbingmu melalui kalamNya. Ia Maha Tahu yang terbaik melebihi diri kita sendiri. Semoga Mbak nggak berkecil hati dengan segala kondisi Mbak saat ini. Dan semoga Allah mengabulkan doa apapun yang menjadi kebaikan untuk Mbak. Amin.

Hallo, Desember \(^_^)/

Desember = deres-derese sumber. Amiin.

Desember = akhir tahun

Desember = evaluasi

Desember = liburan

Desember = UAS

Desember = menikmati hujan

Desember = dilarang mengeluh

Okeh! Memulai hari dengan optimis adalah salah satu aspek dalam hidup yang kukembangkan sekarang ini. Karena itu aku menyadari ada sedikit perubahan ke arah yang lebih baik. Manusia pasti berubah. Kadang sedikit waktu membuat hati terus bergejolak.

Dan karena ini sudah bulan Desember, berarti aku harus semakin lebih baik, semakin dewasa, dan semakin pengertian. Allah mengikuti prasangka hambaNya. Berpikirlah positif, Dia telah merencanakan yang terbaik untuk kita.

Well, sebenarnya ini sudah tahun baru sih (Tahun Baru Islam), jadi tidak ada lagi alasan untuk mengungkit-ungkit yang lama.
Desember ini akan jadi suatu alasan yang pas untuk proses ke depan yang lebih baik.

Persiapan UAS

UAS SEMAKIN MENDEKAT!

5 DESEMBER UAS DATANG...

Sedih? Takut? Atau Marah gara-gara bahan UAS gak lengkap?

Cara ampuh :
1. Persiapkan kesiapan batin. Ini menjadi sangat penting ketika kita menyadari bahwa Allah-lah yang bisa memberikan keajaiban untuk tidak remidi di pelajaran yang paling susah bagi kita. Jadi, banyak-banyaklah mendekat kepadaNya dan mohonlah pertolonganNya. Shalat Dhuha, Shalat Tahajjud, Shalat Hajat, dan Istighfar. Yakin. Oh ya, HINDARI maksiat!

2. Kuasai 10 cara dalam pelajaran eksak (matematika, fisika, kimia, akuntansi, dll). Soalnya, kalo kita mampet di satu cara saja, waduh. Nangis kita bisa-bisa karena mandeg di tengah jalan kenangan. Cara itu bisa dilakukan dengan kekreativitasan kita mengolah rumus dasar. Contohnya nih, misalnya rumus Fisika yang gravitasi (itu banyak banget...), tetapi dengan modal 2 rumus dasar, soal gimanapun kayanya gampang banget dikerjain. Cuma dibolak balik aja rumusnya.

3. Positive Thinking. Ketika belajar, yakinlah kalau itu yang bakal keluar. KArena, Allah itu mengikuti prasangka hambaNya. Dan jangan lupa bertanya sebanyak-banyaknya kepada orang yang kamu angap "dewa/dewi" di bidangnya.

4. Tularkan apa yang kamu tahu. Orang akan lebih mudah paham 100% ketika ia berhasil mengajarkan suatu materi kepada orang lain. Ya mungkin, perlu bertahap. Tetapi.. yang penting kita sudah berusaha menularkan ilmu pada orang lain. Itu adalah benih kebaikan, dan nantinya yang kita tuai juga kebaikan pula, InsyaAllah.

5. Minta do'a restu sama orang tua. Ini yang paling urgent. Jangan coba-coba merengut, bantah ortu, apalagi sampe marah2 gak karuan di depan ortu. Karena orang tua-terutama Ibu- adalah perwakilan Allah di dunia. Restu orang tua, adalah restu Allah juga. Jadi, buatlah mereka senyum dengan kehadiranmu, buatlah mereka bangga dengan nilai-nilaimu, dan buatlah mereka ikhlas mendoakan keberhasilan UASmu.

Sekian, terima kasih. Semangat menghadapi UAS!!!! :)

IPA cs IPS

Tadi baru saja ada pelajaran sejarah... Terus guru sejarah ku bersabda,

"Mengapa pendidikan Indonesia sekarang seperti ini?"
anak-anak hening
"Ya karena, selama ini kalian hanya dicekok'i pelajaran IPA saja. Coba, pelajaran Geografi, Sejarah, Ekonomi, itu kalian anggap remeh. Ini sudah terjadi sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Jelas, kalau para penjajah itu dulu memberikan pelajaran ilmu sosial kepada pribumi, nanti pribumi jadi pandai dan bisa melawan kepada mereka.

Justru, orang-orang Indonesia lebih dipintarkan dengan pelajaran IPA supaya orang pribumi tidak tahu tentang seberapa besarnya kekayaan yang ada di negeri kita sendiri. Di sini memang banyak yang ahli teknologi, ahli komputer. Tapi, yang ahli di bidang ekonomi? Geografi?"

Bu, dulu aku sempat berkeinginan mengambil jurusan IPS. Namun, karena orang tua tidak merestui, akhirnya akupun beralih ke IPA. Tapi jujur, aku tidak akan pernah mendeskriminasikan IPS dari pelajaran yang wajib kukuasai. Aku masih terus belajar dengan esai-esaiku. Yang masih bisa kupublikasikan lewat blogku.

Dan melalui esai, akhirnya aku mengerti tentang betapa kaya sebenarnya Indonesia ini. Aku dapat menyingkap perlahan berbagai tabir yang belum aku ketahui. Aku mencoba mengenal Indonesia lebih dalam, apa yang harus kami lakukan untuk perdamaian bersama.

Seni Kehilangan

-Seni menerima kehilangan itu tidak sulit-

Benarkah? Untuk hal-hal kecil itu memang benar. Seperti ilang kunci, ilang modem, atau ilang buku. Tapi perkara ilang hati? no-no-no.
Kehilangan hati adalah sesuatu yang sangat menjadi bencana.

Dan berikutnya, aku pernah membaca kalimat,

"Rasakan setiap perasaan yang kau jalani. Rasakan dengan segenap hatimu, kemudian, pelajarilah. Maka kau akan mendapatkan sesuatu yang selama ini belum kau dapatkan."

Jika dihubungkan, kedua kalimat itu akan bersambung dan membentuk cerita seperti ini: 

Saat kau kehilangan sesuatu, maka pelajarilah. Rasakan dengan segenap hati dan pikiran. Hati akan membawamu dalam keadaan yang lebih baik. Karena di sanalah ada sambungan dariNya. Dan pikiran akan menyelaraskan reaksi-reaksi yang kau timbulkan terhadap rasa kehilangan itu sendiri. Membuatmu tetap logis dan melihat penyebab-penyebab dibalik peristiwa kehilanganmu. Sehingga kau bisa tetap berpijak di jalan yang benar dan berperilaku yang benar. Hasil akhirnya, kau akan berkata, seni menerima kehilangan itu mudah ya? Sekalipun kau harus kehilangan orang-orang yang kau cintai dan berarti dalam hidupmu.

Mana Perahu Kertasku?

Rasanya, sudah terlalu lama di dunia realitas, nggak mikir lagi yang namanya khayalan-dongeng-dan... the soul freedom. Rasanya, sudah terlalu lama bergelut dengan dunia Biologi, Fisika, Matematika, Statistika, Kimia, dan seluruh data penting yang berkaitan dengan kelangsungan hidup makhluk hidup. Intinya, fakta! Realitas! The Real World!

Dan kemarin aku memutuskan jalan-jalan sebentar di toko buku murah langgananku. Sebuah buku warna-warni bergambar perahu dengan dua orang sebagai kemudinya menarikku. Ada suatu magnet di sana. Sepertinya sebuah perjalanan yang aneh tapi indah.

Kubuka halaman demi halaman. Selalu hadir kejutan di dalamnya. Tetapi, jujur ada sesuatu yang kurang cocok denganku. Tokoh Keenan yang awalnya digambarkan sebagai orang yang "sepertinya" setia, tiba-tiba saja menjadi cepat berubah pendirian.

Tapi, well. Mari kita lihat keseluruhan ceritanya. Perahu Kertas-metafora indah yang berliku di antara segelintir manusia yang saling terkait. Seperti tersangkut di sebuah pusaran: Kugy dan Keenan. Hmm... aku bertanya pada diri sendiri, di manakah perahu kertasku? Di manakah semua khayalan indah tentang duniaku sendiri?

Menulis adalah passion. Menulis adalah ungkapan yang tak terkatakan. Sayangnya aku belum menemukan pelabuhan yang pas untuk melabuhkan perahu kertasku yang isinya itu.

Melirik Sekilas INDONESIA (1)

Hari ini, pelajaran PKn berbeda. Sebuah lagu yang abadi mengalun indah mengawali pertemuan kali ini.

Diiringi permainan akustik Dance, suara-suara emas mengungkapkan cinta untuk Indonesia.

"Kulihat Ibu Pertiwi...
sedang bersusah hati.
Air matamu berlinang, mas intanmu terkenang.
Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan.
Kini Ibu sedang susah, merintih dan berdo'a.

Kulihat Ibu Pertiwi...
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu, menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta, putramu yang setia
Menjaga harta pusaka, untuk nusa dan bangsa"

Kami seakan disadarkan kembali tentang "dunia lain" dari Indonesia yang saat ini sedang sedih, purik, dan lemah. Terbayang oleh kami penderitaan yang ditanggung Indonesia saat ini. Kekerasan, kejahatan genosida, ricuh sana-sini, pemerintahan tidak becus, prestasi berkurang, dan sebagainya. Kemanakah keceriaan wajah Ibu kita, kawan?

Ibu yang telah memberikan segalanya untuk kita? Keadilan itu sudah hilang dari tangan Ibu. Dirampas siapa, entahlah. Tapi yang pasti sekarang kita tak akan pernah lagi melihat keadilan yang sama. Keadilan yang dulu pernah didapatkan anak-anaknya.

Setidaknya menyanyikan lagu itu (kembali) membuatku merinding. Semangat untuk perbaikan generasi muda. Semangat untuk reformasi dan demokrasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Semangat untuk perubahan yang nyata.

Indonesia... Kami ada untukmu.

Malem...

Mencoba mengerti tentang diri sendiri itu jauh lebih sulit. Entah karena PMS atau apa, rasa keegoisan ini semakin tinggi. Nurani tak mampu lagi membendung setiap emosi yang hadir menjelang. Sepertinya perlu sebuah kekuatan yang maha dahsyat.

Aku ingin cerita, tetapi aku tak tahu mau cerita ke mana? Aku sudah banyak menyakiti orang-orang di sekitarku. Dan aku tak mau memaksa mereka untuk tetap mendengarkan ceritaku. Jadi, aku harus cerita ke mana? Allah? Well, satu-satunya tempat memang Ia. Aku sudah bercerita kepadaNya.

Awan itu terus meneteskan sisa-sisa air yang masih ditahannya. Seketika ia tampak ingin menangis. Tetapi seketika ia tampak ingin tegar. ia kini rentan. Bersiap untuk runtuh. Seperti mati segan, hidup tak mau.

Hear Our Heart

Jalan Cinta Para Pejuang-Sallim A.Fillah.

Di kalangan aktivis dakwah, nama Sallim A.Fillah pasti bukan nama yang asing. Setiap untaian kata dalam buku-bukunya mengalun indah. . .
Menerangi setiap hati yang gundah. Biar gak galau kali ya.

Seorang (mantan) teman sekelasku yang (merasa) sangat imut-imut sekali, datang ke kelas. Menenteng-nenteng buku itu. Aku pun dengan tidak seberapa anarkis meminjam bukunya.

Sreet... Terbukalah halaman itu:


NURANI...

Cita dan tujuan selalu ada jauh di depan
Gairah dan hasrat membuatnya terasa dekat
Jikapun kemudian ia masih tampak gelap atau buram
Itu karena mata yang kita pakai untuk melihatnya 
terletak dalam hati
APAKAH KAU MENDENGAR SUARANYA SAAT MEMOHON UNTUK TAK DIKOTORI?

Kemudian, ada suatu hadits riwayat Muslim:

~Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya. dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa, dan ragu-ragu dalam hati. Meski orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkanmu~

Setiap manusia zaman sekarang memang nggak punya pemahaman yang sama dengan wahyu Allah. Begitu pula dalam mengenali Rasulullah secara total dan meniru apa-apa yang diperbuat beliau. Tapi, Allah menitipkan satu chip untuk mendeteksi kebenaran. Yaitu hati nurani.

Hati nurani akan selalu berdering ketika ada sesuatu yang salah dengan diri ini. Tetapi ia juga akan semakin tertutup seiring dengan kemaksiatan yang kita lakukan. Percayakah?

Misal, ketika kita akan nyontek. Pasti 'sesuatu' dalam jiwa kita melarang untuk berbuat itu. Bisikannya begitu halus, tapi sangat tajam. Invisible, tapi terasa. 
Misalnya lagi, ketika kita akan bohong. Hati nurani dengan sangat tegas memperingatkan kita. Tinggal kita memilih, mau melakukan itu atau tidak.

Jangan biarkan Allah mengunci hati nurani kita. Karena ialah penghubung kita denganNya.

Ya Allah, jangan kau berikan kunci hati ini sebelum waktunya.

Wait for That Time

Kemarin... kudengar (oh gak, lupakan)
Jadi, tadi malam, aku kan diudnang spesial ke pernikahannya saudaraku yang diselenggarakan di gedung BKKKS. Well, there're some feeling. Happy? Not at all
Smile? Always
Tired? Tokidoki
Tapi, ada satu feeling yang sedikit membuatku risih. Ngg.. well, lupakan.

Hmm. ini akibat dari POSITIVE THINKING nih. Aku kan pakai gamis yang sederhana, jilbab juga gak banyak modifikasi kaya emak-emak. Simple aja tapi tetep syar'i lah, Insya Allah. Dan, aku berusaha positive thinking dengan apa yang aku punya waktu itu.

Subhanallah... Dampaknya manjur sekali lho dari positive thinking itu. Dan Allah benar-benar sesuai dengan prasangka hambaNya. Aku menemukannya dalam kenyataan!


Yah, meskipun aku agak gimanaa gitu, intinya aku nggak jaim. Semoga ini bisa sedikit menjadi gambaran bagaimana aku benar-benar berpikir positif. AKu berharap postingan kali ini benar-benar mempengaruhiku ketika aku ingin sekali saja berpikir negatif tentang suatu hal.

Btw, masih soal posthing juga yah...
Kemarin juga, aku dibilangi kaya gini sama seseroang:"Kalau kamu mau menerima kenyataan buruk yang ada sekarang pada dirimu, berarti kamu mau menerima kebodohanmu sendiri!"

Nah, aku mikirnya seperti ini: "oh, kalau UNTUK SEKARANG aku mikirnya terus nggak peduli sama hal-hal yang realistis, berarti aku bodoh dong. Yo aku nggak mau yo... Ya weslah, terima saja statusku sebagai anak IPA. Alhamdulillah."

Akhirnya, "Ya Allah Ya Robbi, maafkan hambaMu yang terlalu suka mengeluh ini."

Salahkah Aku?

Hmm. siapakah yang salah?
Ketika itu, aku koleng dan jujur, nggak seberapa fokus buat belajar Matematika.
Dengan berbekal Bismillah dan doa dari shalat dhuha, aku harap-harap cemas semoga soalnya nggak susah-susah amat. Maklum, contoh soal bab yang satu bab ini aja udah 30 an lebih variasi.

Lhah aku tadi malem baru pulang jam setengah 9, kehujanan, di tengah jalan cuma ditemani orang-orang asing plus petir yang nggak tanggung-tanggung suaranya! Jadi, sampe rumah udah males buka buku matematika dalam bentuk apapun lah. Langsung tidur, makan aja gak mau kok.

Well, Alhamdulillahnya, Allah mengabulkan semua doa-doaku ketika shalat Dhuha. Aku yakin Allah tak pernah menyia-nyiakan setiap usaha kita. NGgak pernah, asalkan kita termasuk orang-orang beriman.

Filosofi Darah

Pas Biologi :

Kamu itu kalo jadi tamu, mbok ya seperti darah... Darah itu nggak langsung menuju ke biliknya. Tapi, ke serambinya dulu. Okay?

Hm.. emang orang sekarang pada langsung ke biliknya orang ya? Aku nggak kok. Tenang aja.

I Miss The Rain

Mr Rain...
I miss you,
I always wait for your coming

Mr Rain...
I've never felt cold with you
Eventough you make me wet
But, I miss you so much, Mr Rain

Don't ever go from my day
I like the day when you come with some happiness
No pain
No mind
I like to be free with you

Don't wanna let you go

Terms of My (New) Teachers

Life Observer?

Hmm, nice job. Haha, kudu minjem istilah Andrea Hirata dari buku 'Edensor'nya yang ndewo banget. Novel perjalanan yang sampai membuatku tergila-gila dengan segala pesona tempat dan keunikan yang dijelajahi Andrea. I wish, I was there.

Back to life observer. Tepatnya, my teacher's observer. Ah, hari ini lucu. Kurasa, kelas XI memang beda. Guru-guru yang kujumpai terasa berbeda, peduli, dan seru! Mereka lebih seperti anak muda dan enjoy. Tapi, tetep. Kredit yang dikejar tak tanggung-tanggung, 80!

Mendapatkan guru ideal yang tetap berorientasi pada tujuan. Ini merupakan tantangan yang sangat berat. Maap ya Pak, Bu, atas kelancangan saya. :)

Guru B.Indonesia :
-Bu Min : kadang suka gak jelas. Tapi, anyway she's okay.
-Bu Nur : suka teater dan berekspresi.

Guru Matematika :
-Bu Roes : paling kalem dan jarang bersuara keras. Tapi soalnya, ndewo banget. Ngerjain sepapan tulis juga gak bisa selesai kadang.

Guru Kimia :
-Pak Joko : suka nerangin intinya, tapi malah mbulet.
-Bu Tituk : favoritnya anak2. pun ketika beliau meremidi ulangan. Gak kaya remidi.

Guru Fisika :
-Pak Nur a.k.a wali kelas : kadang gj. Kalo bikin soal gak ribet. TAPI KUDU RAPI, tipikal orang Jepang. Gak boleh ada stipoan di kertas ulangan.

Guru Biologi :
-Bu Heni : top deh neranginnya. Saking nguasai materi beud, Buk nya kecepeten. Kan aku gak siap alat rekam kalo biologi. Biasanya versus Helmi.

Guru Kesenian :
-Pak A. Lamri : cinta keindahan

Guru Agama :
-Bu Rohimah : psikolog remaja banget, menerapkan metode Islam yang gaul tapi syar'i.

Guru Olahraga :
-Bu In : lebih suka proses daripada hasil

Guru PKn :
-Bu Puji : Smalane true lovers! jangan coba-coba ganggu Smala. kalau tidak, akan berhadapan langsung dengan beliau.

Guru Komputer :
-Mas Koko : lumayan sih kalo nerangin. Tapi mas nya ganti-ganti. Mpe gak tau semua namanya masing-masing. Bingung sama yang ngajar... But, I always lova computer lessons. I can browse, up to ME!

Guru B.Inggris :
-Mrs. Fauzia : pelajarannya bonus.
-Ms. Anisa : always speaking. You must speak or you've no mark on your final report.

Guru B.Jep :
-Hanif Sensei : menerapkan cara pengajaran yang berbeda dari waktu ke waktu. Mesti dakwah di setiap pelajaran (support him). Oh ya, suka dievaluasi sama anak2. Ganbatte Sensei.

Ocehan waktu kelas 4

Jadilah Tanah, Jangan Jadi Genteng...

Mengingat kembali memori 6 tahun yang lalu, ketika aku masih kelas 4 SD...
Waktu itu, aku masih hobi banget gowes sama temen-temen ngajiku di kampung. Aku dengan Nur sepedaan berdua dari Watu-Watu. Tiba-tiba, di perjalanan pulang, Nur berkata, "Nis, kamu mau jadi genteng apa jadi tanah?"

"Genteng," jawabku.
"Hah? Genteng? Kok aku lebih suka jadi tanah ya?" sangkalnya.
"Kan tanah di bawah. Mending genteng kan. Di atas. Bisa melindungi orang-orang..." sangkalku juga.
"Gini wes. Genteng, emang di atas. Tapi sekali dia jatuh, dia akan hancur. Pecah berkeping-keping." katanya sambil menyejajari langkah sepedaku.
Aku terdiam, berpikir sebentar. Tapi nggak mudeng kenapa masih istimewa tanah. Daripada bingung, akupun tanya ke Nur, "Apa coba istimewanya tanah?"

"Tanah, meskipun diinjek-injek, dia tetep menghasilkan banyak manfaat sama kita. Dia rendah hati,  bukan rendah diri. Kita terbuat dari tanah. Meninggal pun ditaruh di dalam tanah. Tapi, tanah tak pernah mengeluh bukan. Sedangkan genteng itu sombong. Dia maunya terus aja di atas. Emang sih, dulunya dia di bawah. Tapi setelah jadi genteng, mana pernah dia mau di bawah." sahutnya santai.

Ok, jadi saat itu juga aku berjanji : aku nggak mau jadi genteng ah. Takut pecah kalau jatuh. Sakit kan rasanya. Mending jadi tanah. Meskipun diinjek-injek, tetep semangat untuk memberikan kebahagiaan untuk makhluk hidup di atas dan di bawahnya.

Ada Apa dengan Maksimal

Astaghfirullah hal adziim... Kemarin, kena semprot seseorang. Tapi, di sisi lain aku juga sadar soal introspeksi diri ini. Ya, EVALUASI DIRI SENDIRI sebelum evaluasi orang lain.

Dan pengartian kata-kata maksimal, adalah sebuah perbedaan mutlak yang perlu dimiliki seseorang. Kadar kemaksimalan adalah hal yang paling menarik untuk dibahas saat ini.

Maksimal? Dari kata Maxim dan Al? Ya pokoknya gitu lah.
Sesuatu bisa dikatakan maksimal jika ya... sesuatu itu Out of the Box!
Tapi kadang-kadang, kita SERING menilai sesuatu itu sesuai keinginan kita. Kita mengukur kemaksimalan kita melakukan sesuatu itu terlalu cepat dan terlalu rendah. Dan inilah yang kadang membuat kita cepet merasa bosan dan malas.

Untuk maksimal, diperlukan cinta dari diri kita. Diperlukan sesuatu yang sangat kuat dan seribu alasan agar kita tetap menyadari bahwa apapun yang sekarang sedang kita kerjakan belum maksimal. Cinta itulah salah satunya. Entah kenapa, aku kadang terlalu sering membenarkan diri sendiri dan malah menyalahkan orang lain. Terutama ketika kita sedang capek, kesal, atau marah.

Ketika sedang mengetik tulisan ini aku pun sedang berpikir, sudah maksimalkah aku selama 16 tahun ini? Sudah benarkah sikap yang kulakukan? Tadi pagi aku memarahi diri sendiri seperti aku memarahi orang lain. Aku marah karena aku masih banyak kekurangan, dan belum mau melengkapi kekurangan itu.

Aku merasa kurang maksimal di lingkungan yang sekarang. Aku banyak merasa kurang. Dan, sekarang aku berjanji kepada diri sendiri bahwa aku akan memaksimalkan setiap kemampuan dan keistimewaan yang diberikanNya padaku.

Hingga waktu itu tiba.

Aku pernah membaca satu kalimat ajain dari Hasan Al-Banna yang intinya :

Istirahat itu hanya akan terjadi di surga.

Pengarang

Ketika sedang mbantuin Antok bikin cerita pendek yang akan dijadiin komik, aku ditanya temen A, "Nis, kamu kok mau sih, ngarang gitu? Gratisan lagi."

Jawabku,"Ya, karena aku suka. Meskipun nggak dibayar, ya gapapa."

Temen B komentar : "Oh, berarti hidupmu dikarang-karang ya?"

Hm... Haha, dikarang-karang?

Ada benernya juga. (epek jadi pengarang : hidup juga kadang bisa dikarang...)

Izinkan Aku Memberikan yang Terbaik

Alhamdulillah... Hari ini, aku masih diperkenankan 'mendapatkan banyak uang'. Meskipun itu uang sakuku. Minggu ini, aku dapet sekitar 3x lipat dari uang sakuku yang biasanya.
LAntas, aku pun bingung, mau kuapakan uang ini? Hutang? Hmm.. Ada. tuh. Tapi, sederet pengeluaran nampaknya sudah terbayang di benakku.

Tapi, kemudian aku memandangi sosok - sosok yang menjadi perantaraku dan uang ini. Pastinya mereka adalah kedua orang tuaku, dan... UTIku.

Sejak aku duduk di bangku SMA, aku jarang sekali membantu tugas-tugas berat mereka di rumah. Padahal, dulu aku adalah anak rumahan yang tipenya HOUSE WIFE banget. Sekarang? jadi anak "jalanan" deh. Eh, bukannya aku ditelantarin di jalanan, tetapi aku lebih sering di jalanan daripada di rumah. Aduh, gimana ya, ngomongnya. Wes, pokoknya gitu deh. Intinya di rumah itu, cuma kugunakan buat makan, minum, dan tidur.

Kalo pun aku nyuci baju, paling-paling seminggu sekali. Nyapu rumah pun jarang buanget, kalo nggak bener-bener disuruh. Maaf yah, my lovely family.. :)
Tapi, yang jelas, aku sayang kalian.

Nah, aku masih inget permintaan Utiku. Beliau pingin banget dapetin buku Membuka Pintu Langit karya H. Mustofa Bisri. Sepertinya beliau ingin mendapatkan buku itu secara gratis. Ya Allah, izinkan aku kali ini untuk mendapatkan buku itu, dan buku itu akan kupersembahkan khusus untuk Uti. Aku tahu, Uti tak pernah meminta apapun dariku. Tapi, aku ingin seklai memberi beliau sesuatu yang berharga. Sesuatu yang bahkan sangat beliau idam-idamkan. Walaupun itu bukanlah sebuah berlian, emas, atau pakaian mewah. Tapi, karena aku lebih suka di bidang teknologi daripada beliau, maka aku ingin sekali memberikan sesuatu sebagai tanda terima kasihku. Walaupun kenyatannya, buku itu belum lah cukup mewakili rasa terima kasihku pada beliau.

Please ya, Ya Allah. Aku niatkan untuk ikut undian itu karenaMu. Karena rasa cinta dan rasa terima kasih yang telah Kau berikan kepada kami. Dan jika aku menang, buku itu menjadi milik Uti.

Dear October

Hay... bulan Oktober... Well, aku tahu diriku tak akan pernah bisa diterima orang lain jika aku tak mengubahnya lebih dulu. Hari ini, karena masih tanggal 2 Oktober yak, jadi aku pingin membuat list target + evaluasi singkat :

Target Bulan ini :
-Kalo ada ulangan/try out, NGGAK BOLEH NGGAK TUNTAS!
-Nyelesaikan Mading Det Con tepat waktu.
-Jadi 3 besar di DetCon 2k11
-Belajar efektif
-Ngafalin minimal 5 surat di Juz 'Amma
-Memperbanyak infaq
-Sukses di Latuska, be the best :)
-Shalat Malem 3x Seminggu
-Min. ikut 2 Lomba Menulis
-Bayar Hutang

Evaluasi Bulan Lalu :
-Masih belum bisa bagi waku
-Masih gak konsisten
-Masih gak bisa nepatin janji
-Masih belum bisa concern ngerjain PK (pekerjaan rumah)
-Kurang introspeksi
-Kurang respek sama orang
-REMIDI... Masya Allah...(Lagi-lagi) Kimia-Fisika...

Well, semoga daftar di atas bisa lebih menyemangatiku lagi. Ya Allah.. bantuin Nisa menuhin target-target itu dan mengurangi evaluasi yang udah ditulis di atas...
Entah kenapa, aku merasa beberapa hari ini kaya kena hukum karma deh. Tapi... Innallaha Ma'as Shobiriin. Amiin.

Belajar Linux versi 1

Jenis Linux :
-Debian : Ubuntu, Debian, Blank On
-RPM : Mandriva, Fedora Core, Red hat
-Slackware : slackware, Backtrack, Singkong Linux

Kenapa Linux?
-Lebih Stabil
-Bisa diutak-atik
-Protectnya lebih unggul

Kekurangan Linux?
-Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih 'Windoes 
 minded'
-Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu
 baik
-Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows
-Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like wajib
 belajar soal Linux.

How About Ubuntu?
-Berbasis Debian (*.deb)
-Berasal dari bahasa kuno Afrika yang berarti rasa perikemanusiaan 
 terhadap sesama manusia
-Rilis 6 bulan sekali
-Adanya versi TS

Kemudahan Ubuntu
-User friendly
-adwal rilis yang tetap
-Didukung Canonical Ltd.
-Adanya CD gratis (http://shipit.ubuntu.com)
-Kemudahan instalasi
-Adanya live CD/DVD
-Advance Linux

Instalasi LINUX

Blogger Anyar CacaD!

Duh, wes ngetik akeh2 penuh perasaan, eh... gak isok di save.. Mangkeli!!!
Ah, geblek pisan.. Kenopo kok gak di delok URL-e mau..... :(

Semangat!! Ganbatte!!

Semangat diartikan sebagai sesuatu yang menambah kekuatan seseorang untuk bangkit dan akhirnya ia berhasil mencapai tujuannya! Semangat itu bisa naik turun. Salah satunya ditentukan oleh :
-Keadaan bagaimana yang kita jalani sekarang
-Siapakah teman-teman kita sekarang
-Bagaimanakah kau bersikap
-Dan seberapa banyak motivasi yang pernah didapatkan

Hmm... Aneh juga ngomong tentang semangat di sini. Kaya nggak ada pokok bahasan lain yah. Tapi, walaupun begitu, semangat itu tetaplah penting. Karena tanpa semangat, kita nggak akan bisa menjalani hari-hari di dunia yang kadang-kadang terlalu 'JLEB' bagi kita. Misalnya nih, ulangan Kimia dapet 60. Padahal KKM 80, duh jauuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhh banget rasanya. Eits, tapi kalo kita punya semangat, tuh nilai rasanya gampang-gampang aja diraih. (ya emang gampang, soalnya kalo udah remidi, guru-guru langsung ngasih nilai 80, wkwkwk :p) But, the spirit is the most important in our life, believe it!

Semangat berbanding lurus dengan MOTIVASI. tanpa motivasi nggak akan ada semangat. Karena motivasi itu adalah semacam sesuatu yang membuat kita menggebu-gebu dan akhirnya menimbulkan suatu rasa yang begitu kuat, itulah yang dinamakan semangat. Jadi intinya, kita harus punya motivasi. Supaya setiap bangun pagi kita akan merasa menjadi orang penting yang harus bisa menyelesaikan semua tugas yang diberikan pada kita.

Sekedar curhat, sebenernya selama ini aku kekurangan dosis semangat. Entah kenapa. Apakah aku yang mulai jauh dari jalanNya, atau keadaan yang memaksa, atau aku belum bisa ikhlas dengan keadaanku, atau apa. Setiap bangun pagi, rasanya aneh. Nggak ada motivasi sama sekali. Tapi, paling nggak aku bersyukur masih diberi 1 hari lagi untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Jangan dikira aku nggak pernah dikasih motivasi dosis tinggi. Waduh, yang namanya motivasi begituan lewat FB, HP, sampe video-video pergi ke luar negeri bahkan kiamat udah pernah kudapatkan. Tapi, kok setiap bangun pagi itu lhoh (apalagi kalo skul) muales banget rasanya. Tapi belum pingin wafat sih. hehehe... Mati segan, hidup tak mau. Terus, mau nya apa ya? Nah kan, bingung lagi. Padahal udah dikasih pilihan. Dasar remaja tanggung. Masih kelas XI aja mau macem2! Dipilihin salah, milih sendiri bingung. Duh, aku yo bingung dengan diriku sendiri.

Tapi, di tengah kegalauanku, salah seorang temanku SD yang sekarang udah jadi kakak kelasku di SMA (dia ikut aksel pas SMP), memberiku sebuah film motivasi yang ngena banget bagiku (tapi gak tau juga kalo bagi orang lain). Ternyata setelah nonton fil ini, aku baru tahu apa motivasiku yang sebenarnya. Dan ternyata motivasi yang lain itu ngefeknya nggak sebesar yang ini. Pernah denger kalo sesuatu yang membuat kita lemah adalah sesuatu yang juga membuat kita kuat. H'umph, bener banget.

Dia memberiku film "A Little Thing Called Love". ITu lhoh, film Thailand yang ada Mario Maurer-nya sama Pimchanok, tayang 2010 silam. Yang ceritanya "based on everyone's true story when they felt in love for the first time". Bisa ditebak motivasiku apa. Yupz, bener banget,... CINTA.

Dasar aku anak melankolis - plegmatis, nonton film begituan udah nangis plus dapet banget feelnya. Tentu saja ini juga karena para pemainnya yang sangat menjiwai. Apalagi lagunya. Aduh, so sweet lah. Dari sanalah, aku ngeliat si Nam (Pimchanok) itu berusaha rajin dalam hal apapun! demi Shone (Mario Maurer). Aku pun akhirnya tiru-tiru Nam. Tapi, cuma cara pengambilan semangatnya aja kok. Sama, motivasinya dia adalah CINTA. Lebih tepatnya, cinta dalam hati.

Konyol gak sih? Semoga nggak.
Dan, aku jadi berpikir kenapa motivasi2 yang dari temen2 lainnya itu nggak seberapa berpengaruh. Ya akhirnya kudapatkan jawabannya : aku kurang cocok. JAdi inget jaman dulu... wkwkwk, dengan seseorang. Huft, semoga orang itu yang akan memotivasiku, yang akan memberikan semangatnya padaku sepanjang hari.

A Little Thing Called Loved

It's Amazing!
Well, sekali lihat film ini nggak ada bosen2nya... Mpe nonton tiap hari sumpah buagus! Lebih buagus dari pada film lokal. Habis, ceritanya walopun standar, tapi ada yang spesial.
Ini paling-paling efek aku nonton film yang responnya negatif terus. Dan akhirnya aku menemukan film ini dengan segudang inspirasi positif.
Ceritanya klasik sih, cinta dalam hati seorang Khun Nam ke kakak kelasnya, P'Shone. Cinta itu selalu tersembunyi dalam hati. Cuma gara-gara Nam berwajah 'nggak banget'. Seadangkan Shone bak pangeran negeri dongeng! Jelas jauh dong... Tapi, Nam dibantu Gie, Nim, dan Cheer berusaha mengubah penampilannya dan taadaaa.... jadilah Nam seorang putri yang cantik! Apakah Shone akhirnya jadian dengan Khun Nam?
Oh, sayangnya, TIDAK!
Di akhir kelulusannya, Shone jadian dengan Pin, teman sekelasnya yang juga berteman baik dengan Nam. Kecewa? Pasti lah. Nangis berdarah-darah tuh si Nam mendengar kenyataan itu. Tapi, dia berusaha tegar, bahkan memeluk Pin ketika mereka ketemu di koridor sekolah. (kan... beda dengan film2 yang biasanya responnya yang langsung mendamprat rivalnya... Di film ini malah Nam memeluk rivalnya)
Intinya itu aja seh. Hmm... di luar itu sebenernya ada banyak banget adegan-adegan lucu. Terutama Teacher Inn dan ketiga sahabat Nam. Alurnya sangat sederhana. Tapi sangat memikat. (Entah karena terbius Mario Maurer atau apa).  But, I like to see this movie many times. Yeah, many times!
Gak ada bosen2nya ngeliat film ini. Nyata deh.
Dan sesuatu yang kuambil adalah, ternyata cinta jika diperlakukan dengan benar, ia akan menjadi sebuah inspirasi... (It's an inspiration)

PonRom di Pondok

Hmm.. Sempat kebayang isinya pondok pesantren itu kayak apa?
Uhh.. ternyata Pondok Darussalam yang kutempati itu khusus spesies cowok!


Udaranya... Masya Allah... Tapi, lumayan juga buat refreshing. Lumayan kalo nggak ada yang sakit di antara kami. Hufft, padahal aku berangkat dalam kondisi yang sehat wal afiat. Begitu pulang, hidung udah buntu, mata merah, susah nafas, dan sering menahan sakit. Tersiksa pokok'e

Tapi, aku tahu, akan ada sesuatu yang lain seandainya aku bisa mengendalikan semua ini dan nggak mengeluh. Amin. Karena puasa, Insua Allah akan ada yang menolong. Siapa? Tentu, Allah S.W.T

Ponrom? Ya wes begitu-begitu aja. Tetep materinya sama, cuman.... tempatnya tok beda. Lebih adem, lebih seger, dan yang pasti kudu lebih mandiri. Seru juga sih. Kan, awalnya aku sempat mengalami kegalauan soal kamar gitu. Yah, ngerti lah. Awalnya kan aku sama anak p8, tetapi karena p8 jadi satu, aku pun bergabung dengan kamar 10. Yang beranggotakan
Lina, Ayi', Meta, Uti, Shab, Rahma, n Onyiip. Mereka jadi kesempitan karena aku nambah ke situ.

Bisa ditebak dengan 2 TOA (kata anak2), kamarku ruaameee pol. Ada 1 kejadian unik di sana. Apakah itu? hmm.. yah... terjadi insiden 2 pengentutan sekaligus. Whahahaha. Seru pisan euy

My First Book

Hmm.. alhamdulillah. Aku berani buat karangan dan terpilih menjadi salah satu cerita di dalam buku antologi "Kado Untuk Jepang"

 Tuh fotonya. Kemaren habis maksa Ibuk buat menjepretku dengan buku perdanaku (walaupun masih antologi). Tapi, aku tahu, jalan menuju mimpiku tak semulus yang aku bayangkan.
Hmm, Astaghfirullah hal'adziim. Kenapa istighfar? Yupz, kemarin udah melambungkan hati ini hingga terlalu tinggi. Untung kok nggak jatuh ya. Hffh :|

Selamet Deh, alhamdulillah. Jadi inget Kepseknya Andrea Hirata ngomong ke dia waktu dia nggak mau kembali ke sekolah lagi
"Kenapa Bapak kau kerasi di sekolah? Karena Bapak tidak ingin kau patah arang menggapai mimpimu, Kal! Jalan menuju mimpimu itu tidaklah semudah yang kau kira!"

Itu merupakan kalimat cambukan untukku. Aku kian menyadari, betapa beratnya perjuangan menjadi seperti apa yang kita inginkan. Meskipun kadang Allah menguji kita dengan sangat begitu berat, tapi Ia tahu, kita mampu menghadapinya. Dan semua yang terjadi dalam diri kita itu tidaklah sebagai suatu kebetulan. Namun ada yang telah menetapkannya. Ia lah Yang Maha Menetapkan Segala Sesuatu.
Wahai Allah, izinkan aku menjadi apa yang aku inginkan. Tapi, seandainya yang kuinginkan itu tidak dapat terlaksana, bimbing hatiku agar dapat mencintai takdirMu.

Suatu kata-kata bijak dari mentorku :
Kita mungkin tidak akan bisa menikahi orang yang kita cintai, tapi mencintai orang yang kita nikahi adalah suatu kewajiban.
Dan kita mungkin tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi mencintai apa yang kita dapatkan sekarang adalah suatu kewajiban.

Masya Allah. Jadi makin semangat untuk mencapai cita-cita itu : Penulis Sejati.Oh, no. bukan hanya semangat, tapi juga semakin bersyukur. Semoga. Amin.

Laskar Pelangi

<a href="http://www.goodreads.com/book/show/1362193.Laskar_Pelangi" style="float: left; padding-right: 20px"><img alt="Laskar Pelangi (Tetralogi Laskar Pelangi, Buku 1)" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1182998517m/1362193.jpg" /></a><a href="http://www.goodreads.com/book/show/1362193.Laskar_Pelangi">Laskar Pelangi</a> by <a href="http://www.goodreads.com/author/show/647438.Andrea_Hirata">Andrea Hirata</a><br/>
My rating: <a href="http://www.goodreads.com/review/show/186287198">5 of 5 stars</a><br /><br />
This is the greatest book I've ever read. See, Andrea Hirata has changed his little experiences into a story. Then he threw it to Indonesian people! What a boom! You must read this novel to recharge your spirit.
<br/><br/>
<a href="http://www.goodreads.com/review/list/5829719-anna-savira">View all my reviews</a>

16, Haruskah Aku Melewatinya?

Hffh... kalau aku boleh memilih, aku tak akan mau melewati usia 16 tahun. Inilah sebabnya aku tahu buku Quantum Ikhlas yang buagus banget khusus untuk orang-orang dengan usia minimal 16 tahun! What the serious age!

Dan aku baru bisa menyadari kenapa tanteku yang pernah beli buku itu tak menjawab pertanyaanku yang memang seharusnya tidak perlu dijawab. She wanted me to feel it myself!! Zzzz..... mangkelno.

Well, di 16 tahun beberapa pilihan hidup saling bertubrukan. Didukung dengan pendidikan SMA-ku di sekolah Negeri terfavorit di Surabaya (opo ae, biasa wah), semuanya harus tabrakan. Fffh, padahal pas jaman SD aku mengira orang yang bakalan punya KTP itu bebas dan merdeka. Tapi, ternyata.... Memang jadi orang dewasa itu setengah tidak mengenakkan.
Yupz, inilah hidup. Dan, rutinitas yang sama setiap harinya itu mboseni pol. Hmm, mungkin harus ada pewarnaan. Tapi, lek warnane abu-abu, coklat semi item, plus merah tua yo podo ae, surem.

Jujur, aku bingung setengah mati menentukan pilihan antara :
SEKOLAH-KELUARGA-TEMAN.
Kalo milih salah satunya, yang dua itu jadi dilema. Secara, selama ini aku lebih prioritas ke sekolah. Lha keluargaku pasti suka komen2 iri nggak jelas gitu. Dijauhi keluarga, merupakan hal yang sangat ganjil. Soalnya, dari kecil aku kebiasaan bersama keluarga. Dan teman-teman itu belum seberapa penting.

To be continued...

Continued-nya disambung.

Yah, beso' tanggal 24 ada acara bareng remas, tour wali 5! Tapi, Uti minta ditemenin ke Jombang. Jadi, yang manakah yang harus kupilih? Antara keluarga dan remas. Ini membuatku dilema. Sebenernya, kalo aku milih nganterin Uti, ya nggak papa sih. Aku memang jarang pergi bareng keluarga gara-gara sering adanya acara dengan temen2 sekolah dan Remas. Semoga tanggal 24 besok adalah momen yang baik untuk mengembalikan hubungan harmonisku dengan keluarga.

First Day @ 11th

Well, hari ini aku berangkat pukul 06.15 untuk enuju Smala. Seperti biasanya. Aku nggak mau kelamaan nunggu terlalu lama di kelas dan akhirnya meng-geje dewe. Tanpa charger laptop pula.

This iS a MotIVatIoN!

Buka deh, link di atas. Dijamin isinya bagus.
Yupz, bagi para Smalane khususnya, nama di atas pasti nggak asing lagi. Beliau adalah sosok inspirasi kami yang sudah sangat banyak menyumbang semangat kepada para Smalane.
Ngomong-ngomong soal inspirasi, beberapa hari terakhir ini aku sedang membutuhkan inspirasi. Untukku sendiri atau wa bil khusus adik-adikku nanti.

KAdang kala, aku harus selalu men-charge motivasi ku yang naik turun nggak karuan. Kenapa seh nggak bisa stabil?? Dan aku merasaa, setiap kali aku bangun pagi (mau berangkat sekolah tentunya), sama sekali nggak ada semangatnya blas. Aku lak yo bingung ngene iki. Pasti nih, dampaknya 'acara malam-malam ria' (alias insomnia).

Dasar... nasib.

But, alhamdulillah... sekarang semuanya udah bubar...

Hari Sibuk

Liburan itu mestinya diisi dengan ketenangan pikiran dan lain-lain. Tapi, tidak. Yah... liburanku tahun ini harus penuh dengan kesibukan dan jadwal kerja yang padat. Beda dengan temen0temenku yang bebas bin merdeka. Mereka bisa ke mana-mana. Aku? Menyempatkan diri datang ke mall langgananku aja susahnya setengah mati. Baru bisa terlaksana H-7 masuk. Zzz...
Hm... liburan paling beda ya taun ini. Guillla puoll..
Tapi, yah memang aku lebih banyak pengalaman. Lebih banyak tugas dan waktuku nggak kebuang sia-sia. Meskipun kadang-kadang suka curi-curi waktu buat santai sedikiiiittt aja. Yang paling bisa diakali cuma pas malem.
Selalu bersyukur pas malem itu datang. Alhamdulillah. aku bisa istirahat. Aku bisa leyeh-leyeh di rumah. Tapi, seringkali juga aku merasa, wah waktuku kurang. Ya, kurang buat segalanya. Proposal belum fix lah, dana belum kekumpul, atau masalah lain.
Dan, aku tahu beberapa hari ini aku agak 'menyimpang' dari rel. Ngg Bukannya terlalu setres, tapi mungkin agak kange suasana yang nyantai dan akhirnya kebawa lagi deh. Hmm, aku tahu aku nggak boleh terlalu larut dalam suasana menyimpang seperti ini. Nggak boleh, nggak boleh, dan nggak boleh!!!
Beberapa hari kemarin, aku pingin rasanya mengulang waktu. Aku ingin hal-hal yang terjadi kemarin itu nggak pernah terjadi dalam hidupku. kalau aja waktu itu aku nggak menyerah mempertahankan pendapatku, kemungkinannya pasti nggak bakalan seperti ini.
Galau? iya. Sedih? Iya. Bingung? Iya. Tapi aku nggak tahu lagi. Hffh, Ya Allah. Sepurane... Astaghfirullahhal 'adziim T.T

Meniti Jalan-Mu

Hmm... maaf, udah lama nggak pernah berkunjung ke sini. UAS nih. Duuh, repot buanget pokoknya. Ntah ini lah, itu lah. Tapi, alhamdulillah semuanya sekarang aman terkendali. Hanya saja, ada beberapa sih yang belum terkendali. Itu tuh, masalah hati. Aku berkali-kali mangkel, nguambek, gara-gara nggak dibolehin ke Bogor tuh.
Ya memang, mereka swasta. Tapi, aku lho udah menghabiskan waktu, sampe malem-malem buat ngerjain proposal 5 lembar itu. Sedikit sih, tapi mikirnya susah minta ampun. Nah, yang tambah membuatku dongkol, perjuangan itu nggak dihargai sedikitpun dan aku disuruh membuang semua hasil kerja kerasku. urrrggghhhh.... Padahal, aku sudah berhasil masuk tahap 5 besar nasional! Sekali lagi ini hanya gara-gara alasan :

YANG NGADAIN ITU SWASTA! SERTIFIKATNYA NGGAK BERGUNA! NGABISIN UANG!

Duh, rasanya kecewaaaaa buanget! Kalo menurutku sih, mereka itu lebih bersikap seperti ini : membatasi seseorang yang bukan siapa-siapanya serta mempengaruhi orang-orang yang berpengaruh kepada orang itu. Lak yo mangkel sih.
Sekarang, aku mikir, aku nggak dibolehin kuliah di PTN yang di luar kota, kecuali di STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara) yang terjamin keamanannya, Insya Allah. Dan di STAN nggak menerima fasilitas UNDANGAN. Jadi, meskipun aku berkali-kali ikut lomba di berbagai PTN (yang biasanya menghabiskan banyak dana) dan menang (Insya aLLAH), itu ya mungkin juga nggak bakal ngefek. Orang aku nggak mau kok kuliah di mana-mana kecuali di STAN, gimana sih.

Memang cuma PTN aja yang berhak ngadain lomba, swasta juga boleh dong. Dan aku nggak pingin pengalamanku cuma di PTN favorit aja. Aku juga pingin ikutan lomba di Swasta, walaupun nggak bergengsi. Ya, namanya juga buat pengalaman. Toh kalau menang, itu juga buat bonus. ternyata bener, mereka itu hanya memandang sebelah mata dan akhirnya nular juga ke bawah-bawahnya. Aku sendiri juga kadang-kadang bersikap seperti itu sama teman-temanku 'yang lain'. Eh, nggak taunya ini bermula dari lingkunganku sendiri. Dan, inilah kekurangan yang baru kudapati sekarang. Setelah aku menjadi anggotanya.

Hh, tapi yo wes lah. Whatever! Aku cuma ngontrak 3 tahun doang, selebihnya, terserah aku mau ke mana. Nggak perlu dipengaruhin lagi.

Sok eksklusif kalo aku bilangnya. Mereka lho butuh bantuan yang lain (hello, kita ini makhluk sosial) juga. So, kenapa harus mempengaruhi orang lain sebelum memperbaiki diri sendiri?

Ketika Cobaan Kian Menerpa

Ketika cobaan bertubi-tubi datang menghampiri, aku tidak pernah merasa layak untuk berdoa di hadapan-Nya. Aku sudah berbuat terlalu jauh.

Ya Allah, aku sudah stag di sini. Aku nggak tahu. Aku merasa sangat down.  setress poll. beban pikiran di mana-mana. Aku tahu, Kau tak akan memberikan beban yang berlebihan kepada hamba-Mu tanpa dia kuat memikulnya. Ya Allah, kini, kupasrahkan kepada-Mu segala urusanku.Karena bagaimanapun, aku hanyalah manusia biasa yang nggak bisa dan nggak tahu apa-apa tanpa petunjuk-Mu.

Allah, tolong aku. Allah... mungkin hanya pada-Mu lah aku bisa cerita hal-hal yang belum pernah kuceritain ke orang lain. Dan aku nggak mau cerita soal ini terlalu banyak di sini.Terutama yang masalah 'itu'. Aku nggak mau terlalu mikir ke sana juga, tapi Ya Allah pikiranku menariknya terus-menerus. Menjadi monster bagiku. Sedangkan urusanku banyak. Ya Allah, aku belum sanggup tanpa bantuanmu
Tolong aku, Wahai Tuhanku...
Tolong aku, jika Engkau masih bermurah hati padaku
Aku tahu, Kau lebih dekat dari siapapun
Kaulah penguasa segala hati.
Wahai Allah, tolong aku. Amin.

Harapan

Apa yang kau minta jika saat ini adalah hari terindahmu? Apa yang kau minta?
Jika saja aku bisa minta 3 hal besok. Aku akan meminta :
Tidak, tak kan kusebutkan secara nyata memang. Tapi, ini semacam permintaan dalam hati.

IN The Worst Day

Apa yang kau lakukan ketika semua orang di dunia seakan menyalahkanmu? Apa yang kau lakukan ketika kau dituduh sombong, padahal kau hanya sedang dalam kondisi "in the worst mood". Masya Allah. Aku sedang kehilangan panutan hari-hari terakhir ini.

Mungkin, berbeda latar belakang bisa menyebabkan perbedaan-perbedaan prinsip-prinsip dasar. Tapi kan yo nggak harus sefrontal itu. Mereka belum tahu sepenuhnya siapa aku? Dan mereka menurutku adalah kepribadian yang sulit bertoleransi dan memahami perbedaan. Sepertinya, bicara dengan anak-anak yang beda prinsip mungkin susah dilakukan. Waktu aku ngomong A, nangkepnya B. aku ngomong B, nangkepnya A. Lak yo males akhire terus tukaran gara-gara keukeuh dengan pendapat masing-masing.

Well, it looked so bad for me. :( Aku nggak mau terus-terusan di pihak yang salah. Tapi, di sisi lain, aku juga belum bisa mengubah kepribadianku yang "introvert". Mereka mungkin belum tahu kalau ada anak introvert dan ekstrovert. Sudah kubilang, ini soal latar belakang. Tidak, bukan berarti aku sombong. Tapi anak-anak seperti mereka kadang-kadang bisa sangat menjengkelkan karena saking tidak pedulinya mereka dengan perkembangan yang ada.

Tapi ya weslah. Semua udah ada waktunya.

Terus, soal lomba menulis. Banyak sih, tapi aku belum lolos-lolos juga. Yaa... Akhirnya, aku cuma mengambil kesimpulan aja. Semuanya telah Allah atur. Rezeki, jodoh, dan kematian. Bukan berhenti berusaha dong...? Gagal adalah sebuah jalan menuju kesuksesan, asalkan kita mau terus berusaha. Jadi inget pengorbanan sang PResiden Amerika,. Dia gagal berkali-kali, tapi akhirnya, dia terpilih juga sebagai Presiden Amerika.

Jadikan ini sebagai motivasimu :
Allah tidak akan memberikan keinginan kita sesuai waktu yang kita inginkan. Tapi Allah memberikan apa yang kita perlukan dan pasti memberikan yang terbaik di waktu yang tepat. Kapankah waktu yang tepat itu, kita tidak tahu. Itu rahasia-Nya. Dan aku yakin, semuanya indah pada waktunya.

Suetres Poll

Cag... mesti MEi iku wayahe ulangan... Padahal, seharusnya, ini adalah bulan-bulan bahagiaku.
Tapi, sudah resiko masuk Smala. Nggak jarang, begitu pulang badan langsung K.O. Belum lagi ngurusin TPA + ngelesi + PR. Masya Allah...
But, It's OK.

Bentar? It's OK? Nggak sepiro'o.
Hari Kamis ini aja, aku ada 5 ulangan beruntun.. Waduh, bingung setengah mati tadi malem. Bingung mau belajar apa.... Buanyak sih. Dari Ekonomi, Biologi, Sosiologi, B.Ind, dan Matematika.
Untung Kimia gak saiki (tapi mene)... Yo podo ae..

Hmm, ngomong2 baru kali ini aku dituntut (dipressing) untuk menyelesaikan sesuatu selama 24 jam, full energy. Tapi, Allah memang selalu memberi kemudahan. AMiin. YA Allah, berilah aku kepahaman dengan ilmu-Mu. Berkahi aku, tuntunlah jalanku. Amiin.

Liburan ke WBL

Sebenernya, baru seminggu yang lalu. Alias hari Senin tanggal 18 April 2011 (Waktu Mbak-Mas lagi UNAS) Hehehee... kita bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.
Seperti yang bisa ditebak, kami (LASER) bersenang-senang di pantai (ngalah2i Kenjeran panase). Alias Puanas Poll. Lamongan soalnya.

Tapi, airnya jernih banget. Enak dipandangnya. Aku sampe piingin banget nyebur di dalemnya. Tapi sayangnya terhalang oleh pagar pembatas. Lagian, tebingnya lumayan tinggi.
Ya sudah, akhirnya aku harus puas dengan makan camilan yang kubawa sambil panas-panas nungguin anak-anak mainan. Waktu sebenernya bukan nggak mau maiin, tapiiii
tapiii
tapiii

aku ngeuelu setengah mati gara-gara habis naik Crazy Car. Hufft. Cagg koyok dilempar-lempar. Ngulangi menek nggak yoo tahun mene lek misale nang WBL maneh? Ya Allah sumpah cagg, aku ndungo ae ben gak ter'uncal'. Hwahahaha...

O iyaa... ada satu peristiwa lagi yang paling kuinget. Di rumah sakit hantu. Mayak ancene mAS'E IKU. Mosok, kelompok lainne 6 orang, sedangkan kelompokku cuma 4 orang? What the.... Untung onok Chibo. Dengan panduannya, kami selamat sampai tujuan. tentu saja hal ini tidak mudah!

Astaghfirullah

Ya Allah.. Aku tuh ya, pusing 7 keliling minggu-minggu ini. Seneng sih seneng soalnya libur puanjaaangg banget. Tapi, lebih tepatnya berseneng-senang di atas penderitaan anak kelas 12. Hehehe. Halah, insya Allah 2 tahun lagi aku juga seperti mereka. Jadi, sama saja maybe.

Ok, hal-hal yang membuatku pusing adalah :
1.Mading ku yang kukerjakan dan harus selesai tanggal 27 April 2011 nanti. Tapi, kadang aku juga terlalu lemot sihh... Astaghfirullah.
2. SAMURAI 2011. Aku... ya begitulah. kudu mengatur semua koordinasi (alhamdulillah cuma yang akhwat)
3. UAS! Dag dig dug KIMIA n FISIKA!
4. ACSENT. Presentasi gurung mari-mari

Ya Allah... Tulungg.. Rasanya teriakan-teriakan yang kuobral di WBL kemarin kurang deh. Kurang puas berteriak saking banyaknya orderanku. Tapi, mengingat sahabat Rasul dan orang2 zaman dahulu kala yang disiksa Orang Yahudi gila itu aja nggak apa-apa, KENAPA AKU MESTI NGGAK BISA???
Ayooo NISA!!! SEMANGAT!!! GANBANTTE KUDASAI!!

Galau

Ya Allah, jika aku tidak Kau izinkan sekarang berada di sampingnya,
Maka izinkan aku tuk menjadi pendampingnya di akhirat kelak
Aku hanya bisa meminta sedikit yang terbaik dari-Mu.
Karena hanya Engkaulah yang tahu apa yang terbaik untukku
Karena aku yakin, apapun yang telah Kau takdirkan untukku,
Itu adalah sesuatu yang menjadi pelajaran bagiku
Terbitkanlah seribu, sejuta, bahkan semiliar kesabaran untuk menunggu yang terbaik
Tuntunlah aku di jalan yang Engkau ridhoi
Pegangi aku, Ya Allah
Lindungi aku, Ya Allah
Lindungi aku, Ya Allah
Lindungi aku, Ya Allah
Akan kuingat segala nasihat dari-Mu,
Entah dari Qur'an-Mu,
dari para Murabbiku
Ya Allah, satu yang kuminta,
Mudahkanlah aku untuk berjihad di jalan-Mmenu
Mudahkanlah aku untuk menggapai cita-citaku
Dan membahagiakan orang tuaku
Izinkanlah aku meraih kemenangan dan kebahagiaan yang Engkau janjikan
AMIN

Daftar Cita-Cita

Berawal dari video waktu Masa Orientasi Siswa saat SMA dimulai :

CATATLAH 100 impianmu dan tempelkan di dinding kamarmu supaya kau termotivasi!

Jadi, mulailah aku menuliskannya. Dan ada beberapa yang telah tercapai, alhamdulillah

>Naik Haji ke Mekkah (Amiin)
>Lulus dengan nilai tertinggi
>Masuk STAN
>Dapet pekerjaan di Badan Pengawas Keuangan/Bank Indonesia
>Menjadi Penulis besar
>Punya berlembar-lembar novel karya sendiri dan jadi best seller
>Kuliah di Inggris dengan beasiswa
>Keliling ke luar negeri gratis
>Jadi Backpaker
>Menjadi orang terkaya sedunia
>Membanggakan orang tua
>Juara lomba karya tulis
>Pergi ke Jepang, jadi bisa mempraktekkan ajarannya Sensei
>Ketemu Andrea Hirata
>Ketemu J.K. Rowling
>Pergi ke Hollywood n ketemu Kristen Stewart, Robert Pattinson, Daniel Radcliffe, Emma   Watson, Rupert Grint, dll
>Menjadi Ibu rumah tangga yang solehah
>Punya anak 2 aja, cewek cowok cukup
>Ikut konferensi penulis-penulis di dunia
>Keliling Indonesia, terutama ke Belitong dan ke Labuan Bajo
>Bahagia Dunia Akhirat
>Aktivis Dakwah di mana-mana
>Ketemu Rasulullah
>Masuk Surga
>Punya Laptop Apple
>Punya Camera Digital

Ya... semoga semuanya terwujud. Oya, satu lagi, mempunyai RT yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Penuh dengan keridhaan Allah S.W.T. Amiin.

Seminar POSEIDON

--Allah akan memberikan sesuatu yang kita inginkan TEPAT PADA WAKTUNYA, bukan WAKTU YANG KITA INGINKAN--

Subhanallah,aku mengalami kejadian yang seperti itu ketika ikut Seminar POSEIDON 2011 di ITS.
jam 8 lebih, Banu sudah menelpon, begitu juga Helmy. Tapi, seperti perkiraannku, seminar dimulai tepat pukul 09.00. Aku bela-belain bayar 30.000 rupiah demi ketemu dengan Mbak Asma Nadia, salah satu penulis favoritku selain Andrea Hirata.

Dari sebelum berangkat, aku terus berharap supaya aku bisa salaman dan berfoto bareng Mbak Asma Nadia. Bahkan kalau bisa juga sama Mas Boim Lebon, penulis serial Lupus. Waa seneng banget, begitu Mas Boim sudah dateng. Tapi, aku juga ngarep Mbak Asma juga dateng. Eh, ternyata, Mbak Asma Nadia baru dateng jam 12.00.

Cerita yang tragis itu dirmulai ketika dibuka sesi pertanyaan. Aku kan ya males seh, dah dateng dan duduk dopojok paling kanan terus sama Masnya nggak dilihat-lihat. Masa yang dilihat cuma yang sevelah kiri. Gila aka tuh Mas moderatornya. Aku nggak seneng banget. Jadi, selama sesi pertanyaan tanganku nggak pernah diacuhkan. Tapi nggak apa-apa, aku hanya berpikir, oh, ya udah bukan rezekiku. AKu hanya bisa tetap berharap supaya aku bisa maju ke depan dan bersalaman dengan penulis-penulis kondang itu.

O iya, sebelum sesi Boim Lebon berakhir, semua peserta disuruh mengarang cerpen dari pengalaman yang paling menarik. Ya udah, aku cerita aja waktu aku dan Wahyu kepeleset dari jok motor di sore hari yang cerah dan berawan gara-gara nggak direstui mama perkara uang. Jujur, pengalaman itu berkesan banget. Tapi alhamdulillah, aku nggak kena apa-apa.

Setelah ishoma, Mbak Asma kan udah dateng tuh. Aku minta foto-foto sama Banu. Kan di sana ada Bianda, Helmy, Hesti, Ulin, dan Sani (3 cewek terakhir itu kelas X8). Si Banu mau-mau aja, tapi anak-anak lain pada nggak mau. Akhirnya, aku pun setengah sewot dan mangkel banget. Tapi, aku berusaha mengadem-ngademkan diriku sendiri dan tetap optimis. Okay, aku bersabar saja.

Begitu pun ketika sesinya Mbak Asma Nadia, aku juga nggak dapet-dapet tuh kesempatan tanya sama Mbak Asma Nadia. Aku kan juga pingin. Dan di sinilah terbukti bahwa aku benar-benar nggak pingin dengan yang namanya jurusan IPA. tahu kan, aku sealu bermasalah dengan Kimia? Muales poll. Hh... takdir! Susah dilawan.

Tapi, aku akan membuktikan sebentar lagi aku akan membuktikan aku berhasil dengan bahasa dan karangan-karangan ku yang akan laris di pasaran. Apa salahnya bermimpi? Toh, Allah akan mengabilkan mimpi-mimpiku. Aku nggak pingin orangtuaku menjudgeku agar memilih IPA. Aku ingin membuktikan kalau orang sukses itu NGGAK MESTI MASUK jurusan IPA! Anak Bahasa dan IPS pun bisa!!

Duh, males banget mbahas ngene iki. Ck.

Ya, ok balik ke awal topik diskusi. Aku pun akhirnya menjadi salah satu peserta dengan cerita terbaik. di saat -saat terakhir aku akan berputus asa, Allah dengan lantang memperdengarkan padaku ketika namaku disebut dan disuruh maju ke depan untuk berfoto, bersalaman, dan menerima hadiah buku novel dari Mas Boim dan Mbak Asma Nadia. Subhanallah... Alhamdulillah...
Jujur, di awal-awal, aku nggak percaya. Kupikir, banyak orang yang karyanya lebih baik dariku. Tapi ya itu, aku TETAP OPTIMIS.

Dan Allah akan memberikan sesuatu yang aku inginkan dengan waktu yang tepat.
Ini membuatku yakin. Bahwa Allah selalu menyelipkan hal-hal yang indah dibalik semua perjuangan dan pengharapan kita.

Motivasi Yang Bagus

Ya... Video itu adalah sepenggal kisah dari banyak mahasiswa miskin yang bertahan hidup dan meraih mimpinya di Jakarta. Di Kampus UI tepatnya. Ya.. kita tahu kan kalo nggak mudah buat hidup di Jakarta. Kampus UI apalagi. But, I like this.
Dapetnya dari Mas Dalu, direktur ACSENT! Ck, hmm... kalo lihat video itu rasanya aku mengutuk dan menghina diriku sendiri yang sering nggak punya motivasi buat hidup. Dengan pembukaan yang Nduewo ala PresBEM ITS, Mas Dalu membuka acara AMT tanggal 3 April kemarin.
Tapi sayangnya, yang dateng cuma 4 orang plus beberapa Mbak-Mas ACSENT.

---------------------------------------------------------------------------
                                                                  IKLAN
Mau tahu apa itu ACSENT?






ACSENT adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Mbak-Mas yang sudah duduk di bangku perkuliahan untuk membina adek-adek SMA-nya supaya bisa menghasilkan karya tulis yang NDEWO. Kenapa karya tulis? Karena, banyak universitas yang ngadain lomba karya tulis. Selain itu, karya tulis = skripsi = thesis, jadi di sini bisa tahu gimana sih, caranya membuat karya tulis yang bagus dan sarat manfaat! AYOOO IKUUUT ACSENT ANGKATAN SELANJUTNYA!!
---------------------------------------------------------------------------

Ya wes ya, balik lagi ke curhatku.
Nggak dipungkiri sih, motivasi membuat karya tulis (yang dalam usia kami kebanyakan 15-16 belum diprioritaskan) itu naik turun. Kalo lagi dapat hidayah ya, nulisnya kayak angin topan, tapi kalo lagi kena setan ya liat laptop aja udah nggak mood. Apalagi ngerjain, gitu kan? Nah, karena itulah diadain AMT (ACSENT MOTIVATION TRAINING). hebat juga idenya Mbak-Mas.

Dan yang mengisi adalah Mawapres-Mawapres dari berbagai jurusan dan universitas yang akhirnya bisa membangkitkan semangat kami lagil. Nah, waktu yang ngisi Mas Dalu, dikirain yang dateng banyak. Tapi ya cuma 4 orang. Tapi, karya tulisnya udah ngumpul semua kok.
Tapi, meskipun hanya segitu, motivasi dari Direktur ACSENT itu mengena di hati kami semua. Beliau bilang,

"HIDUP adalah KOMPETISI!! Jadi, BERJUANGLAH! Kalau nggak mau jadi THE LOOSER! Tapi, karena sekarang dunia sangat kejam, maka The Looser tidak hanya jadi THE LOOSER, juga THE VICTIM! Mereka juga korban dari ketidakberdayaan mereka sendiri."

Uurgrghh... Masya Allah.. Aku langsung membodoh-bodohkan diriku sendiri soalnya aku selama ini belum bisa berkompetisi dengan baik. Dan benar, aku jadi korban ke-jahiliyahan-ku sendiri. (Kata BU MEI, itu Kejahatan Tanpa Korban, soalnya yang jadi korban diri sendiri, Lhah?)
100% BENAR. Contohnya ya aku. Tapi, akhirnya aku mengubah cara berpikirku selama ini. Apalagi waktu Mas Dalu cerita soal Ka'ab, salah satu sahabat Rasulullah yang memohon doa Rasulullah agar Allah memberinya pertolongan ketika ia disiksa kaum kafir Quraisy. Rasulullah pun bilang,

"Apa yang dialami umat Muslim sebelum kita itu lebih kejam penyiksaannya. Ada yang dipotong kepalanya, rambutnya disisir dengan besi sehingga kepala mereka berdarah, dipotong tubuhnya...."

Ya Allah, aku diingatkan kembali agar aku lebih keras lagi berusaha. Tau kenapa? Setelah aku mendengar cerita itu, aku jadi bertanya pada diriku sendiri.

Annisa, apakah kamu sekarang hidup dalam keadaan takut disiksa kafir Quraisy seperti zaman dulu?
Jawabku : Nggak

Apakah kamu kesulitan cari makan?
Jawabku : Nggak

Apa selama ini kamu pernah ikut berperang secara fisik seperti Rasulullah dan Ka'ab, sahabat beliau?
Jawabku : Nggak

Terus, kenapa selama ini kamu selalu, selalu, dan selalu mengeluh? Kenapa? Kamu lho udah dimudahkan Allah sekarang. Nyadar titik, po'ooo!! Astaghfirullah....
Fakta bahwa selama ini aku kadang males berangkat sekolah, males belajar, ogah-ogahan bantuin ortu. Ya lupakan saja.

video
MARI MEMULAI LEMBAR YANG BARU... dan sebelum AMT Ditutup, kami diliatin Video ini, Tambah ngenes rasane. Tapi, Ayo BERJUANG!! Semangatdh!!

Mbolang Ala SKI

Pada hari Minggu yang cerah tanggal 27 Maret 2011 kemarin, aku bangun pagi - pagi sekali dan langsung ngibrit ke Masjid Muhajirin buat ikutan PANJI 2011 ( Pelatihan Manajemen SKI 2011). Yang jelas beda dari biasanya dan seeeruuu buanget!
Hffh, aku nyesel nggak makan pagi. Ya maklum aku nggak tahu kalo kegiatannya hari itu bakal Mbolang ke Surabaya Selatan. GUila pokok'e... Hahaha.... Bener - bener cuci mata.
(Pelajaran : Jangan pernah lupa sarapan pagi)

Aku sekelompok sama Danissa, Intan, Aninda, Ulin, Farah, Judya, Astrid, n Pipil. Tapi sayang Astrid nggak ikut. Kita akan berpetualang ke Surabaya Selatan (iya wong rumah kami di daerah Utara n Timur semua, biar bisa tahu daerah baru mungkin ;p). Dan kami diberi hak IC (tanya - tanya info kalo nyasar). Parahnya lagi, kita harus menghemat uang yang dikasih sama Mbak-Mbaknya. Cuma SERATUS DUA PULUH EMPAT RIBU RUPIAH untuk 8 ORANG! Heh? Bekal pun kita cuma bawa Susu kotak, Roti Sobek 2 bungkus, n 10 sachet susu Indomilk. Hhh, nyeseeeel bener nggak sarapan.

Kami berangkat paling akhir gara - gara berdebat dulu soal Bemo apa yang dipilih. Ada yang usul naik bus dulu, lah. Bemo ini lah. Akhirnya sepakat kami naik Bemo V yang kebetulan kosong di depan SMALA dan mendadak bemo itu rame gara - gara kita naik.
Selesai itu langsung oper JTK. Dan tiba - tiba aja, salah satu dari kami bilang, "Eh itu kayak Mas Rian. Itu tuh, pake jaket. Kenapa ya?"
"Ada urusan kali. Mungkin aja kan?"
Dan pada akhirnya, masalah Mas - Mas ini jadi bahan guyonan di akhir perjalanan. Tapi, kami langsung tidak menggubrisnya.

Sampai di POS 1(Masjid Nurul Iman):
-Temui Mbak Almira dan Mbak Mifta. Ok ketemu setelah muter - muter Masjid dan digodain orang - orang yang menggeje. Materi pertama : Prioritas! Ya jelas, di sini kami ditanyain tentang apa itu prioritas, dan bagaimana menentukan prioritas. Dan di sini kami disuruh memilih 4 pilihan :
   > Meninggalkan semua barang, hak IC, dan peta. KEcuali uang
   > Meninggalkan uang lima puluh ribu rupiah (alias harus banyak jalan)
   > Menghapus hak IC
   > Meninggalkan seorang teman biar nggak nyusahin
Pilihan yang masuk akal memang cuma nomor 3. Yang lain jelas nggak mungkin dan sangat merugikan. Tapi nggak papa. Kan kita anggotanya banyak, jadi bisa diadakan pembagian kelompok yang lebih kecil lagi buat cari mbak - mbaknya?
 Setelah melewati satu POS, kami harus ke JS Plaza yang ternyata hanya naik JTK tapi harus nanya sana - sini sama orang banyak dan ngerepotin banyak orang. Hehehe... maklum nggak tahu. Tapi, akhirnya nemu juga kok meski kaki harus lecet - lecet dan tenaga hampir habis. Namun, dukungan teman di sini sangat diperlukan.

Sampai di POS 2 (Jemursari Plasa)
-Temui Mbak Mariatul dan Mbak Lita. Tau disuruh ngapain? Buat proposal kegiatan SKI (kegiatan baru lagi) yang harus diselesaikan selama 15 menit dengan alat seadanya. Tapi kalo nggak nutut ya harus dipresentasikan secara manual. OMG.... Tapi, kami berhasil lolos di pos ini. dan untungnya lagi, JS Plasa itu sempit.

Well, kemudian kami ngibrit lagi naik angkot apa gitu (lupa) ke sebelahnya IAIN yang ternyata lapangan. Ya Allah... tolonglah hamba-Mu yang sudah kelaparan ini.... Dan kami pun segera makan dengan lahap bekal - bekal yang kami bawa. TApi yo nggak kabeh. Kan buat persediaan ntar... Hmffh, setelah mikir - mikir mungkin Mbaknya ada di Masjid IAIN, dan tuh kan bener Mbaknya ada di sana... Huft... Alhamdulillah

Sampai di POS 3 (Masjid Ulul Albab-IAIN)
. Temui Mbak Almira dan Mbak Mifta
Setelah mbaknya minta maaf karena petanya keliru dan itu membuat kami muter - muter nggak karuan, mulailah materi. Apaan? Syuro'... Uuh, banyak banget yang harus diperhatikan dan kami pun harus mempraktekkan syuro' di depan Mbak - mbaknya yang berperan sebagai ikhwan.Nah di sini materinya puanjang banget. Sekalian kita mengisi energi yang semakin terkuras. Tapi, alhamdulillah... kita masih merasa sanggup! Ya, kita bisa! Optimis. Muslimah itu harus optimis.

Ok, udah selesai di sana, kamipun inisiatif naik bis kota untuk menuju Taman Bungkul. Wuah... Lucuu poll. Karena ada beberapa di antara kami yang tidak biasa naik bis, jadinya ya lucu. Wong di bus aja kita foto2an. Se bis jadi rame gara-gara kita cekikian menggeje. Pake seragam sekolah lagi. Yo wis, Yuk cap cuss ke Taman Bungkul.

Karena taman itu sangat luas sekali, kami membagi lagi menjadi 2 kelompok kecil buat nyebar nyariin Mbak Mariatul n Mbak Lita. Tau kenapa? Yupzz.... ternyata, di sini kita berlatih untuk dakwah. mendakwahi orang lain rupanya. Tentu saja nggak boleh ngasar2 kalo ndakwahi orang. Terus selain itu, kita juga harus mendakwahi diri sendiri dulu supaya iman kita bener dulu.

Sempat hujan, but, it's a beautiful day. Sampe2 kita disapa orang gini, "Mbak.. Mbak, Minggu-Minggu kok ya sekolah.... " Tapi, wes biasa ae. And, live must go on, biarkan orang menggonggong, Grup kami pun berlalu. Wheheheheheh...

Well, LAST PLACE!!
ROYAL PLAZA!! Alhamdulillah, sekaligus Innalillah....
Kenopo Alhamdulillah? Karena akhirnya aku bisa juga mengunjungi salah satu mall favoritku ini. Sumpah, tahun 2010 lalu aku cuma sekali ke sana. Ya wong sibuk2 ujian plus masuk SMA. Sekalian cuci mata... Hehehe.
Kenopo Innalillah? Karena kami harus mencari Mbak Mifta dan Mbak Almira di seluruh Plaza dengan 6 lantai! Terpaksa, kami pun berpencar menjadi 4 kelompok. Ya... alhamdulillah, dengan sangat sangat sangat sedikit tenaga yang tersisa (aku kelaparaaaaannn, Ya Allah, aku pingiin banget makan), kami pun ketemu dengan Mbak2 itu di lantai paling atas, di depan stan makanan. Dan kami hanya bisa melongo karena nggak bawa uang.
Tapi, Alhamdulillah, kami pun berhasil kembali ke SMALA!!!


ALLAHU AKBAR!



Glitter Text Maker

'Epek Surat Cinta'

Aku merasa, aku masih belum bisa mengungkapkan cinta sama kalian.
Tapi, aku tahu, aku telah menemukan teman - teman terbaikku di sini. Aku tahu, aku belum tentu bertemu orang - orang seperti kalian lagi saat aku sudah keluar dari Smala.

Terima kasih buat semuanya, telah menyampaikan kritik dan saran lewat surat - surat cinta kalian. Aku tahu, kalian sayang aku. Hanya saja, mungkin belum tersampaikan sepenuhnya. Semoga Allah membalas cinta kalian dengan cinta-Nya yang lebih agung dan lebih mulia.

Maaf juga ya, kawan kalau selama ini aku sering (seperti kalian bilang) nggak ramah, muka jutek, dan tertutup. Maaf juga kalau aku mungkin kurang ngumpul - ngumpul dengan kalian. Tapi ya inilah aku. Mohon kalian mengerti. Aku kurang bisa ngomong dengan orang lain, apa ya? Kekurangan topik. Nggak ada topik. Maaf banget kawan.

Aku cinta kalian.
Terima kasih buat Mbak Hanif yang sudah menyadarkan aku. Betapa Allah menciptakanku dengan istimewa. Aku terharu sekali. Aku masih perlu bimbingannya Mbak. Dan aku merasa sangat beruntung dipertemukan dengan orang - orang yang mau beerjuang di jalan-Nya. Indah sekali.

Alhamdulillah

Membina Diri dengan Islam


Bagaimana pendapatmu tentang umat Islam saat ini? Jawaban beragam pun muncul.
Ya ceritanya tentang Ghozwul Fikri. Diawali dengan cerita zaman Rasulullah. Perang di zaman itu, orang – orang kafir yang melawan umat Muslim tidak pernah mengalami kemenangan, padahal jumlah mereka lebih banyak dari kaum Muslimin. Nah, dari sinilah orang kafir itu mengutus seseorang dari golongannya untuk mempelajari Islam. Tentu saja untuk menghancurkan kaum Muslimin.
Nah, satu hal yang ternyata membuat kaum Muslimin sukses, yaitu adanya Al-Qur’an di dada mereka. Masih bergeloranya Al – Qur’an di pikiran mereka. Dan inilah yang terjadi terhadap pemuda – pemudi Islam sekarang. Jauh dari Al – Qur’an. 
Apa hubungannya dengan Ghozwul Fikri? Ghozwul fikri ini adalah media yang ampuh untuk menyerang kaum Muslimin agar melupakan Al – Qur’an. Artinya sendiri adalah penyerangan secara pemikiran dan dengan cara pelan – pelan. Jadi, otak kaum Muslimin digerogoti dengan fakta – fakta yang sebetulnya menyimpang dari Al – Qur’an ( jadi menurutku dampak globalisasi ). Contoh : ramalan bintang, baju mode yang nggak Islami, Valentine Day, dll. 
Intinya : Food, film, fun, and fantasy. Itu sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mengutamakan kesederhanaan, kebersamaan, dan keimanan serta kecintaan pada Allah.
Menurut Surat Asy – Syams ayat 2, semua manusia dikaruniai 2 potensi, yaitu fujur dan taqwa. Namun, dibalik itu kita juga punya potensi untuk melakukan kebaikan. Contohnya waktu kita mendapatkan pencerahan diri, maka sisi itu akan terbuka. Dan jika semakin diisi yang baik – baik, sering muhasabah, sering ikut tarbiyah, Insya Allah yang dominan adalah potensi yang taqwa. Amiin.

Works

Kerja ...

Mungkin, hanya satu kata itulah yang menjadi tujuanku sekarang. Bekerja bukanlah hal yang mudah. BArusan, guru BK ku bercerita bahwa, waktu kita kuliah mungkin kerja itu mengasyikkan. Karena kita udah punya uang sendiri. Pernah berpikir seperti itu juga toh? YA jadi, bayanganku sih enak - enak aja.

Eits, tunggu. Kerja tuh bukan sekedar bisa pegang uang sendiri loh. Tapi ternyata ( aku baru tahu setelah mengalaminya sendiri ) orang kerja juga butuh pertanggung jawaban yang besar. Kita harus bertanggung jawab atas pekerjaan kita. Terutama kalo waktunya menerima GAJI bulanan. Tadi barusan aja digugah sama Bu Eva. Pokoknya intinya itu gini, "Duh, apakah saya sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan gaji yang saya terima. "
Yup.. Dari situlah, kadang aku bisa berintrospeksi diri dengan apa yang telah aku lakukan plus yang telah aku dapatkan.

Bersyukur Dan Positive Thinking

Perhatikan kalimat yang dikatakan padaku oleh orang - orang yang pernah kujumpai :

"Tak ada suatu kejadian pun di bumi ini--misalnya daun jatuh--yang tidak dengan seizin Allah"

Cara yang ampuh agar kita tak merasa kufur dari ni'mat dan terus bersyukur.

Aku pernah berpikir seperti ini :
Kenapa aku hanya melakukan sedikit kebaikan hari ini? Tak adakah kebaikan lain yang bisa kulakukan seperti teman - temanku yang lain? Aku pun melihat sekeliling. Aku iri dengan apa yang mereka lakukan ( DI MANA AKU BERPIKIR, aku tidak melakukan hal - hal yang bermanfaat )
Dan kemudian, aku teringat dengan kata - kata itu.
Ya, Allah telah menakdirkan semuanya berjalan seperti ini. Semuanya sudah ada dalam kitab-Nya di Lauhul Mahfuz. Jam segini, aku melakukan ini. Nanti, aku melakukan itu. 10 menit kemudian, aku pergi ke sana. Begitu seterusnya.

Kemudian, aku juga sadar. Orang - orang itu berbeda jalan nasibnya. Setelah kupikir - pikir, aku belum pernah mengalami cobaan yang sangat berat. Eh, maksudku seperti (ya jangan sampai) ditinggal ortu,kebakaran, atau ... apapun lah. pokoknya yang tragis - tragis gitu. Tapi, Astaghfirullah, kuatkah aku menghadapi semua itu?

Ternyata, aku belum cukup kuat untuk mengalami nasib seperti itu. Aku belum cukup kuat untuk menanggung beban seperti salah seorang ustadzku yang miris sekali (nggak tega nyeritain) dan beberapa orang temanku yang mungkin tragis. Dan aku tahu, semakin berat cobaan seseorang, makin tinggi pula imannya.

Aku? Bagaimana dengan aku? Aku bukan apa - apa dibanding mereka. Aku masih limbung di tengah samudera yang luas. Terseret ombak ke sana - sini. Masih ikut arus. Dan kadang aku kehilangan arah. Pernah aku hilang arah. Jalan di depanku hampa dan aku nggak tahu harus ke mana. Hingga akhirnya aku diam. Aku meraba keadaan sekitar.

Ketika itulah, tiba - tiba aku memasuki sebuah lautan yang sama sekali tenang, damai, dan tentram. Di sini, langit tiba - tiba pula bersinar cerah dan menunjukkan gemintangnya ketika malam tiba. Aku terpaku dan terpesona. Gelombang hidup sudah tentu ada. Namun setelah aku masuk ke dalam samudera berarus tenang ini, aku semakin bisa mengenal sisi lain dari kehidupan.

Allah-lah yang mengatur pertemuanku dengan keadaan yang sekarang. Adakalanya aku merasa sedih karena aku terlalu tidak berbuat kebaikan ( halah opo ae ). Tapi itu kenyataan. Dan kadang kala, aku langsung tersadar sedetik setelahnya. Bahwa apapun di dunia ini sudah digariskan oleh-Nya. Oc? Kita semua tinggal menjalani saja.
Kalo diumpamakan kita robot, ya anggap aja pedoman manualnya itu Qur'an. Toh Allah juga terus - menerus mengisi kita dengan baterai yang bermutu hingga kita benar - benar "Rusak" dan tersimpan di lemari asal kita berada. So, stay to positive thinking

Jadi MC

Well, inilah praktek pertamaku di lingkungan masyarakat kampungku. Aku baru kali ini mempraktekkan teori - teori yang kudapatkan waktu SMP perkara menjadi MC. sebenarnya, jadi MC modalnya nggak susah - susah amat. Modalnya cuma senyum lebar, percaya diri, dan menguasai keadaan.

Aku dan Jilbabku

Ketika jilbab ini kukenakan,
Akankah aku selalu berpaling kepada-Mu, Ya Rabb
Ketika jilbab ini menjadi pelindung mahkotaku,
Ingatkah aku akan Kuasa-Mu yang mempertemukanku dengannya?

Wahai Rabb-ku,
Aku berlindung dari segala macam godaan kepada-Mu
Wahai Rabb-ku,
Jangan Kau goyahkan keyakinanku untuk selalu memakai jilbab ini

Kadang, hatiku belum siap sepenuhnya
Kadang, hatiku menolak
Saat aku mendzalimi diriku sendiri
Saat aku melakukan aib untuk diriku

Allah,
Teguhkanlah aku dalam balutan jilbab ini
Teguhkanlah imanku dalam jilbab yang kukenakan
Aku hanyalah seorang wanita biasa yang belum sepenuhnya berada di jalan-Mu
Namun, aku berusaha
Namun, aku ingin Engkau ridho dengan kehidupanku
Tunjukilah aku jalan yang lurus

Ya Allah, jadikanlah jilbab ini sebagai pengingat-Mu
Jadikanlah jilbab ini sebab agar Engkau menjagaku
Amin

Biramaks #2

> Meneladani Rasulullah
1. Jadikan Rasulullah itu panutan. lakukan dari hal yang terkecil. Contoh : mengerjakan sesuatu dengan diawali basmalah
2. Proses Pembiasaan (Al-Muzammil :1-8). Rasul lebih senang kita melakukan hal yang kecil tapi rutin.
3. Saling menasihati. Yang ada hikmahnya

Kejadian di Sekolah

Matematika --
Pak Pur mengembalikan kertas gambar grafikku dan menyuruhku untuk menyempurnakan lagi grafik trigonometriku plus mengerjakan soal tambahan di papan. Sin - cos.
Well, kadang, betapa menjengkelkannya pelajaran ini.

Look at this :
Setelah aku setengah yakin ( bodohnya langsung kutebali dengan blue pulpen ), aku tanya : Bener nggak Pak?
" Lho ini berapa? Kamu nggambar apa? "
" Grafik COS, Pak. Ini angkanya y = 2 cos (2x+60) - 3... " Haduh, salah nih.
" Ya ndak gini, Mbak.. Ini pergeserannya 30 derajat. Kan (2x+60) bisa diuraikan 2(x+30). Ya sudah, berarti 1 gelombang pergeserannya 30 derajat... "
What?? Hadooo, ngganti maneh.. :(
But, yo wez. Tak ganti ae lah... Trus aku maju lagi, tanya lagi, apakah kertasku sudah bisa kukumpulkan? Ternyata,

" Lihat Mbak..? Mana gambar dasarmu? Tuh kan,. Ini kamu jangan sampe salah gambar dasar. Ayo gambar grafik dasarnya. "
(Balik lagi ke bangku).. Mencoba sabar...
'Hee.. please po'o Pak... Aku kurang belajar sosiologi ki.... gak belajar - belajar la'an aku'
Kugambar lagi grafikku yang bener. Aku pun maju untuk yang kedua kali. Berharap kali ini bisa dikumpulkan. Nyatanya...

"Ini kurang betul Mbak. Ini diperbaiki lagi. Ini grafikmu kurang dan tidak menapai 360 derajat."
Aku hanya terdiam sambil memandangi kertasku yang telah lusuh. Kelihatannya sih, menyedihkan sekali. Soalnya hari ini memang aku agak capek. Tadi malem habis nangis bombay ( private problem) plus nggak bisa tidur. Nguantuk poll akhirnya.
But, ya udah deh, sabar aja. kugambar lagi dari awal dan kali ini, kupastikan bener semuanya.

At last, kertasku kukumpulin bareng punyanya Shab. Nitip. Aku males maju ke depan lagi untuk yang keempat kalinya. See, Matematika berakhir.

Biology --
Biasa ae, tapi entah kenapa internet menjadi media yang bagus, simple, praktis ( halah podo ae ), n lengkap. Jadi belajarnya enak, lagian materinya tentang Spongebob-Porifera, Obelia, Aurelia, Cnidaria (materi favoritku).

Sociology--
Bel belum bunyi, udah hening di kelas. Siapa juga yang mau menggarai guru sosiologiku - Bu Mei?
Urusannya panjang. mau ulangan juga masih sempat - sempatnya melakukan hal - hal di bawah ini :
1. Mengkritik anak IPA dan mempromosikan IPS
2. Mengkritik Chibo yang saltum dan harus wajib 'ain diberi sangsi
3. Mengkritik dewan keamanan sekolah yang katanya salah memberi sanksi pada anak - anak yang terlambat. Kemudian,

" Keluarkan selembar kertas. Satu bangku diisi 3 anak. "
Ulangan dimulai...
Bisa ditebak, REMIDI
dan nilai yang terpampang adalah .... (Aib, gak boleh dibuka)
Setelah ulangan, Promosi IPS lagi....
Hffh, beginilah pelajaran hari Kamis. Yg jalan cuma 4, padahal harusnya 5. Tapi Pelajaran Bu eva (yang paling enak) selalu diisi presentasi tentang lomba - lomba dari berbagai universitas.

But, yaa.... itulah. Thursday is a depends day. But, it's a cycle in this life... :D

I'm So Tired

Capek banget hari ini
Tapi, paling tidak ada semangat untuk mengerjakan sebuah proyek :D

Orang Gila

Kunjunganku ke Madura membawa arti lebih.

Kemarin, aku ke rumah salah satu ustadz ngajiku yang di Madura. Di sana, rumahnya hanya berukuran 3 x 3 meter dan penuh dengan barang - barang yang gede - gede ( perkakas pembuat jajan ). Jadi, kaya wajan, panci yang segede gentong, trus dandang ( penanak nasi ) dan keranjang - keranjang jadi 1 dalam stan pasar yang kotor. Tapi, gak seberapa kumuh. Jadi merasa bersalah gara - gara sering banget telat pulang ke rumah. Padahal ya, kalo dibandingkan, aku lebih nggak kerasan lagi kalo punya rumah seperti milik ustadzku. Jelas itu.

Well, di sana aku disuguhi seadanya. Nggak apa - apalah. Aku maklum dengan kondisinya. Nah, lucunya ketika kami sedang berbincang - bincang, ada orang gila (katanya) yang nyanyi - nyanyi sendiri di depan stan nya ustadzku. Eh, ustadzku nggak ada rasa takut sama sekali. Malah diladeni. Tapi, lucu juga. Orang itu bilang gini, "Pak, semoga Allah memberkahimu. Anda tidak gila." dalam logat Madura asli. Namanya juga orang gila, ya mana tahu orang gila itu ngomong apa. But, ustadzku nyante aja. Ya sudah, aku pun ikutan nyante dan malah ikut ketawa - ketiwi. Ckckckck...

Sayang nggak kufoto orangnya. Takut ngamuk.

See, ustadzku bilang perkara kesusahan hidupnya dengan santainya.

"Seseorang kalau diuji Allah itu, berarti disayang Allah. Berarti Allah nggak pingin jauh dari orang itu. Karena itulah orang itu diberi Allah cobaan supaya tetep meminta dan memohon pertolongan pada-Nya."

Mungkin, kalimat itu untuk membesarkan hati ustadzku. Tapi, kalo dipikir - pikir, bener juga ceeh. Hufft, hidup itu cuma sekali, jadi mending dibikin bener - bener aja deh. So, pandanglah suatu masalah itu sebagai sisi positif. Aku setuju banget dengan kata - kata Pak Pur,
"Kita selalu minta masalah yang besar. Padahal masalah kecil pun, kita belum tentu mampu menyelesaikannya. Jadi, jangan pernah meremehkan masalah yang kecil. Karena, biasanya, orang itu jatuh dengan masalah yang kecil"

Itu kata beliau waktu habis mengumumkan siapa aja yang kena remidi Trigonometri Jum'at esok. (alhamdulillah... Nggak kena) :D

Bisa tidur seharian... Heheheheheh. MERDEKA!!